The Reincarnator

The Reincarnator
bab 71 : membuat benang


__ADS_3

Setelah 3 hari kazuto dan yang lain melakukan perjalanan dengan kereta akhirnya mereka sampai di kerajaan hexion, ketika itu dia meminta secara spesifik kepada ayahmya untuk menurunkannya beberapa km dari kerajaan agar tidak ada orang yang melihat jika dia menaiki kereta yang sama dengan raja dan ratu.


"apa kau yakin jika kau ingin turun disini, ?" tanya lumina yang khawatir, meskipun mereka telah dekat dengan kerajaan tapi masih saja jika disini adalah tempat dimana monster bisa berkeliaran.


"ya," kata kazuto yang singkat kepada ibunya yang mengatakan kepadanya untuk tidak perlu khawatir, karena dia bisa menjaga dirinya.


"kalau begitu kami pergi dulu, sampai bertemu lagi di kerajaan, kazuto," kata hector kepada kazuto yang ketika itu kazuto dan kumara menundukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada mereka lalu kereta kuda yang dinaiki oleh mereka mulai bergerak meninggalkan kazuto dan kumara disana.


lalu di kelompok selanjutnya adalah para pelayan yang memberikan lambaian tangan kepada kazuto khususnya pelayan tua yang ketika itu cuma menganggukan kepala sebagai tanda pemberian hormatnya kepada kazuto.


lalu di baris terakhir adalah para kstaria yang melindungi raja dan ratu yang memberikan lambaian tangan kepada kazuto, bahkan ada beberapa dari mereka yang secara spesifik meminta kazuto untuk bergabung dalam misi mereka selanjutnya, tapi dengan cepat dipukul oleh britni karena mengucapkan hal yang konyol seperti itu, britni sendiri cuma memberikan anggukan kepada kazuto dan pergi bersama yang lain untuk mengawal raja dan ratu kembali ke kerajaan.


"baiklah, selanjutnya ke toko jahit, ayo kumara," kata kazuto yang ketika itu mereka segera kembali ke kerajaan dan pergi ke toko jahit dimana penjahit tersebut sedang menunggu kedatang mereka.


"permisi," kata kazuto dan kumara yang masuk ke dalam toko.


"oh, selamat datang, sepertinya kalian telah mendapatkan batu itu, biar aku lihat," kata lenjahit itu yang lalu kazuto mengeluarkan ke-12 kristal warna yang mereka temukan.


"hm, ini benar-benar kristal warna, kalian benar-benar hebat bisa mendapatkannya," kata penjahit yang ketika itu melihat 1 demi 1 kristal warna yang mereka bawa.


"jadi apa anda bisa membuat benangnya, ?" tanya kazuto kepada penjahit itu.


"tentu saja, tolong tunggu sebentar," katanya yang ketika itu masuk ke gudangnya dan mengambil suatu alat dengan 2 roda, yang mirip dengan sepada yang digunakan oleh beberapa orang di kerajaan lalu penjahit itu menaruh kristal merah di alat itu dan menyuruh kumara untuk mengayuh sepeda itu yang lalu dia lakukan dan ketika itu dari belakang tercipta semacam benang berwarna merah.

__ADS_1


"baiklah seperti ini cara pembuatannya," kata penjahit yang menunjukkan benang sihir kepada kazuto dan kumara.


"tapi bibi, kenapa rasanya sihirku terkuras lebih cepat ketika mengayuh sepeda ini yah, ?" tanya kumara kepada bibi penjahit.


"itu karena sihirmu yang digunakan untuk membuat benang itu," kata bibi penjahit terssbut.


"lalu apa hubungannya dengan kristal warna ini," kata kazuto.


"kristal warna ini digunakan sebagi perantara untuk mengubah sihir yang diserap kristal ini menjadi benang, karena itu kalian membutuhkan bahan ini karena meskipun kalian memiliki yang lain maka benang itu tidak akan terbuat jika tanpa kristal ini," kata bibi tersebut.


"jadi begitu," kata kazuto yang mengerti.


"kalau begitu ayo mulai nona muda, benang ini tidak akan terbuat jika kau tidak mengayuh," kata bibi itu yang menyuruh kumara untuk menaiki sepeda dan mengayuhnya terus sampai malam tiba.


