
1 hari telah berlalu sejak kazuto dam kumara pergi untuk mencari batu khusus untuk membuat benang sihir, saat ini mereka telah sampai setengah jalan hanya dalam waktu yang sangat singkat.
'master' kata kumara yang menggunakan telepati untuk berbicara kepada kazuto.
'ada apa, ?' jawab kazuto.
'aku mencium bau darah di di depan,' kata kumara kepada kazuto.
'apa kau tahu seberapa jauh mereka berada, ?' tanya kazuto yang kefika itu kumara hanya mengangguk.
'kalau begitu, ayo kumara, kita percepat langkah kita,' kata kazuto yang lalu kumara mempercepat langkahnya dan ketika itu mereka melihat segerombolan ogre yang ketika itu sedang bertarung dengan semacam beastman yang melindungi seseorang di dalam kereta.
'master,' kata kumara yang ketika kazuto telah mengaktfikan mode hijaunya.
"tetap maju, aku menembaknya," kata kazuto yang lalu menembakkan puluhan panah ke arah ogre yang menyerang beastkin itu, hal itu membuat para ogre mengalihkan pandangan ke arah kazuto yang menembakkan panah.
"hei, apa yang kau lakukan cepat," teriak kazuto yang menyuruh beastman itu untuk menyerang ogre yang ketika itu sedang teralihkan perhatian kepada kazuto.
"b-baik," kata beastman tersebut yang lalu menyerang ogre tersebut sedangkan kazuto sekali lagi menembakkan panahnya ke arah kepala mereka sehingga mereka harus menggunakan tangan mereka untuk melindungi kepala mereka.
"green mode : creeping roots," kata kazuto yang mengendalikan akar dari tanah dan menahan seluruh pergerakan para ogre sehingga beastman yang tadi dapat menusuk leher mereka dan membunuh mereka dalam sekejap.
"terima kasih karena telah membantu, namaku adalah bell," kata bell yang ketika itu berterima kasih kepada kazuto dan kumara.
"namaku adalah kazuto yuki dan dia adalah.." kata kazuto yang ketika itu memperkenalkan dirinya dan temannya.
__ADS_1
"kumara, senang bertemu denganmu," kata kumara yang ikut memperkenalkan dirinya.
"ini mungkin agak tidak sopan, tapi jika boleh saya bertanya, anda akan bepergian kemana, ?" tanya bell.
"kami ingin pergi menuju kerajaan beastman untuk mendapatkan izin menuju gua untuk menambang batu khusus untuk membuat benang sihir," kata kazuto yang menjelaskan kedatangan mereka.
"jadi begitu, apa itu untuk anda, ?" tanya bel yang melihat ke arah kumara.
"ya, kami baru membuat kontrak, dan saya baru-baru ini telah mendapatkan wujud humanoid saya, tapi menjadi masalah setiap kali berubah menjadi bentuk ini, karena saya harus melepaskan pakaian saya, karena jika tidak maka pakaian yang saya pakai akan hancur," kata kumara yang ketika itu mendapatkan anggukan mengerti dari bell.
"itu bisa dimengerti, kebanyakan dari kami beastman juga mendapatkan masalah itu, tapi berbeda dengan makhluk sihir, kami telah terbiasa menggunakan pakaian," kata bell.
"ngomong-ngomong tuan bell, jenis beastman apa saja yang dapat berubah, ?" tanya kazut.
"hm, sebenarnya itu salah, semua beastman dapat berubah menjadi wujud binatang, mereka hanya saja membutuhkan beberapa latihan untuk bisa melakukan itu, lagipula kami dari awal telah terlahir dengan bentuk humanoid sehingga ada beberapa beastman yang tidak tertarik untuk mempelajari teknik trasformasi binatang mereka," kata bell.
"saya bisa melakukan itu," katanya yang lalu berubah menjadi manusia serigala dengan warna abu-abu dan putih.
"wow," kata kazuto dan kumara yang terkesan melihat wujud perubahan serigala bell.
"ahem, bell meskipun aku ingin terus mendengar obrolan kalian, tapi kita tidak memiliki waktu," kata suara di dalam kereta yang ketika itu dengan segera bell kembali ke wujud beastkinya.
