
1 minggu itu waktu yang cukup untuk mendapatkan setiap perlengkapan yang kau butuhkan untuk ekprolasi yang akan kalian lakukan, tapi itu hanya berlaku untuk mereka yang telah berpengalaman, seperti kazuto, katia dan orang-orang yang pernah memasuki dungeon.
Tapi mereka yang tidak memiliki pengalaman apapun mengenai dungeon pasti akan bingung dan menyiapkan senjata dan perlengkapan yang lain yang tidak diperlukan demi meningkatkan peluang hidup mereka, dan pada akhirnya mereka mati karena kecerobohan yang mereka timbulkan sendiri.
"baiklah apa kalian siap, ?" tanya pram begitupula dengan yang lain yang telah mempersiapkan senjata dan hal-hal yang mereka perlukan untik memasuki dungeon.
"ya," kata mereka yang sudah siap sepenuhnya dan bersiap untuk memasuki dungeon.
"baiklah untuk orang yang pertama masuk adalah diriku dengan ditemani 1 orang, apa ada yang bersedia," kata pram yang melihat dan melihat ada orang yang mengajukan pertanyaan dengan mengangkat tangannya dengan pelan.
"k-kenapa kami, bukankah ada kak lena yang bisa menemani kakak untuk memimpin jalan, ?" tanya salah murid yang ketika itu tangannya sedikit gemetar karena takut jika salah satu dari mereka harus membantu memimpin rombongan.
"itu karena aku menjaga punggung kalian, karena itu aku berada di belakang," kata lena yang lalu berjalan dan berdiri di belakang murid yang lain.
"seperti yang kalian lihat, karena itu kami membutuhkan 1 orang untuk memimpin garis depan dan 1 orang lagi untuk membantu di garis belakang," kata pram yang lalu 2 orang murid mengangkat tangannya.
"saya bersedia," kata mereka.
"baiklah kalau begitu, kazuto kau berada di depan dan memimpin jalan bersamaku sedangkan nona greemore kau jaga punggung kami bersama dengan nona lena," kata pram yang mendapatkan anggukan dari kazuto dan perempuan itu.
"baiklah karena formasinya sudah dibentuk kita akan masuk," kata pram yang lalu dia dan kazuto masuk ke dalam dungeon.
"senior pram, aku tahu ini mungkin tidak sopan untuk ditanyakan tapi apakah anda dalam hal kekuatan kalah dari senior lousse, ?" tanya kazuto yang ketika itu mereka terus berjalan di dungeon sampai pram membuka mulut.
"aku tahu jika dalam hal kekuatan murni, aku berada di bawah lousse tapi meski begitu aku tidak masalah menjadi no. 2," katanya yang tersenyum kepada leon, lalu ketika itu mereka pun membunuh goblin yang ketika muncul di depan mereka dan maju membawa rombongan yang lain.
"lousse bisa kau anggap sebagai seorang jenius, dia juga diberkati oleh bakat dan status yang baik, banyak orang termasuk kakak kelas dan kami sendiri iri dengannya, ketika itu diadakan turnamen yang hanya diadakan sekali ketika kami kelas 2, dan lousse yang waktu itu dipilih menjadi perwakilan dari sekolah untuk turnamen antar kerajaan," kata pram.
__ADS_1
flashback :
"selamat lousse, karena telah terpilih sebagai salah satu perwakilan di sekolah kita," kata pram yang ketika itu berjalan bersama dengan lousse menuju kelas.
"bukankah kau juga tuan kursi ke-6, selamat karena telah mendapatkan kursi dewan elit," kata lousse yang waktu itu tersenyum kepada pram yang membuatnya berbalik dan menggaruk-garuk kepalanya.
"terima kasih," katanya
"sama-sama," jawabnya yang lalu muncul beberapa orang yang menghalangi jalan mereka ke kelas.
"hei, junior lousse, aku dengar jika kau terpilih sebagai salah satu perwakilan yang akan mengharumkan nama baik sekolah kita, aku harap jika kau bisa memberi kami sebuah tempat, tentu jika yang mulia tidak masalah dengan itu," katanya yang dengan tidak tahu malu meminta lousse untuk menyerahkan haknya sebagai perwakilan sekolah kepadanya.
"hei, kau.." kata pram yang marah dengan bagaimana mereka menyuruh lousse untuk menyerahkan tempatnya sampai lousse menahan pram dan berbicara dengannya.
