The Reincarnator

The Reincarnator
bab 103 : petualangan pertama flamina


__ADS_3

'apa yang sebenarnya terjadi,' pikir kazuto yang melihat tubuh flamina yang ketika itu terbakar dengan api, 'apa jangan-jangan dia menambahkan faktor elemen dalam serangannya,' pikir kazuto yang melihat flamina telah memusatkan sihirnya di tombaknya.


'tombak itu dari awal tercipta dari sihir flamina, jadi ketika itu mendapatkan sihir tambahan dari flamina, maka dengan senang hati tombak itu akan menerimanya dan menciptakan serangan yang diinginkan olehnya,' pikir kazuto yang ketika itu juga memusatkan sihir di pedangnya dan mengalirinya dengan sihir petir.


"baiklah aku maju," kata flmaina yang ketika itu berlari dengan tombak berapi yang lalu kazuto pun menahannya denhan pedang listriknya yang ketika itu menimbulkan gelombang kejut di sekitarnya, tapi ketika itu kazuto langsung menmbahkan lebih banyak kekuatan pada pedangnya yang mendorong tombak milik flamina dan pada akhirnya melepaskan tombak itu dari tangan flamina.


"aku.. Kalah ya," kafa flamina yang ketika itu mengangkat tangannya dan mengalui kekalahannya pada kazuto, tapi ketika itu juga pedang milik besi milik kazuto tiba-tiba patah.


"tidak, hasilnya ini seri," kata kazuto kepada flamina, karena pedang kazuto patah maka hasil itu dianggap seri.


"ya," kata flamina yang tidak bisa mengganggu gugat hasilnya karena jika saja pedang kazuto lebih baik dari pedang besi biasanya maka sudah pasti jika dirinya kalah.


"aku rasa kau sudah siap," kata kazuto kepada flamina yang ketika itu melihat kazuto dengan heran.


"kau sudah siap untuk memulai petualanganmu," kata kazuto kepada flamina.


Beberapa hari setelah itu kazuto telah masuk kembali ke akademi, dia sendiri tidak bisa melakukan apapun untuk membantu flamina karena dia memiliki kewajihannya sendiri, karena itu dia meminta kepada kumara untuk membuat alter ego untuk setidaknya mengawasi flamina.


"jadi ini guild petualang, ya," kata flamina yang ketika itu masuk ke dalam guild tersebut bersama alter ego kumara.


"itu benar, nona flamina, sekarang ayo kita masuk," kata kumara kepada flamina untuk segera masuk dan mendaftar.


"permisi, adik dari master saya berniat untuk menjadi petualang disini, bagaimana kami melakukan itu," kata kumara yang menunjuk kepada flamina.


"baik, tolong tunggu sebentar," kata resepsionis guild tsrsebut yang lalu mengambil semacam bola sihir untuk melihat seberapa besar sihir yang dimiliki oleh flamina.

__ADS_1


flamina pun memasukkan sihirnya dan ketika itu bola sihir itu bersinar dengan sinar yang cukup terang, "apa ini sudah cukup, ?" tanya flamina kepada resepsionis tersebut yang ketika itu menganggukkan kepalanya dan menulis jika flamina telah lulus untuk masuk ke dalam guild.


"lalu selanjutnya kita akan melakukan latih tanding dimana dengan itu kita bisa menentukan kelas anda," kata resepsionis tersebut yang membawa flamina menuju lapangan bersama dengan kumara untuk melihat pertandingan flamina.


"apa kalian berdua siap, ?" tanya wasit dari pertarungan itu yang melihat wajah flamina dan lawannya yang cuma menganggukan kepalanya, "baiklah mulai," kata wasit yang lalu flamina lalu langsung berlari ke arah lawannya yang ketika itu mengaktifkan sihir untuk menjaga jaraknya melawan flamina.


lalu penyihir itu lalu membuat semacam lingkiran sihir yang lalu mengeluarkan serangan batu yang mengarah ke arah flamina yang ketika itu menghindari serangan tersebut dan sekali lagi mendekat peyihir itu.


tapi sebelum sampai ke tempatnya, penyihir yang dia lawan membuat dinding sihir untuk menghentikan flamina yang mendekat, tapi ketika itu flamina segera berbelok dan melewati tembok itu dan berniat untuk menyerang penyihir itu, tapi dia dikejutkan dengan penyihir tersebut tidak berada disana.


"kau lengah," kata penyihir tersebut yang berada di atas langit, "terima ini," kata penyihir tersebut yang menembakkan puluhan serangan api ke arah flamina, flamina sendiri tidak memiliki waktu untuk menghindarinya, sehingga ketika itu dia hanya menangkis setiap serangan yang mengarah pada bagia tubuhnya.


'sial jika terus begini, aku akan kalah, jika kak lousse dan kak kazuto berada dalam keadaan ini, apa yang akan mereka lakukan,' pikir flamina yang ketika itu berpikir dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua kakaknya, sambil sekuat tenaga menahan setiap serangan dari musuh yang dia lawan.