"ha.. ha.. ha... apa masih belum selesai," kata kumara yang ketika itu masih mengayuh sepedanya dan sihirnya telah benar-benar terkuras, dia terlihat begitu lelah dengan keringat yang terus bercucuran dari badannya.


"master sampai kapan kita melakukan ini, ?" tanya kumara yang ketika itu terkapar di lantai.


"kita masih baru menyelesaikan 3 warna kumara, jika terus seperti maka kurang lebih kita dapat menyelesaikan semuanya dalam 3 hari, tepat 1 hari sebelum kita masuk kembali ke akademi," kata kazuto kepada kumara yang ketika itu terlihat kesal karena dia masih harus mengayuh sepeda selama 3 hari berturut-turut.


"ngomong-ngomong apa tujuan anda memintaku untuk membuat benang sebanyak ini, ?" tanya penjahit tersebut, jika dia tidak salah ingat baju yang dipakai oleh mereka ketika datang kemari adalah sepasang celana hitam, jas hitam, seragam putih dengan dasi berwarna merah, tapi dia penasaran dengan alasan kenapa warna lain juga ada.


"hm, itu untuk pakaian sehari-hari kumara," kata kazuto kepada penjahit tersebut yang segera mengerti dengan maksud kazuto, lagipula dia juga pernah menjadi seorang gadis, dan sebagai seorang gadis dia sangat suka berbelanja pakaian dan memiliki banyak pakaian.

__ADS_1


"sepertinya nona kumara sangat beruntung memiliki master yang perhatian seperti anda," kata penjahit tersebut kepada kazuto.


"itu adalah tanggung jawabku, ngomong-ngomong berapa yang harus kubayar untuk 10 set pakaian," kata kazuto kepada pemilik toko tersebut.


"karena anda adalah tuan yang baik, maka aku memiliki penawaran untuk anda, saya akan memberikan anda sebanyak 15 pakaian sihir dengan harga yang murah, bagaimana apa anda tertarik," kata penjahit tersebut.


"apa syaratnya, ?" tanya kazuto kepada peniahit tersebut.


"sisa kristal warna yang anda miliki akan menjadi kepemilikan saya, bagaimana menurut anda," kata penjahit tersebut.


'hm, ini bukan penawaran yang buruk, lagipula jika aku dan kumara ingin membuat baju ini lagi, maka aku bisa langaung pergi ke gua itu dan mengambilnya karena sekarang aku dan kumara memiliki izin untuk masuk ke gua itu sesuka hati,' pikir kazuto, "baiklah, aku setuju," kata kazuto yang setuju dengan persyaratan penjahit itu.


"ngomong-ngomong tolong selesaikan sesegera mungkin pakaian seragam untuk kumara, 4 hari lagi kami akan masuk ke sekolah," kata kazuto kepada penjahit tsrsebut.


"baiklah serahkan pada saya, di hari terakhir seragam anda akan selesai," kata penjahit itu.


"dan ngomong-ngomong bisakah anda membuatkan sesuatu untuk saya," kata kazuto kepada penjahit terssbut yang ketika itu mendengarkan permintaan kazuto.


"tentu, apa yang ingin kau buat," kata penjahit itu yang mendengarkan permintaan kazuto, yang lalu membisikkan sesuatu di telinganya, sang penjahit itu hanya memberikan kazuto acungan jempol dan mengatakan jika dia akan segera menyelesaikannya.


"kalau begitu, kami permisi dulu, selamat malam," kata kazuto kepada penjahit tersebut yang lalu menggendong kumara di punggungnya lalu pergi ke rumah leon untuk beristirhat, dia pun berjalan di jalan yang tidak banyak dilihat oleh kerumunan dan mengetuk pintu rumah leon, yang ketika itu leon tidak menjawab, lalu kazuto mengetuk kembali rumahnya dan dia terus melakukan itu sampai dia mendengar suara.


"tunggu sebentar," kata leon yang ketika itu membuka pintu rumahnya dan terlihat kazuto dan kumara yang tertidur di pungung kazuto.

__ADS_1


"apa kami boleh masuk," kata kazuto dengan suara yang pelan sambil menaruh jarinya di mulutnya, meminta leon untuk tidak terlalu keras ketika berbicara.


Lalu mereka pun segera pergi ke kamar dan menaruh kumara di kamar untuk beristirahat sedangkan kazuto melakukan beberapa percskapan dengan leon sampai mereka lelah dan memutuskan untuk tidur.


__ADS_2