The Reincarnator

The Reincarnator
bab 86 : pemulihan


__ADS_3

"baiklah sekitar seminggu lagi sampai kau dapat kembali beraktivitas, dan sebisa mungkin tolong dalam waktu itu anda tidak melakukan aktivitas berat," kata dokter itu kepada kazuto.


"baik dokter," kata kazuto yang menuruti perkataan dokter itu yang lalu pergi dari kamar mereka.


"syukurlah, kau tidak apa-apa," kata pram yang ketika itu berada di kasur di sebelah kazuto yang cuma mengangguk.


"ngomong-ngomong kak pram, setelah itu apa yang terjadi, ?" tanya kazuto, karena sebelumnya setelah dia memerangkap monster itu dia tidak sadarkan diri, dia jadi tidak tahu mengenai apa yang terjadi setelahnya.


"aku langsung membawamu ke rumah sakit, serta aku telah meminta kepada perawat utnuk memberikan kita izin untuk tidak masuk sekolah," kata pram yang ketika itu berdiri dari kasurnya, dan berjalan ke kaaur kazuto.


"hah, sepertinya semua akan tahu ya, soal apa yang kita lakukan semalam," kata kazuto yang tahu jika mereka harus berkata jujur mengenai apa yang terjadi semalam sampai mereka mendapatkan luka semacam ini, dan mereka harus mengatakan mengenai hal spesifik seperti monster yang mereka bunuh.


"ngomong-ngomong sebelumnya kekuatan apa itu, ?" tanya pram yang mengacuh pada mode ungu yang kazuto tunjukkan di saat terakhir sebelum dia kehilangan kesadaran.


"aku rasa itu adalah kekuatanku yang terpendam," kata kazuto yang menjelaskan mengenai kunjungannya bersama dengan lousse menuju kediaman duke elinstein untuk bertemu dengan dokter olivia mengenai dirinya, apakah dia masih memiliki kekuatan yang tersembunyi atau tidak.


"jadi dia memberitahukanmu jika kau masih memiliki kekuatan lain, selain 3 kekuatanmu, ?" tanya pram kepada kazuto.


"ya, dia mengatakan itu," kata kazuto sambil menganggikan kepalanya.


"begitu ya, syukurlah kau berhasil menggunakannya, jika tidak kita mungkin akan mati jadi makanan serigala," kata pram yang ketika itu tertawa bersama dengan kazuto sampai ada seseorang yang membuka pintu yaitu teman-teman kazuto, dan anggota dewan elit.

__ADS_1


"oh kalian," kata kazuto yang ketika melambaikan tangannya kepada yang lain.


"hah, sepertinya kau tidak apa-apa, kau membuat kami khawatir tahu," kata ren yang ketika itu berjalan mendekat ke kaaur yang ditiduri kazuro begitu pula yang lain.


"oh ayolah ren, tidak bisakah kau lihat jika kazuto benar-benar dalam keadaan yang buruk," kata katia yang mengacuh pada kazuto yang badannya dipenuhi dengan perban.


"ya, aku tahu maaf," kata ren.


"master, sebenarnya apa yang terjadi sampai master terluka cukup parah, ?" tanya kumara yang khawatir dengan masternya.


"ya, aku cuma berjalan-jalan di tengah malam karena tidak bisa tidur dan ketika itu aku merasakan kehadiran aneh yang membuatku tertarik dan memutuskan untuk melihatnya," kata kazuto kepada mereka yang percaya dengan apa yang dikatakan oleh kazuto karena mereka tidak terlalu tahu seperti apa kejadiannya, kecuali lousse yang dengan segera mengetahui kebohongan adiknya.


"jadi begitu, kazuto aku taruh ini disini ya," kata lousse yang ketika itu cuma tersenyum dan menaruh skeranjang buah di mejanya lalu mendekat ke kazuto dan membisikkan ini, "lebih baik kau ceritakan di istana setelah kau sembuh, apa kau mengerti," kata lousse yang ketika itu cuma diangguki oleh kazuto karena sepertinya kakaknya narah besar.


"b-baik," kata pram yang ketika itu melihat ke arah dewan elit yang lainnya khususnya para laki-laki untuk meminta bantuan, tapi mereka cuma mengalihkan pandangan atau berpura-pura tidak tahu.


"ayo pram," kata lousse yang ketika itu membuat pram pasrah dan perfi keluar ruangan bersama dengan lousse.


"tapi aku tak menyangka jika kau melawan monster serigala itu, apalagi dengan senior pram, aku benar-benar iri," kata arthur kepada kazuto yang cuma tertawa canggung.


