
"Ngomong-ngomong kapan pertandinganmu, ?" Tanya arthur yang penasaran kepada kazuto mengenai kapan dia akan melakukan pertarungan dengan eudora, karena mereka berniat untuk menyiapkan kazuto sebaik mungkin untuk pertarungannya itu.
"Seminggu dari sekarang," kata kazuto kepada mereka.
"Baiklah, kalau begitu meskipun hanya sedikit kami juga akan memberikan bantuan kepadamu," kata cyril kepada kazuto yang berniat untuk memberikan bantuan kepadanya.
"Karena ini sudah terlanjur maka aku juga akan memberikan bantuanku," kata lena yang juga akan membantu.
"Jangan lupakan denganku, aku siap untuk menjadi lawan tandingmu kapan pun kau mau," kata arthur kepada kazuto yang juga ikut berpartisipasi.
"anda tidak perlu meminta kepada saya master, karena saya akan selalu mengikuti anda," kata kumara kepada kazuto yang membuatnya senang karena ada ada orang-orang yang mau mendukungnya.
"kazuto kau disini," kata kata rui yang ketika itu bersama dengan margaret yang berhasil menemukan kazuto bersama dengan murid program dari akademinya.
"Kalian, apa yang kalian lakukan disini, dan kenapa kalian terlihat begitu kelelahan, ?" Tanya kazuto kepada rui dan margaret yang ketika itu tiba-tiba berada di depan mereka dengan wajah yang kelelahan.
"Maaf pelayan bisa tolong ambilkan mereka minuman dingin," kata lena kepada pelayan itu yang memesan minuman untuk rui dan margaret.
"Ya, terima kasih," kata margaret kepada lena yang mau membelikan mereka minuman, begitu pula dengan rui.
"Ngomong-ngomong kazuto, kami mendengar jika kau akan bertarung melawan senior eudora, apa itu benar, ?" Tanya rui kepada kazuto yang cukup terkejut karena masih belum 1 hari dia menerima tantangan dari eudora dan kabar mengenai pertarungannya telah ada dimana-mana.
"Tunggu, bagaimana kalian mengetahui soal itu, ?" Tanya lena karena ini terlalu cepat untuk suatu kabar yang baru terjadi beberapa waktu yang lalu bisa tersebar begitu cepat, bahkan mereka sendiri baru saja mengetahui hal ini karena diberitahukan oleh kazuto.
__ADS_1
"Itu karena semua murid di akademi telah mengetahuinya," jawab margaret kepada lena.
"Tunggu bagaimana, ?" Tanya arthur dengan bagaimana bisa kabar itu bisa diketahui oleh semua murid.
"senior eudora sendiri telah menyiarkan jika dia akan melakukan pertarungan resmi denganmu minggu depan, karena itu kami bergegas kemari untuk menkonfirmasi berita itu denganmu," kata rui kepada kazuto yang sepertinya tidak akan bisa menghindari pertarungan dengan eudora meskipun dia ingin karena semua murid telah mengetahuinya.
"Jadi begitu, sekarang masuk akal jika senior eudora sendiri yang mengumumkan itu kepada yang lain," kata cyril hang selertinya telah mencapai kesimpulan jika kazuto harus bertarung melawan senior eudora.
Karena pertarungan ini dapat mengubah pandangan orang-orang mengenai akademi mereka, apalagi mengingat jika kazuto adalah salah satu dari dewan elit, khususnya kursi top 5 besar di akademi hexion, maka akan terlihat memalukan bagi akademi jika dia malah mengundurkan diri setelah menerima tantangannya begitu saja.
"Jangan khawatir, aku tidak berniat untuk mengundurkan diri, dia memegang sesuatu yang seharusnya adalah milikku, jadi aku akan tetap mengambilnya, tidak peduli meski aku harus melawan seluruh murid di akademi ini," kata kazuto yang bertekad tidak akan mundur meskipun dengan ancaman apapun yang dia terima nantinya.