"senior greg, jadi anda mengatakan jika anda lebih cocok untuk menjadi perwakilan sekolah daripada saya, ?" tanya lousse,
"hehe.. itu jika anda memiliki kemampuan untuk melakukan itu, bagaimana kalau begini, kita adakan pertarungan untuk melihat siapa yang terbaik diantara kita, aku melawan kalian," kata lousse yang menantang kakak kelas yang ketika itu dilihat oleh murid yang lain, "aku juga akan mengatakan ini kepada yang lain, jika kalian ingin mengambil tempatku sebagai perwakilan sekolah, majulah," katanya yang mendeklarasikan kepada murid yang lain untuk menantangnya.
Lalu 2 hari selanjutnya, terlihat lousse yang berdiri di tengah arena dengan membawa perlengkapannya, bersiap untuk melakukan pertandingan ini.
"hey pram, apa yang dipikirkan oleh lousse yang dia lawan itu kakak kelas loh," kata salah teman yang duduk di samping pram.
"aku juga tidak tahu, sebelumnya aku mengatakan jika aku akan memberikan bantuanku, tapi dia menyuruhku untuk tidak melakukan apa-apa dan hanya menonton," kata pram yang tidak tahu bagaimana jadinya hasil pertandingan ini.
Jujur saja tidak perlu menggunakan akal sehat, anak kecil saja dapat mengetahui jika 1 orang tidak dapat mengalahkan 40 orang dalam pertarungan, hal itu juga berada di pikiran setiap orang yang melihat pertandingan itu.
"pertandingan pertama, mulai," kata wasit yang memulai pertarungan dan lalu lousse dengan mudah mengalahkan lawannya kurang dari 10 detik.
__ADS_1
"selanjutnya," kata lousse yang segera menyuruh wasit untuk memanggil penantang selanjutnya, dan pertandingan demi pertandingan serangan yang dikeluarkan oleh lousse menjadi semakin kuat, dan menjadi semakin mematikan.
Orang-orang yang melihat itu menjadi tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka sempat berpikir jika apa yang mereka lihat hanyalah ilusi, tapi semua itu nyata dan ketika itu para murid yang lain menjadi takut ketika pertarungan ke-10 dimana lousse membuat pengumuman.
"agar lebih cepat 10 orang ayo cepat maju, akan kuhabisi kalian," katanya yang lalu membuat marah sisa petarung yang lain dan segera mengeluarkan sihir mereka untuk melukai lousse, tapi lousse sendiri menghindari serangan mereka dan mengalahkan mereka dan menghancurkan semangat mereka dalam pertarungan.
"sekarang, senior greg giliranmu," kata lousse yang mengalihkan pandangannya ke greg yang merupakan satu-satu petarung yang tersisa.
"t-tidak a-aku rasa.." kata greg yang ketakutan dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak bertarung.
"bukankah senior yang dari awal memberikan tantangan padaku dan menyuruhku untuk memberikan tempatku, sekarang adalah waktu anda untuk bersinar, ayo kemarilah dan lawan aku, jangan bilang jika anda hanya berani jika berkelompok, pantas saja anda tidak pernah bisa mendapatkan kursi dewan, hahah," kata lousse yang melihat ke arah greg dan mengatakan, "jika anda tidak kemari maka aku yang akan kesana," katanya yang lalu greg maju dan pasrah karena tahu jika dia akan kalah, tapi sebisa mungkin dia ingin memenuhi kata-katanya dan dia pun maju dan mengeluarkan berbagai shir yang dia miliki ke arah lousse yang hanya menfhindar dan dalam sekejap mendekat ke arah greg dan menendangnya dan menghancurkan dinding arena.
"hei, kau lihat itu"
"ya, entah kenapa yang mulia menjadi menakutkan,"
"dia tidak hanya mengalahkan mereka, tapi juga menghancurkan mental dan harga diri mereka.
Kata-kata mulai keluar dari para murid tentang bagaimana lousse menghancurkan 40 murid dengan mudah, pada hari itu lousse mendapatkan julukan yang dimasa depan akan selalu terkenang di ingatan mereka, yaitu putri iblis.
Flashback end.
"seperti itu bagaimana lousse mendapatkan julukan putri iblis dan dikenal sebagai murid terkuat dia akademi hexion," kata pram.
"jadi begitu, dia sekuat itu ya," kata kazuto yang berjalan lebih jauh ke dalam dungeon sampai mereka berada di suatu ruang yang membuat mata kazuto dan pram terbelalak karena adegan yang mereka lihat.
"i-ini siapa yang melakukannya," kata pram yang terkejut.
__ADS_1