
Ketika itu suasana di dalam kelas menjadi serius, tentu mereka sudah tahu dengan bagaimana sifat rui yang suka membuat masalah dan memprovokasi orang-orang untuk bertarung melawannya, sehingga mereka memutuskan untuk menghiraukannya karena tidak ingin terkena masalah.
"tarik ucapanmu," kata kumara dengan menggunakan nada yang dingin yang msmbuat orang-orang disana menjadi tidak nyaman, ketika itu telinga rubahnya telah muncul bersamaan dengan 3 ekornya.
"hah, ternyata sang rubah telah muncul untuk membela pemiliknya," kata rui yang ketika itu semakin memprovokasi kumara yang ketika itu telah mencapai batasnya lalu kumara pun melompat dengan tinjunya yang dilapisi oleh api.
"kena kau," kata rui yang ketika itu juga menyiapkan tinjunya yang ketika itu berubah menjadi warna abu-abu, tapi sebelum kedua tinju itu bersentuhan, sebuah tangan menghentikan tinju mereka untuk bergerak, rui yang melihat itu terkejut dengan kehadirannya yang awalnya ketika itu berada di depan kelas tapi dalam sekejap mata berpindah dan berada di depan matanya.
tidak hanya itu dia berhasil menahan kedua serangan antara dirinya dan kumara, walaupun dia sendiri hanya tidak sampai menggunakan setengah dari kekuatannya tapi itu tidak mengubah fakta jika dia berhasil menahannya.
"heh, jadi itu kemampuanmu ya," kata rui yang ketika itu tinjunya masih dipegang oleh kazuto begitu pula dengan tangan milik kumara yang ketika itu juga dipegang oleh kazuto.
"ya," kata kazuto yang singkat dan ketika itu cuma sekilas melihat rui sebelum berbalik melihat kumara, "kau tidak apa-apa, ?" tanya kazuto yang melhat sekujur tubuh kumara dan tidak terlihat jika dia mendapatkan luka.
"ya, saya tidak apa-apa master," kata kumara yang ketika itu sedikit tidak enak karena marah, dan membuat sedikit keributan, dia harus meminta maaf kepada yang lainnya juga detelah ini.
"baguslah," kata kazuto yang ketika itu masih mengaktifkan mode birunya untuk menyembujkan bekas luka bakar dari tinju kumara, 'tubuhku masih agak kaku, aku harus sedikit berolahraga setelah ini,' pikir kazuto.
__ADS_1
"maaf master, aku kehilangan kendali dan menyerangnya," kata kumara yang menyesal karena jika saja dia menghiraukannya tadi maka masternya tidak akan repot-repot menghentikan mereka berdua dalam bertarung sampai melukai dirinya sendiri.
"tidak apa-apa, lagipula kau melakukan itu demi diriku," kata kazuto yang tersenyum kepada kumara, "tapi kau akan tetap akan mendapatkan hukuman," kata kazuto yang menjentik dahi kumara dengan jarinya.
"baik," kata kumara yang lalu mereka pun duduk di bangkunya.
lalu setelah itu mereka melanjutkan pelajaran mereka, dan sepertinya pelajaran yanh mereka pelajari tidak jauh berbeda dengan pelajaran yang diajari di akademi hexion, sehingga mereka berdua dapat mengikuti pejalaran dengan baik, walaupun kumara masih sedikit kesulitan mempelajari hal ini karena dia masih baru.
"baiklah sekian untuk pelajaran kali ini, silakan keluar dan bersiap untuk pelajaran profesor glide," kata profesor itu yang lalu setelah itu para murid mengganti pakaian mereka dan menuju lapangan untuk pelajaran selanjutnya.
"baiklah, untuk pelajaran kali ini kita akan melakukan simulasi pertarungan, silakan mereka yang saya tunju untuk melakukan demonstrasi tersebut," kata profesor glide yang ketika itu memanggil murid satu demi satu yang pada akhirnya menyisakan 4 murid yang belum melakukan simulasi tersebut yaitu kazuto, kumara, margaret dan rui.
'kumara kau dengar,' kata kazuto yang memberikan telepati kepada kumara.
'ya,' jawab singkat kumara kepada kazuto.