"tolong maafkan saya, yang mulia," kata bell kepada orang yang berada di ketreta
"tidak apa-apa, lagipula aku tidak terluka, bagaimana denganmu, ?" tanyanya yang membuka pintu dari keratanya dan terlihat seorang putri dengan rambut pirang panjang yang memakai gaun dan topi putih.
__ADS_1
"saya tidak apa-apa tuan putri, hanya saja.." kata bell yang melihat keadaan kuda mereka yang masih ketakutan dengan ogre dan sepertinya untuk sementara mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.
"jadi begitu," kata putri tersebut yang melihat ke arah kazuto dan kumara, "anda adalah kazuto yuki dan kumara kan, ?" tanya putri tersebut yang dijawab oleh mereka dengan anggukan.
"pertama saya ingin ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian karena telah memhantu bell mengalahkan para ogre, dan kedua, mekispun ini tiba-tiba, saya memiliki permintaan kepada kalian berdua," kata sang putri kepada kazuto dan kimara.
"permintaan apa itu yang mulia, ?" tanya kazuto.
"seperti yang kalian lihat jika kereta kuda kami saat ini tidak bisa digunakan, sudah jelas jika kami harus meristirahatkan kuda kami disini, tapi mengingat jika kami tadi telah diserang oleh kelompok ogre, kami menjadi khawatir jika bahaya seperti tadi akan datang kembali, karena itu saya ingin meminjam kekuatan kalian dalam perjalanan ini sampai ke kerajaan beastman," kata putri tersebut kepada mereka, tapi sebelum kazuto dan kumara memikirkannya, sang putri melanjutkan pembicaraannya sambil menawarkan sesuatu yang membuat mereka tertarik.
"tadi aku sempat mendengar jika kalian berniat untuk menuju kerajaan beastman untuk mendapatkan batu yang kalian cari untuk membuat benang sihir, apa aku benar, ?" tanya outri tersebut kepada mereka.
"jika begitu, maka aku akan memberikan kalian izin yang kalian butuhkan untuk pergi ke gua itu, anggap saja itu sebagai imbalan karena mau mengawalku menuju kerajaan beastman," tawar putri tersebut kepada kazuto dan kumara.
"kalau begitu, kami terima tawaran anda," kata kazuto yang setuju, lagipula jika dia menolaknya maka ada kemungkinan jika mereka akan kesulitan nanti disana untuk mendapatkan izin, lagipula di hadapannya saat ini adalah orang yang mungkin memiliki status yang tinggi di kerajaan beastman, dia tidak ingin membuat masalah.
"kalau begitu kita sepakat," kata putri yang menjabat tangan kazuto.
"oh ya, ngomong-ngomong dari tadi saya tidak tahu nama anda, ?" tanya kazuto kepada putri tersebut yang hendak naik ke kereta.
"reah, itu namaku," kata reah kepada kazuto yang ketika itu menutup pintu keretanya dan memutuskan untuk berisitrahat sedangkan kazuto dan yang lain melakukan beberapa tugas seperti menyiapkan tenda dan mencari makanan untuk mereka makan.
"baiklah, sudah selesai," kata kazuto yang telah menyelesaikan membangun tendanya dan saat ini menunggu kumara dan bell membawa bahan-bahan untuk dia masak.
"apa anda sudah selesai memasang tendanya, ?" tanya reah kepada kazuto yang ketika itu telah keluar dari keretanya dan menunggu yang lain.
__ADS_1
"ya, sebentar lagi makan malam, tolong tunggu sebentar," kata kazuto yang ketika yang lain telah datang dengan membawa beberapa ikan, kazuto lalu mengambil ikan tersebut dan mulai mencuci dan memotong ikan tersebut, lalu setelah itu kazuto mengambil beberapa bumbu sebagai bahan penyedap untuk
"baiklah, sudah selesai, silakan dimakan," kata kazuto yang telah menyelesaikan hidangan untuk mereka berempat dan mereka lalu segera makan dan menunggu sampai malam, dimana mereka tertidur sedangkan untuk kazuto dan bell, mereka memutuskan untuk bergantian berjaga karena mungkin saja jika bahaya akan terjadi kembali.