The Reincarnator

The Reincarnator
bab 56 : tes kumara ( part 1 )


__ADS_3

pagi hari telah tiba dan 1 hari lagi sebelum kazuto dan yang lain untuk kembali ke sekolah setelah liburannya, saat ini dia sedang berada di sekolah atau tepatnya berada di ruang kepala sekolah untuk mempersiapkan administrasi agar kumara dapat masuk dan menjadi murid di sekolah ini.


"baiklah, aku rasa ini sudah semuanya," kata kazuto yang menyerahkan dokumen masuk agar kumara dapat masuk ke sekolah, jujur saja ini sedikit lebih rumit dari apa yang dipikirkan oleh kazuto.


Karena kumara adalah murid pindahan, dia pikir jika dia akan mendapatkan kemudahan ketika melakukan tes, tapi dia sangat salah karena ujian yang akan dia lakukan akan sangat sulit, bahkan lebih sulit daripada ujian masuk, jika soal sihir dan praktek, dia yakin jika kurama bisa masuk peringkat yang bagus, tapi soal ujian tertulis, maka hal itu akan sangat berbeda.


kumara sendiri masih baru mempelajari bahas mereka apalagi waktu untuk ujian benar-benar sangat kurang, kazuto lalu terus memikirkan cara agar kumara dapat lolos ujian, tapi tidak ada cara lain selain curang yang muncul di benak untuk bisa membantu kumara agar dirinya bisa lolos.


'hm, tunggu dulu, aku bisa gunakan itu,' pikir kazuto yang sudah menemukan cara untuk membantu kumara dan setelah dia selesai di sekolah, dia pun kembali ke rumah untuk menjemput kumara dan pergi ke perpustakaan untuk belajar semalaman.


"baiklah apa kau siap, ?" tanya kazuto kepada kumara yang sedikit lelah karena belajar semalaman dengan kazuto.


"ya," kata kumara.


"baiklah ayo masuk," kata kazuto yang membawa kumara di ruang kepala sekolah sedangkan kazuto hanya menunggu di taman bunga, agar tidak mengganggu tes mereka.


"apa anda siap, nona kumara, ?" tanya kepala sekolah kepada kumara.


"ya," kata kumara yang lalu kepala sekolah memberikan lembaran untuk dikerjakan olehnya, 'baiklah tolong bantuannya master,' kata kumara yang mengatakan ini kepada kazuto dalam pikirannya.


'ya, serahkan saja padaku,' kata kazuto dalam pikirannya, semalaman dia berlatih untuk menggunakan teknik ini dengan kumara, itu adalah teknik yang bisa mereka gunakan ketika mereka memiliki kontrak darah, butuh beberapa waktu bagi mereka untuk bisa saling berkomunikasi dalam pikiran mereka.


'master aku tidak tahu soal ini, ?' tanya kumara kepada kazuto.


'apa pertanyaannya, ?' tanya kazuto.

__ADS_1


'siapa pendiri dari keluarga elinstein, ?' tanya kumara.


'dia adalah ronald elinstein,' jawab kazuto dalam pikirannya, dia ingat dengan bagaimana ketika pertama kali dia masuk ke kediaman elinstein dan melihat patung itu.


'baiklah master soal selan-' pikir kumara yang berniat untuk menanyakan jawaban untuk pertanyaan di soal selanjunya tapi kazuto memotongnya dan berkata.


'kumara, untuk pertanyaan ini kau yang jawab,' kata kazuto kepada kumara.


'eh, kenapa master, ?' tanya kumara yang tidak mengerti kenapa kazuto menyuruhnya untuk menjawab soal yang tidak mungkin dia tahu, padahal kazuto bisa memberitahukan jawaban untuk pertanyaan itu.


'itu agar kepala sekolah tidak curiga, untuk menerimamu sebagi murid disini, aku harus memberitahukan identitasmu sebagai makhluk sihir kepadanya,' kata kazuto kepada kumara yang dengan segera mengerti.


jika kepala sekolah kurang lebih sudah tahu jika beberapa hari ini dia sendiri masih kesulitan dalam membaca, apalagi jika dia mendapatkan nilai sempurna maka itu sudah pasti akan membuat mereka curiga, dan pasti akan menyelidiki jika mereka melakukan kecurangan.


'ada sekitar 80 pertanyaan, jika 100 adalah nilai sempurna dari mengerjakan semua soal ini, maka 1 soal senilai 1.25, maka untuk bisa mendapatkan 50, kumara harus menjawab 40 soal dengan benar,' pikir kazuto yang lalu melihat kembali soal-soal yang didapatkan oleh kumara dan harus dia katakan jika soal ini tidak terllau sulit, melainkan menarik untuknya.