"dengar, jangan pikirkan mengenai apa yang dia katakan sebelumnya, dia berniat untuk memprovokasimu dengan menggunakan diriku, tenanglah dan lawan dia tanpa membiarkan emosimu mempengaruhimu, dengan begitu kau akan dapat menang dengan mudah,' kata kazuto kepada kumara yang menyuruhnya untuk tidak terlalu terbawa emosi, jujur saja ini pertama kalinya dia melihat kumara menjadi marah, tapi dia merasa itu cukup dimengerti jika kumara marah karena temannya dihina seperti itu.
__ADS_1
"apa kalian berdua siap, ?" tanya profesor glie yang ketika itu melihat tatapan serius yang dipasang mereka berdua tapi mereka tetap mendengarkan apa yang fikatan profesor dan sebagi bukti mereka menganggikan kepala mereka.
"baiklah mulai," kata profesor yang pada detik kumaa langsung mengeluarkan ekor dan telinganya lalu melompat dengan tinju api yang sebelumnya dia siapkan untuk rui, tapi kali ini dia mencoba sebisa mungkin untuk tidak membiarkan emosinya mempengaruhi seperti apa yang dikatakan kazuto, rui sendiri juga telah bersiap dan mengeluarkan tinjunya dan menghantamkannya ke tangan api kumara, sehingga tinju mereka meimnimbulkan gelombang kejut yang cukup kiata yang membuat beberapa murid melindungi mata mereka.
"heh, ternyata kau tidak hanya omong kosong," kata rui yang ketika itu melihat tangannya yang sedikit terkena luka bakar dari pukulan kumara, 'ini akan sulit,' pikir rui yang ketika itu melihat jika kumara melesat dan berniat untuk memukulnya, tapi saat itu rui menahannya kembali dengan tangannya, lalu menyerang kumara yang ketika itu berhasil menghindar dan mundur beberapa langkah.
"fire ball," kata kumara yang memuncul 6 bola api di sekitar dan melemparkannya kepada rui yang ketika itu terus menghindar denngan berlari ke ke segala arah, lalu bergerak ke arah kumara, "terima ini," teriak rui yang ketika itu mendekat ke arah kumara yang terlihat sama sekali tidak terancam, dan memukulnya dengan sangat keras melewati arena yang membuat kumara didiskualifikasi yang membuat rui sebagai pemenang.
"karena keluar dari arena, maka pemenang-," kata profesor glide yang ketika itu sedang mengumumkan pemenangnya tiba-tiba berhenti karena pemandangan kumara yang muncul secara tiba-tiba dan memukul rui tepat di wajah yang membuatnya keluar dari arena.
para penonton yang melihat itu cuma membalikkan kepala mereka dan melihat kumara yang berada di arena dan kumara yang terkapar di lantai, tapi setelah itu kumara yang terkapar itu memudar dan menghilang yang membuat semua orang terkejut karena yang dilawan dari tadi oleh rui adalah kumara yang palsu.
'ketika dia menggunakan bola api, tujuannya yang sebenarnya adalah bukan untuk menyerang rui, tapi mengalihkan perhatiannya bersamaan dengan kami, karena secara tidak langsung perhatikan kami akam teralihkan pada rui yang mencoba untuk menghindari atau menahan serangan kumara, sehingga ketika itu dia mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kemampuannya tanpa seorang pun yang memperhatikan,' pikir profesor glide yang ketika itu telah membuat kesimpulan mengenai siapa yang memenangkan pertandingan ini.
"karena keluar dari arena, pemenangnya adalah kumara," kata profesor glide yang ketika itu membuat para murid segera memberikan tepuk tangan kepada kumara yang ketika itu segera keluar dari arena untuk pertarungan selanjutnya.
sedangkan ketika itu rui dibantu oleh beberapa teman kelas ke uks untuk diobati karena sepertinya kumara memukulnya terlalu keras.
__ADS_1
"baiklah, untuk pertandingan terkahir hari ini, margaret warenbor melawan kazuto yuki," kata profesor yang membuat suasana menjadi semakin tegang karena ini mungkin adalah pertarungan yang dinanti oleh semua orang.
"baiklah apa kalian berdua siap," kata profesor glide yang ketika itu melihat ke arah marfaert dan kazuto yang mengangguk, "lalu mulai," katanya yang memulai pertandingan terakhir hari ini.