'itu dia,' pikir flamina yang ketika itu mengalirkan sihirnya pada senjatanya dan mengayunkannya ke arah serangan musuh tersebut lalu setelah itu dia berlari ke arah dinding batu yang dibuat oleh lawannya, membuatnya tidak dapat melihat flamina yang ketika itu sedang menyiapkan sesuatu.


"terima ini, fire thrust," teriak flamina yang ketika itu telah mencurahkan semua sihirnya pada serangan terakhir itu yang ketika itu telah berhasil untuk melukai sedikit dari tubuhnya.


"waktu telah berakhir, karena tidak ada satupun perserta yang tumbang, maka hasilnya seri," kata wasit tersebut yang memberikan pengumuman jika pertarungan flamina beralhir dengan seri.


sedangkan di bangku penonton, kumara sedang memberikan laporannya kepada kazuto mengenai keadaan flamina, 'master, flamina telah selesai melakukan pendaftaran dan mendapatkan hasil seri dengan orang yang menjadi lawannya,' kata alter ego kumara dalam pikirannya kepada kazuto.


'terima kasih untuk laporannya kumara, untuk selanjutnya kau tidak perlu melaporkan apapun kepadaku, hanya cukup awasi saja dia,' kata kazuto kepada alter ego kumara, karena dia telah mendengar hasil yang didapatkan oleh flamina maka dia sudah yakin jika flamina telah siap untuk berpetualang.


'apa anda yakin master, ?' tanya alter ego kumara kepada kazuto, karena jika begitu maka itu berarti jika dirinya tidak akan mengirimkan pesan lagi kepada kazuto.

__ADS_1


'ya, aku yakin, waktunya flamina unfuk membuka jalannya sendiri, tugas kita saat ini adalah mengwasinya,' jawab kazuto.


'saya mengerti, maka saya akan melakukan apa yang anda perintahkan,' kata flamina yang lalu mematikan telepatinya dengan kazuto, dan berjalan ke arah flamina yang senang meskipun dia tidak menang tetapi dia juga tidak kalah.


"anda telah berhasil, saya ucapkan selamat nona flamina," kata kumara kepada flamina.


"ya, terima kasih," kata flamina yang lalu ketika itu dia melihat jika wasit pertandingan tadi berjalan ke arah mereka dan memberikan kertas nilai itu kepada flamina dan menyuruhnya untuk pergi menuju resepsionis untuk dibuatkan kartu identitas guild, lalu mereka pun pergi menuju resepsionis untuk memberikannya dan ketika itu resepsionis tersebut menyuruh flamina untuk menulis identitasnya.


"jeanne, itu adalah nama petualangku," kata flamina yang menulis di kertas daftar itu.


"apa anda tidak menggunakan nama anda, ?" tanya kumara.


"ya, setelah mendengar jika kak kazuto berniat untuk membuat namanya sendiri sebagai kazuto yuki, itu membuat ingin membuat nama untuk diriku sendiri, dan tolong mulai sekarang panggil aku sebagai jeanne," kata jeanne kepada kumara.


"baiklah, nona jeanne," kata kumara kepada flamina atau sekarang dipanggil sebagai jeanne, lalu ketika itu jeanne pu menyuruh kumara untuk tidak memanggil memanggilnya dengan sebutan nona karena saat ini dia hanyalah jeanne, panggilan nona itu membuatnya terasa seperti di istana.


"selamat, anda telah telah resmi menjadi seorang petualang, ini adalah kartu guild anda," kata resepsionis tersebut yang menyerahkan kartu guild dengan nama jeanne, dan terlihat jika jeanne mendapatkan peringkat C, karena telah berhasil mendapatkan hasil seri melawan lawan tandingnya.


"baiklah, sekarang anda telah diperbolehkan untuk mnegambil misi yang berada di papan," kata resepsionis tersebut kepada flamina yang ketika itu dia angguki dan segera pergi menuju papan pengumuman untuk mengmabil misi pertamanya.


"hm, kumara aku harus mengambil yang mana, ?" tanya flamina kepada kkumara.


"hm, aku rasa karena ini merupakan misi pertama, saya rasa mengambil misi peringkat rendah, sudah lebih dari cukup," kata kumara kepada flamina.


"baiklah, kalau begitu, aku ambil yang ini," kata flamina yang mengambil misi untuk mnegambil tanaman obat, lalu setelah itu dia menyerahkannya kepada resepsionis terssbut sambil bertanya letak dimana dia bisa menemukan tanaman itu.

__ADS_1


resepsionis itu mengatakan jika tanaman itu berada di gunung di luar kota, lalu ketika itu resepsionis itu juga mmeberikan contoh dari tanaman yang perlu dicari oleh mereka, lalu setelah itu mereka pun pergi dan mencarinya di luar kota.


Setelah beberapa waktu mereka berhasil menemukannya dan kembali ke guild dengan membawa tanaman tersebut yang menandakan jika misinya telah berhasil.


__ADS_2