'master, 4 pertanyaan terakhir,' kata kumara kepada kazuto yang berniat untuk mengatakan soal terakhir kepada kazuto, 'apa benar jika penyihir ronald menggunakan tongkat yang gagangnya merupakan batu sihir,? Silakan berikan penjelasanmu,' kata kumara.


'tidak, ronald elinstein tidak menggunakan tongkat yang dilapisi oleh batu sihir di gagangnya melainkan dilapisi oleh kristal sihir, sebuah batu yang telah terkonsentrasi oleh sihir selama puluhan atau bahkan ratusan tahun di area penuh sihir, kristal sihir itu kaya akan sihir, dan kristal tersebut puluhan kali lebih langkah daripada batu sihir biasa,' jawab kazuto untuk soal pertanyaan yang diajukan oleh kumara.


'soal selanjutnya kumara,' kata kazuto yang untuk pertanyaan selanjutnya.


'baik, apa saja gelar yang didapatkan oleh 4 penjaga elit raja hexion,' kata kumara.


'yang pertama adalah sword saint, merupakan gelar yang diberikan kepada pengguna pedang terkuat di kerajaan hexion, yang kedua bow god, gelar ini diberikan kepada ksatria yang menggunakan senjata jarak jauh diantara keempat penjaga raja, yang ketiga adalah spear lancer, gelar untuk penjaga yang menggunakan tombak sebagai senjatanya, dan yang terakhir adalah fist fighter, gelar yang dimiliki oleh ksatria raja yang menggunakan tinju untuk melindungi raja,' kata kazuto mengenai keempat pelindung raja dan gelar mereka.

__ADS_1


'jika dipikir-pikir ayah ren adalah fist fighter kan, itu berarti dia pasti sangat kuat,' pikir kazuto mengenai ayah dari temannya, yang tugasnya adalah melindungi ayahnya.


'apa nama sihir keluarga kerajaan hexion, ?' tanya kumara kepada kazuto.


'itu disebut sebagai sihir crest, itu merupakan sihir yang hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki darah anggota keluarga kerajaan, kemampuan dari sihir ini adalah untuk menciptakan senjata yang sesuai dengan keinginan pemiliknya, semakin banyak sihir yang mereka masukkan, maka kualitas dan kekuatan dari senjata tersebut akan semakin kuat,' kata kazuto kepada kumara.


'saat ini aku memiliki 2 senjata yang kubuat, yaitu pedang dan panah yang terbuat dari sihirku, kekuatannya sendiri sudah cukup bagus,' pikir kazuto yang ketika itu memikirkan sihir crestnya sambil menunggu kumara untuk menanyakan pertanyaan terakhir.


'tuan ini adalah pertanyaan terakhir,' kata kumara yang baru saja menyelesaikan soal ke-79 yang berarti jika ini adalah soal terakhir.


'apa itu,' kata kazuto.


'tolong berikan pendapatmu mengenai kenapa white fang ditinggalkan di medan perang oleh pemiliknya meskipun kondisinya masih sangat baik,' kata kumara.


'white fang ya,' pikir kazuto yang memikirkan alasan kenapa senjata sebaik white ditinggalkan begitu saja setelah perang berakhir.


'kumara, kau jawab sendiri pertanyaan ini sendiri,' kata kazuto yang tidak bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan ini, karena pertanyaan ini menyuruh untuk memberikan pendapat orang tersebut mengenai pedang tersebut.


Tentu kazuto sendiri juga telah memikirkan beberapa kemungkinan alasan kenapa dia meninggalkan pedang itu, tapi dia khawatir jika saja kepala sekolah akan mengetahui jika dia membantu kumara dengan memberikan jawaban, karena itu kazuto memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan itu.


'ya, setidaknya aku bisa yakin, jika dengan nilai ini kumara pasti akan lulus,' pikir kazuto yang memutuskan sambungannya kepada kumara sehingga dia tidak akan mendengarkan apa lagi yang dia pikirkan.


'jika menurutku, alasan kenapa dia meninggalkan pedang itu adalah sebagai tanda jika pertarungannya telah selesai dan meninggalkannya di medan perang untuk diambil oleh mereka yang pantas menariknya,' pikir kazuto yang mengingat waktu dia di museum.


"aku mau tahu siapa yang akan mendapatkannya ya," kata kazuto.

__ADS_1


__ADS_2