
Setelah kazuto dan katia bangun akhirnya mereka kembali ke asrama mereka tapi kazuto ketika tidak segera kembali ke kamarnya melainkan dia kembali lagi ks keluar untuk bertemu dengan pram.
"sepertinya kau sudah kembali bersemangat, apa pacarmu melakukan sesuatu, ?" tanya pram kepada kazuto yang mencoba mengalihkan topik.
"ahem, lebih baik kita lanjutkan," kata kazuto yang ketika itu pergi ke kota dan sekali lagi mengaktifkan mode hijaunya, lalu ketika itu dia merasakan secara spesifik mengenai sosok yang ada di depannya, "aku menemukannya," teriak kazuto kepada pram yang langsung berlari bersama dengan kazuto menuju suatu lapangan kosong, ke suatu gudang besar yang telah ditinggalkan.
"kazuto, apa kau yakin itu ada disana, ?" tanya pram yang ketika itu melihat kazuto berlari dengan cepat seakan akan terjadi sesuatu yang buruk, yang mebuat pram menjadi tidak nyaman karena mungkin saja jika ada hal yang buruk yang benar-benar terjadi.
"disana," teriak kazuto yang ketika itu tanpa menunggu lama, dan ketika itu dia memukul pintu masuk gudang tersebut dan menghancurkannya.
lalu ketika itu mata mereka membelalak dengan pemandangan yang mereka lihat, puluhan mayat yang tergelatak di tempat itu terlihat telah lama berada disana yang berarti jika hal ini telah terjadi cukup lama, kazuto dan pram melihat ke arah monster serigala yang ketika itu terlihat baru memakan semacam daging dan dari baunya, mereka tahu jika itu masih segar.
"hei, apa yang kau lakukan," kata kazuto yang ketika itu mode merahnya menjadi semakin ganas, lalu di pun berlari dan mengambil pedangnya, "red mode : lightning rage," kata kazuto yang menyerang monster di depannya menggunakan serangan yang ganas.
Tapi merasa jika itu bukan apa-apa monster itu hanya memukul kazuto tepat di perutnya, membuatnya terpental tapi sebelum mengenai dinding sebuah portal muncul dan memindahkannya ke arah pram.
"kau tidak apa-apa," kata pram kepada kazuto yang ketika itu melihat ke arah kazuto yang menonaktifkan mode merahnya dan berpindah ke mode biru.
__ADS_1
"jangan khawatir, aku akan segera sembuh," kata kazuto yang ketika itu telah menenangkan diri.
"begitu ya, kalau begitu tolong berhati-hati ketika mleawannya," kata pram kepada kazuto yang ketika itu berlari ke arah monster itu dan mencoba untuk menebasnya tapi monster itu sendiri mencoba untuk mencakar kazuto tapi sebelum mengenai kazuto sebuah portal kecil terbuka yang memindahkan tangan monster serigala itu ke arahnya sendiri.
"majulah, akan kuurus serangan monster itu," kata pram yang ketika itu mengaktifkan portal untuk memindahakn setiap serangan yang monster itu berikan ke kazuto menuju dironya sendiri.
"dengan begini, hancurlah kau, "blue mode secret technique : heaven slash," kata kazuto yang segera memberikan potongan besar pada tubuh serigala itu, sedangkan ketika itu serigala itu berteriak kesakitan dan melihat ke arah kazuto dan mencoba mencakarnya kembali, tapi sebelum mengenainya sebuah portal terbuka sekali lagi mengirimkan cakaran serigala itu di wajahnya yang membuatnya berteriak sekali lagi, tentu setelah itu kazuto tidak berniat untuk membiarkan kesempatan itu dan memberikan tebasan yang berulang-ulang kepada monster itu dan pada akhirnya dia memotong kepalanya sebagai pengakhirannya.
"sudah selesai ya," kata pram yang ketika itu lega, jika monster yang melakukan itu pada orang-orang akhirnya telah mati.