"itu baru semangat kazuto," kata arthur yang menjadi sangat bersemangat dengan tekad kazuto begitu dengan yang lain.
"Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu, ?" Tanya margaret kepada mereka, meskipun mereka berasal dari akademi yang berbeda, tapi mereka adalah teman yang telah melalui cukup banyak hal bersama, apalagi rui yang ingin membalas atas apa yang dilakukan kazuto untuknya.
"Kalau begitu, bisakah kalian membantu melatih kumara, selama seminggu ini mungkin aku akan sangat disibukkan oleh pelatihanku sehingga aku tidak yakin bisa memberikan bantuan untuk pelatihannya, dan nanti ketika pertarunganku, aku akan membutuhkan bantuan kumara nanti," kata kazuto kepada yang lain.
"tunggu, apa itu diperbolehkan, untuk kumara membantu bertarung melawan senior eudora, ?" tanya rui yang ketika itu menunjuk ke rah kumara.
"itu diperbolehkan, karena kumara awalnya adalah makhluk sihir yang membuat kontrak dengan kazuto yang membuatnya menjadi bagian dari kemampuan yang dia miliki," jelas lena mengenai apa yang ditanyakan oleh rui yang ketika itu menganggukkan kepalanya.
"kalau begitu ayo kita mulai, kita tidak memiliki banyak waktu, rui, margaret, terima kasih telah membantu da tolong jaga kumara," kata kazuto kepada mereka.
__ADS_1
"Ya, jangan khawatir, kami pasti akan melatihnya dengan sekuat tenaga," kata rui yang ketika itu saling meninju kedua tangannya karena sepertinya dia akan bertarung lagi melawan kumara.
"Jangan khawatir, aku akan mengawasi mereka berdua jika perlu," kata margaret kepada kazuto.
"Kalau begitu, aku minta tolong jangan menahan diri ketika melawannya," kata kazuto kepada margaret yang langsung dia angguki.
"Baik, aku mengerti," kata margaret yang lalu setelah itu mereka membawa kumara pergi untuk berlatih, sama halnya dengan kazuto yang pergi bersama dengan yang seniornya untuk berlatih untuk pertarungan yang akan dia lakukan minggu depan.
"Baiklah, apa kau siap," kata arthur yang ketika itu telah menyerap material tanah di tangannya.
"Ya," kata kazuto yang lalu mengaktifkan mode birunya.
"Mulai," katanya yang lalu kazuto dengan segera melesat ke arah arthur yang ketika itu mengangkat tinjunya ke langit dan memunculkan tangan raksasa yang keluar dari tanah dan membuat kazuto berada di langit dan terjatuh.
"Heh, ini masih belum," kata arthur yang ketika itu menyerap angin dan mengubah tinjunya dengan material angin, "terima ini," kata arthur yang menembakkan serangan yang ketika itu digunakan arthur ketika pertarungan pertama mereka.
"Purple mode," kata kazuto yang lalu membuat lingkaran sihir di kakinya dan melesat ke langit menghindari serangan tornado milik arthur.
Tapi tidak hanya itu setelah kazuto melompat dia membuat satu lingkaran sihir sebesar 1 meter di langit yang ketika itu dijadikan oleh kazuto sebagi pijakan untuk tetap berada disana, lalu kazuto segera turun ke arah arthur dengan cepat dan membuat 1 lagi lingkaran sihir di kakinya untuk mendorong kazuto agar dirinya bisa melesat lebih cepat ke arah arthur.
"Blue mode : lightning fall," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode birunya dengan tubuhnya dilapisi oleh petir yang merambat ke pedangnya.
"Serangan langsung ya aku terima, tornado vortex punch," kata arthur yang ketika itu mengeluarkan tinju tornado yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya ke arah serangan kazuto yang lalu kedua serangan itu bertabrakan yang menimbulkan gelombang kejut petir dan angin akibat serangan mereka berdua.
__ADS_1