"arthur, mereka hampir mati karena monster itu dan kau bilang itu beruntung," teriak lena yang ketika memukul kepalanya karena bersikap konyol.

__ADS_1


"tapi meskipun kebetulan aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah membantu pram," kata luke yang menundukkan kepalanya untuk berterima kasih kepada kazuto karena membantu temannya.


"ya, itu tidak masalah," kata kazuto kepada mereka, lalu setelah itu mereka pun berbicara cukup lama sampai waktu dimana waktu temu mereka telah berakhir, lalu mereka pun segera keluar untuk membiarkan kazuto beristirahat.


beberapa hari telah berlalu dan kazuto telah keluar dari rumah sakit, tapi meski begitu dia masih sedikit kesulitan untuk bergerak, ketika itu kumara datang setelah mendapatkan panggilan telepati dari kazuto lalu membantu kazuto untuk berjalan dan mereka lalu pergi menuju istana dimana ketika itu dia telah meminta kepada britni untuk mengatakan kepada orang tuanya jika sekarang dia akan menemui mereka karena kazuto berniat untuk menjelaskan mengenai keadaannya kepada orang tunya yang khawatir.


"tuan kazuto anda sudah datang silakan masuk," kata britni yang menyapa kazuto dan kumara yang lalu bergantian untuk membantu kazuto berjalan dan menuju suatu ruangan yang hanya kazuto yang dibiarkan masuk.


lalu setelah itu dia pun duduk di sebuah sofa yang berhadapan dengan ibu, ayah dan kakaknya, lalu berbicara mengenai hal yang terjadi ketika malam itu, jujur saja mereka telah mendengar gambaran kasarnya dari laporan yang diberikan oleh ksatria mereka, tapi mereka ingin mendengarnya dari orang yang berada di tempat kejadian itu secara langsung.


"dan begitulah yang terjadi," kata kazuto.


"jadi begitu," kata raja yang kurang lebih mengerti dengan alasan kenapa pram mengajak kazuto untuk melakukan itu, dia tidak menyangka jika anaknya bisa merasakan keberadaan, jujur itu adalah kemampuan yang sangat berguna untuk mendeteksi lawan, dan sebagai buktinya adalah monster yang berhasil mereka temukan dalam beberapa hari, yang merupakan pencapaian yang hebat dibandingkan dengan ksatrianya yang telah mencari selama beberapa bulan tapi sampai sekarang tidak mendapatkan hasil.


"jadi apa kau akan melanjutkan aktivitasmu ini, ?" tanya ratu yang ingin tahu dengan apa yang akan dilakukan kazuto setelah ini, jujur saja dia memiliki perasaan bangga kepada kazuto karena telah melakukan sesuatu seperti itu, tapi dia tidak senang dengan fakta jika dia malah mempertaruhkan nyawanya untuk melakukan itu.


Jujur saja ketika mereka mendengar jika kazuto berada di rumah sakit karena serangan monster yang berada di kota, mereka ingin berdiri dari kursi mereka dan menjenguk kazuto, tapi meski begitu mereka tidak dapat melakukan itu karena permintaan kazuto yang menyuruh mereka untuk tidak mempublikasikan namanya sebelum dia membuat nama untuk dirinya sendiri.


Yang berarti jika mereka tidak dapat menjenguk anak mereka, karena jika begitu akan membuat orang lain curiga soal raja dan ratu kerajaan mereka yang pergi menuju rumah sakit hanya untuk menjenguk seorang anak di tengah malam, apalagi kazuto sendiri sangat sendiri sangat mirip dengan ratu mereka.


"tidak, aku tidak akan melakukan itu," kata kazuto kepada orang tuanya yang ketika itu bernafas lega karena kazuto tidak lagi melakikan aktivitas berbahaya itu, begitu pula dengan lousse yang juga ikut lega karena apa yang dikatskan oleh kazuto itu adalah kebenaran.

__ADS_1


"ngomong-ngomong bagaimana jika kau tinggal sebentar disini, lagipula kami memiliki banyak waktu," tawar ratu kepada kazuto, yang ingin melakukan pembicaraan ringan serta menghabiskan waktu bersama dengan putranya


"aku rasa tidak masalah," kata kazuto yang ketika itu raja dan ratu menyuruh para pelayan untuk mengambil makanan dan minum untuk mereka, lalu sekaligus memanggil kumara untuk makan bersama sekaligus berbincang-bincang mengenai hal-hal yang mereka alami tadi.


__ADS_2