"ya, syukurlah," kata kazuto yang ketika itu melihat tumpukan mayat orang yang telah terbunuh, apalagi mayat yang baru saja mati ini, dia merasa kesal karena tidak tahu dengan hal ini lebih awal, jika saja dia tahu maka mungkin dia dapat melakukan sesuatu untuk mencegahnya, pada akhirnya dia menutup matanya dan berniat untuk keluar sampai dia merasakan sesuatu yang mendekat ke arah mereka.
"senior pram awas," kata kazuto yang mendorong pram ke pinggir sedangkan karena pram tidak sempat mentiapkan sihirnya kazuto harus menahan serangan serigala baru itu secara langsung tapi meskipun telah bersiap kazuto tetap terpental sampai dia menabrak dinding gudang.
Ketika itu serigala baru itu melihat ke arah serigala yang mati itu dan mengeluarkan air mata, sebelum melihat ke arah pembunuhnya dengan mata merah, tidak ingin apapun selain mencabik-cabik dan menyiksa mereka sampai mati.
ketika itu pram mengaktifkan portal di bawahnya dan memindahkan dirinya ke samping kazuto, "kazuto, kau tidak apa-apa, ?" tanya pram yang ketika itu mencoba untuk mengangkat kazuto karena lawan yang mereka lawan kali jauh lebih kuat dari sebeumnya.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa, pukulannya tidak terlalu kuat hanya saja dia benar-benar cepat, aku rasa dia adalah monster yang sebenarnya senior pram," kata kazuto yang ketika itu menyiapkan pedangnya bersiap untuk serangan selanjuntya dari monster itu yang sepertinya sudah tidak sabar untuk mencabik mereka.
"kazuto tolong berhati-hati, karena aku tidak yakin jika aku bisa membuat portal tepat waktu untukmu jika saja dia menyerang," kata pram kepada kazuto, dia telah melihat bagaimana dia menyerang dan dia telah membuat perkiraan kasar jika monster serigala yang saat ini mereka lawan, kira-kira 2 sampai 3 kali lebih cepat dari sebelumnya.
"baik, aku mengerti," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode birunya, lalu berlari ke arah monster itu dimana monster itu juga berlari ke arah kazuto, dan mereka lalu adu serangan dimana kazuto mengayunkan pedangnya sedangkan monster itu mencoba mencakarnya tapi beberapa serangan dari monster itu berhasil di pindahkan oleh pram yang membantu kazuto dari kejauhan.
'sial, mereka terlalu cepat mataku kesulitan mengikutinya,' pikir pram yang menfokuskan dirinya hanya pada membantu kazuto memindahkan serangan milik serigala itu dan memberikan serangan balasan mengggunakan serangan lawannya sendiri.
"dapat kau, portal lock," kata pram yang ketika itu membuat kedua tangan monster itu terjebak di dalam portal dengan mengecilkannya, ketika melihat itu kazuto langsung berlari ke arah monster itu dan memberikan serangan tebasan yang beruntun.
"blue mode : consecutive blue slashes," kata kazuto yang memberikan tebasan tidak terhitung jumlahnya ke arah monater itu yang lalu ketika dia mencoba melepaskan tangannya dari portal karena jika terus seperti maka dia akan mati, lalu dia pun menggigit 1 tangannya untuk membuat portal itu cukup besar agar tangannya dapat keluar.
"dia memakan tangannya sendiri," kata pram yang tidak percaya dengan monster di depannya itu.
Lalu ketika itu monster itu melihat ke arah kazuto dan pram, yang setelahnya dia melihat ke arah serigala yang sebelumnya telah kazuto bunuh yang berada di sampingnya lalu memakannya, membuat kazuto dan pram menjadi terkejut karena monster itu sebelumnya sempat menangis karena kematiannya tapi sekarang dia malah memakannya.
Lalu setelah itu monster serigala itu menjadi lebih besar dari sebelumnya, bulunya yang awalnya abu-abu sekarang telah menjadi putih, walaupun tangannya telah terpotong tapi serangan lain yang kazuto berikan sebelumnya sepertinya telah sembuh karena memakan rekan serigalanya sebelumnya.
__ADS_1
Serigala itu lalu melihat ke arah kazuto dan pram bersiap untuk melakukan serangan keduanya.