The Reincarnator

The Reincarnator
bab 73 : melatih teman


__ADS_3

'lou shalter, jika aku tidak salah ingat, dia adalah teman kumara ketika pertama kali datang ke sekolah ini, timnya menempati posisi kelima ketika babak sebelumnya bersama dengan alice greemore, jika aku tidak salah poin yang mereka dapatkan adalah sebanyak 98 poin, jujur saja itu cukup baik, apalagi tim mereka hanya beranggotakan 4 orang,' pikir kazuto.


"kau adalah adik dari senior luke, ?" tanya ren yang memutuskan untu menanyakan pertanyaan.


"ya, kami adik kakak," kata lou yang mengkonfirmasi jawaban ren.


"apa kau juga bisa menggunakan sihir yang sama dengan kakakmu, ?" tanya ren kepada lou yang dia jawab dengan anggukan.


"ya, aku bisa tapi itu masih tidak sebaik milik kakakku, aku masih harus melatihnya," kata lou yang sedikit malu jika dibandingkan dengan kakaknya.


"heh, tapi kau sendiri bisa meningkatkan kemampuanmu sebanyak 3 kali kan, seharusnya kau bangga dengan itu lou," kata roxy yang ketika itu juga ikut bergabung dengan pembicaraan mereka.


"meningkatkan ya, ngomong-ngomong berapa banyak senior luke bisa meningkatkan kekuatannya, ?" tanya kazuto yang penasaran dengan kemampuan dari seniornya.


"hm, sejauh yang kutahu jika kakak bisa meningkatkan kecepatannya sebanyak 10 kali lebih cepat, kekuatannya 6 kali lebih kuat, sedangkan untuk indranya dia bisa meningkatkan mereka sampai 8 kali," jelas lou mengenai kemampuan yang dimiliki oleh kakaknya.


"sebanyak itu ya, tapi meski begitu kemampuan itu pasti ada kelemahannya iya kan, ?" tanya kazuto kepada lou yang ketika itu dia segera angguki.


"benar, kelemahan dari kemampuan ini adalah batas tubuh kami sendiri, meskipun dengan kemampuan itu kami dapat meningkatkan kemampuan kami sesuka hati, tapi tubuh kami juga akan terbebani jika saja mendapatkan peningkatan kekuatan yang melebihi batas tubuh kami, karena itu kami melakukan banyak pelatihan untuk bisa menggunakan kekuatan ini," kata lou yang menjelaskan mengenai kemampuan yang mereka miliki.


'sama seperti mode biruku, jujur saja aku mulai terbiasa menggunakan kekuatan ini tapi tetap saja jika mode ini benar-benar menghabiskan staminaku terlalu cepat, dan sepertinya bukan cuma aku saja yang mendapatkan masalah semacam ini,' pikir kazuto.


"kazuto, aku memiliki sebuah permintaan, tidak masalah jika kau menolaknya," kata lou kepada kazuto.


"hm, apa itu, ?" tanyanya, karena dia tekah menjawab pertanyaannya maka dia akan sebisa mungkin untuk memenuhi keinginannya

__ADS_1


"bisakah kau melatihku," kata lou kepada kazuto.


" melatihmu," katq kazuto.


"ya, meskipun dengan kemampuan ini aku memiliki kekuatan dan kecepatan melebihi kebanyak orang tapi aku rasa ini belum cukup untuk menimbulkan serangan yang mematikan kepada lawanku, jadi apa kau bisa menghabiskan beberapa waktumu untuk melakukan latih tanding denganku," kata lou.


'hm, memang benar, jika dengan kemampuan peningkatannya, lou dapat menimbulkan serangan yang cukup kuat, tapi untuk membuatnya menjadi lebh kuat tanpa meningkatkan kekuatannya,' pikir kazuto yang ketika itu tiba-tiba dia mendapatkan ide.


"apa kau pernah berpikir menambah kemampuanmu dengan kemampuan elemen," kata kazuto.


"hm, elemen, ?" tanya lou.


"ya, aku dengar jika kau adalah tipe tangan kosong seperti ren, kalau begitu bagaimana kalau kita menambahkan faktor elemen pada tinjumu, aku yakin jika kau dapat menambahkan itu pada tinjumu itu akan menghasilkan serangan yang cukup mematikan," saran kazuto kepada lou.


"bagaimana jika kau mempelajarinya dulu, aku sendiri memiliki kecocokan dengan elemen api dan es setelah melakukan beberapa kali percobaan, tentu bukan berarti jika aku tidak memiliki kecocokan dengan elemen lain, hanya saja aku lebih berfokus pada 2 elemen itu," kata katia kepada lou,


"begitu ya, kalau begitu terima kasih untuk pelajarannya, sampai jumpa" kata lou yang ketika itu pergi dari kamar kazuto untuk mempelajari sihir elemen dan mencoba mempraktekannya pada sihirnya.


