
Beberapa hari telah berlalu sejak pertarungan kazuto melawan bahal, hasilnya sendiri sangat mengejutkan bagi seluruh sekolah jika kursi ke-4 dari 10 dewan elit bisa kalah melawan murid baru.
Saat ini para dewan elit sedang berkumpul di satu tempat dan duduk di sebuah meja bundar.
"jadi bagaimana rasanya senior bahal, untuk kalah dari dari adik kelas," kata arthur yang menambah garam pada luka bahal, yang membuat bahal membuat wajah marah yang terlihat ingin menghajar arthur.
"arthur, kemari biar aku hajar kau," kata bahal yang benar-benar ingun menghajar arthur karena telah meremehkannya, tentu jika dia memang kalah, tapi pertarungan itu adalah pertarungan yang paling tidak menguntungkan untuknya, dia harus bertarung melawan murid dengan kontrak makhluk yang memiliki kemampuan untuk menetralkan racunnya.
"baiklah sudah cukup, kita kemari untuk mendiskusikan sesuatu, jadi bahal apa yang ingin kau katakan," kata lousse kepada bahal.
"hm, tujuanku memanggil kalian kemari adalah aku ingin memberikan kursiku sebagai 10 dewan elit," kata bahal.
"kau, orang yang paling egois yang pernah kutemui ingin mengundurkan diri dari kursi dewan elit, kenapa, ?" tanya arthur yang melihat ke bahal, sedangkan lousse dan pram hanya diam melihat bagaimana ini terjadi.
"ya, memangnya kenapa, kau memiliki masalah dengan itu," kata bahal yang ketika itu melihat ke arah arthur.
"tidak, hanya saja apa yang membuatmu ingin mengundurkan diri, sudah jelas jika itu bukan karena anak kelas 1 itu kan," kata arthur yang mengacuh pada kazuto.
"tentu saja bukan karena itu, aku memiliki alasanku sendiri," kata bahal yang tidak berniat untuk memberitahukan alasan kenapa dia berhenti.
"kalau begitu tidak masalah, tapi sebelum itu kita harus memilih siapa yang akan menjadi penggantimu," kata pram untuk pertama kalinya ketika rapat ini dimulai.
"sebenarnya, aku sudah menemukan kandidat," kata bahal yang ketika itu membuat wajah yang cukup jahat karena sepertinya dia akan menyerahkan pekerjaannya kepada seseorang.
"jangan-jangan," kata lousse yang melihat ke arah bahal yang cuma mengangguk puas.
"kazuto yuki, dia adalah orang yang akan mewarisi kursi ke-4 milikku," kata bahal yang ketika itu membuat semua orang terkejut.
"tunggu dulu, tapi maaf senior, tapi bukannya itu terlalu dini bagi anak kelas satu untuk mengambil kursi dewan elit, ?" tanya lena yang mengajukan pendapatnya, tentu dia sendiri telah mengakui kemampuan kazuto sebagai penyihir tapi untuk mengambil kursi dewan elit, dia merasa itu masih terlalu dini untuknya.
"tidak apa-apa, lagipula aku memang berpikir jika itu terlalu cepat baginya untuk mengambil kursi, tapi bukannya itu lebih baik jika nempersiapkan dirinya agar siap mengambil kursi yang cepat atau lambat mungkin akan segera dia duduki, lagipula jika nanti dia kesulitan masih ada kalian sebagai senior untuk membantunya," kata bahal yang ketika itu membuat beberapa orang mengerti jika akan lebih baik membina murid yang akan menjadi calon dewan elit, tapi ada beberapa orang disana yang ketika itu melihat bahal dengan wajah aneh.
__ADS_1
"bahal, bukannya maksudmu kita, ?" tanya lousse.
"tidak, itu cuma kalian, karena aku akan keluar dari akademi," kata bahal yang membuat semua orang terkejut kecuali pram dan lousse yang ketika itu cuma melebarkan mata mereka.
"AAPPAAA," teriak semua orang di ruangan tersebut.
"oh, ayolah aku keluar dari akademi, apa yang membuat kalian begitu terkejut," katanya yang mengatakan kata-kata itu dengan mudah.
"tidak, hanya saja kenapa senior tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari akademi, ?" tanya lena, dia tahu jelas dengan taruhan antara bahal dan kazuto, tapi kazuto sendiri mengatakan jika bahal tidak perlu untuk melalukan taruhan itu.
"hm, beberapa bulan yang lalu aku mendapatkan tawaran dari sir william untuk bergabung dengannya," kata bahal.
"sir william, maksudmu sword saint kerajaan, ?" tanya lena yang mendapatkan anggukan dari bahal.
"apa itu benar, nona lousse, ?" tanya lena.
"ya, itu benar, sir william meminta bahal untuk bergabung dengan timnya ketika liburan sebelumnya," kata lousse yang menkonfirmasi kebenaran dari kata-kata bahal.
"tapi putri lousse kenapa senior bahal yang mendapatkannya, bukannya senior pram, senior lousse atau senior luke memliki kekuatan yang lebih hebat dibandingkan dengan senior bahal," kata arthur.
"memang benar, jika kami memikiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bahal tapi bahal sendiri memilili keunggulan yang tidak kami miliki dan keunggulan itu yang membuat sir william, sword saint kerajaan tertarik padanya," kata luke kepada arthur yang mengerti setelah penjelasan luke.
"jadi karena itu aku akan mulai untuk mengemasi barang-barangku dan akan keluar seminggu dari sekarang, jadi tolong bantuannya untuk sisanya ok," kata bahal kepada yang lain.
"baiklah kalau begitu," kata pram kepada bahal, begitu pula dengan lousse, luke dan yang lain yang akan membantunya.
sedangkan saat ini kazuto sedang berada di kamarnya bersama dengan yang lain.
"hm, sepertinya memang tidak bisa diperbaiki," kata kazuto yang ketika itu sedang menjahit seragam milik kumara, sebelumnya kumara berubah menjadi rubah ketika dia sedang memakai seragam akademi dan saat ini kazuto mencoba untuk menjahit seragam kumara, tapi seperti yang dia lihat, seragamnya benar-benar hancur dan tidak bisa diperbaiki.
"ya, mau bagaimana lagi, lebih baik kau meminta kepada profesor untuk 1 set seragam baru," kata katia kepada kazuto.
__ADS_1
"hm, ya benar, lagipula kau tidak untuk terus memperbaiki baju milik kumara setiap kali dia berubah menjadi rubah," kata ren.
"maaf, sekali lagi aku membuat master mendapat masalah," kata kumara yang sedikit tidak enak karena terus membuat masternya kerepotan.
"kau memang membuat masalah, karena itu bekerjalah dengan baik untuk membalas semua ini, apa kau mengerti," kata kazuto kepada kumara.
"baik," balas kumara.
"tapi meski begitu," kata kazuto yang mengangkat seragam milik kumara, "meskipun kita membeli baju yang baru, itu tidak akan mengubah apapun karena masalah kumara akan merusaknya sekali lagi ketika dia berubah," kata kazuto yang mengarah ke akar masalah.
"bagaimana jika aku berubah setelah aku melepaskan pakaianku," saran kumara kepada yang lain.
"itu tidak bisa," kata katia yang menolak saran itu tanpa pikir panjang.
"itu benar, lagipula menurutmu akan memakan berapa banyak waktu untuk bisa memakai dan melepaskan pakaian," kata kazuto yang setuju dengan katia.
"hm, bagaimana kalau kita konsultasi dengan kepala sekolah mengenai ini," saran katia.
"ya, aku rasa cuma itu pilihannya ayo kita coba," kata kazuto yang lalu keluar dari kamarnya menuju ruang kepala sekolah.
"permisi," kata kazuto yang ketika itu masuk ke kantor kepala sekolah.
"hm, apa ada masalah kazuto, ?" tanya kepala sekolah yang ketika itu sedang duduk di kursinya.
"sebenarnya, kami ingin bertanya soal seragam milik kumara," kata kazuto yang lalu menjelaskan mengenai kumara yang terus merusak bajunya setiap kali dia berubah menjadi rubah, tentu saat ini dia bisa mengatasi hal itu karena katia memiliki banyak baju, tapi dia tidak ingin untuk berhutang terus pada katia.
"hm, jadi begitu ya, sebenadnya aku memiliki solusi untukmu, sebuah baju yang pasti akan cocok untuk kumara," kata kepala sekolah.
"lalu baju apa itu, ?" tanya ren.
"tentu saja, baju sihir," katanya.
__ADS_1