"kalau begitu saya juga akan pergi," kata roxy yang ketika itu pergi dari kamar kazuto bersama dengan tekannya yang satu lagi.


"ngomong-ngomong katia, percobaan macam apa yang kau lakukan untuk menentukan elemen mana yang cocok padamu, ?" tanya kazuto yang penasaran dengan bagaimana bisa katia menemukan elemen yang cocok untuknya.


"caraku sedikit aneh, aku mempelajari setiap sihir elemen, dan mempraktekannya untuk melihat seperti apa hasil yang aku dapatka , jujur saja aku memperkirakannya jika aku memiliki kecocokan dengan elemen api dan es karena sihirku itu adalah sihir yang paling cepat aku pelajari," jelas katia kepada kazuto.


"tunggu apa itu berarti jika kau bisa menggunakan semua elemen, ?" tanya kazuto kepada katia yang ketika menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"ya, coba kau lihat," kata katia yang ketika itu mengaktifkan sihir petir dan lalu ketika itu tangannya sedikit teraliri oleh elemen petir.


lalu setelah setelah pesta itu selesai, katia dan ren pergi dari kamar kazuto agar kazuto dapat beristirahat, lalu di pagi hari kazuto melakukan beberapa aktivitas seperti berolahraga dan latih tanding dengan lou, dan saat ini telah 1 minggu sejak mereka memulai latihan mereka.


"apa kau siap, ?" tanya kazuto yang ketika membuat kuda-kuda bersiap untuk melakukan sparring dengan lou.


"ya," kata lou yang ketika itu berlari ke arah kazuto dan memberikan pukulan beruntun ke arahnya tapi dengan mudah kazuto menghindarinya.


'serangannya sendiri sudah cukup kuat daripada sebelumnya, tapi itu masih sedikit lemah,' pikir kazuto yang ketika itu dia menendang lou yang menahan serangannya menggunakan kedua tangannya.


"ayo kita lanjutkan," kata kazuto yang lalu berlari ke arah lou yang ketika itu mencoba memukulnya tapi dengan cepat lou menghindari setiap pukulan kazuto, dan menunggu sambil mencari kelemahan kazuto.


Lalu selanjutnya lou pun memukul perut kazuto tapi sebelum mengenai perutnya dia mengangkat kakinya dan menahan pukulan lou menggunakan lutut kakinya.


"apa kau masih bisa lebih cepat," kata kazuto yang menyuruh lou untuk mempercepat langkahnya karena jika dengan begini maka dia tidak akan bisa membuat kazuto serius.


lalu ketika itu dalam sekejap lou berada di belakang kazuto dengan tinjunya yang ketika itu dialiri pleh petir, "terima ini," teriak lou yang ketika itu memukul kazuto dengan seluruh kekuatannya.


"ha... ha... apa aku berhasil," kata lou yang ketika melihat lapangan yang mereka jadikan sebagai tempat latih tanding menjadi berdebu karena serangannya, 'setelah aku melihat di buku dan berlatih setiap pagi dengan kazuto, aku telah mendapatkan ide untuk menggunakan elemen petir sebagai dasar dari pukulanku, dan berkat itu tanpa meningkatkan kecepatanku menggunakan sihir, aku masih dapat berpindah ke belakangnya secepat ini,' pikir lou yang ketika itu cukup senang karena dia telah bertambah kuat, dan debu yang berada di sekitarnya akhirnya menghilang dan menunjukkan kazuto yang ketika itu berada dalam mode birunya dengan tangan kanannya yang sedikit terluka karena menahan pukulan petir lou.


"eh, kazuto kau tidak apa-apa, maaf aku melukaimu," kata lou yang ketika itu menyadari jika mungkin serangannya malah menyakiti kazuto, karena serangannya sendiri tidak hanya diperkuat dengan elemen petir tapi juga ditambah dengan momentum dari gerakan cepatnya tadi.


"ya, aku tidak apa-apa, aku cuma cukup terkejut jika kau bisa menggunakan kemampuan semacam itu, tapi mengingat jika sekarang telah 1 minggu semenjak latihan pertamamu, kau sudah menjadi lebih kuat," kata kazuto yang cukup senang dengan perkembangan temannya.


"ya, ini berkat dirimu," kata lou yang ketika itu memutuskan untuk kembali ke asrama untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke akademi, sedangkan untuk kazuto dia melanjutkan latihannya selama beberapa menit sebelum kembali ke asrama.

__ADS_1


__ADS_2