
kabar lalu terdengar di antara anak kelas satu, dua, dan tiga, jika kazuto akan melakukan pertandingan resmi dengan bahal, kursi ke-4 sepuluh dewan elit, tentu para guru dan osis telah membuat jadwal untuk pertarungan mereka yaitu sekitar 1 minggu setelah mereka melakukan perjanjian.
ketika itu juga, kazuto memutuskan untuk berlatih kemampuannya karena lawannya sendiri adalah 10 dewan elit, lousse juga datang untuk membantu kazuto dan memberikan data mengenau bahal yang membuat ekspresi kazuto menjadi lebih serius.
lalu hari itu yang telah di nanti telah tiba, saat ini para murid sedang duduk di kursi penonton, begitu pula dengan katia dan ren yang duduk di samping kumara yang ketika itu sedikit gemetar karena jika sampai masternya maka kontrak yang dia miliki akan terpotong dan dia tidak akan lagi memiiki master untuk seumur hidupnya.
"kau tenanglah, kazuto tidak akan kalah," kata katia yang mencoba menghibur kumara.
"ya, kazuto tidak akan kalah dadi pria racun itu," kata ren yang melihat ke arah arena yang ketika itu kazuto dan bahal telah berdiri di sana.
"ini kesempatan untuk menyerah loh, aku beri kau kesempatan terakhir," kata bahal yang menyuruh kazuto untuk menyerah.
"maaf tapi, jika dari awal aku ingi menyerah maka aku tidak akan menerima pertarungan ini dari awal," kata kazuto yang mengeluarkan pedang besinya, dan menyimpan pedangnya di crestnya.
"padahal aku berniat untuk memberikanmu kesempatan agar kau tidak dpermalukan, tapi sayangnya kau terlalu keras kepala, kalau begitu terima ini," kata bahal yang langaung mengeluarkan makhluk sihirnya untuk menyerang kazuto.
"blue mode," kata kazuto yang langsung mengaktifkan mode birunya, yang ketika itu menahan serangan dari serangan sisik ular milik bahal.
"ayo herpes, serang dia lagi," katanya yang menyuruh makhluknya untuk menyerang kazuto dengan lebih ganas dan ketika itu dia membuat kazuto terkena beberapa luka dari bagian tubuhnya.
"beruntung aku cuma terkena luka kecil," kata kazuto yang ketika mengelap darah di pipinya.
Sedangkan 0ara penonton yang melihat jika kazuto mendapatkan sedikit luka merasa jika kazuto sudah kalah, karena luka itu adalah penentu kemenangan bahal untuk bisa mengeluarkan raunnya.
__ADS_1
"terima ini, poison fog," kata bahal yang mengeluarkan kabut beracun yang bereaksi ke luka kazuto yang membuat luka di tubuh kazuto menjadi menghitam.
"cough* cough*" kata kazuto yang mengeluarkan darah dari mulutnya karena racun telah masuk ke dalam tubuhnya melalui luka kecil yang dia dapatkan.
"kau sudah kalah, menyerahlah, dari awal kau tidak memiliki kesempatan," kata bahal yang berbalik dan tidak menyadari jika kazuto telah kembali berdiri dan berlari ke bahal yang ketika itu tidak melihat ke belakang dan ketika itu bahal pun melihat ke arah kazuto yang memukulnya tepat di wajahnya dan membuat terlempar dari arena.
"aarrgghhh, apa ini, bukannya kau sudah terkena racunku bagaimana kau bisa tetap berdiri," kata bahal yang ketika itu memegang wajahnya, ekspresinya sendiri terlihat kesal, marah, bingung dan berbagai emosi lainnya.
"apa kau lupa dengan kemampuan dari modeku ini," kata kazuto kepada bahal yang mengingat ketika pertama kali kazuto menunjukkan kemampuan itu, dan ketika itu adalah ketika turnamen, "jangan-jangan kemampuan modemu itu, jadi begitu," kata bahal yang memasang ekspresi serius.
"pram, apa kau tahu apa yang terjadi, ?" tanya lousse yang duduk di bangku dan melihat adiknya sempat batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
"hm, sepertinya kemampuan dari mode adikmu tidak hanya menyembuhkan luka fisik, tapi juga menetralkan racun," kata pram yang melihat,racun yang berada di luka kazuto yang mulai menghilang, 'tapi sepertinya kemampuan itu juga membutuhkan waktu agar racun itu bisa menghilang dari tubuhnya, karena itu dia sempat muntah darah,' pikir pram yang merasa jika pertarungan ini tidak akan berakhir begitu saja.
"master," kata kumara yang senang dengan masternya yang tidak apa-apa, lalu melihat ke arah makhluk sihir yang menyerang masternya, jujur saja dia ingin untuk maju dan bertarung di samping kazuto, tapi saat ini dia tidak mendengarkan perintah apapun dari kazuto.
'sepertinya, aku harus berhati-hati, meskipun aku dapat menetralisir racunnya tapi itu membutuhkan waktu yang lelbih lama daripada yang aku pikirkan apalagi sihir yang ku keluarkan juga cukup banyak hanya untuk menyembuhkan 1 luka ini,' pikir kazuto yang lalu memberikan sinyal kepada kumara, "kalau begitu ayo maju, kumara," kata kazuto yang lalu kumara berlari dari bangkunya dan berubah menjadi wujud rubah ekor 3 dan berhadapan dengan herpes.
"sekarang kau sendirian, ayo maju," kata kazuto yang lalu maju dan memberikan pukulan di perutnya dan lalu memukul dagunya yang membuatnya terlontar ke atas lalu kazuto pun melompat dan menendang bahal.
"terima ini," kata kumara yang ketika itu mencakar bagian tubuh herpes yng ditutupi oleh sisik.
"wow, keadaan saat ini benar-benar berbalik," kata ren yang merasa puas melihat kazuto memukul bahal yang sombong itu.
__ADS_1
"ya," katia yang senang jika kazuto menang dan kumara tetap bersama dengan mereka.
"sialan kau, herpes gigit makhluk itu, aku sudah tidak peduli lagi, cepat bunuh makhluk itu dan selamatkan aku," teriak bahal yang ketika itu memberikan sinyal kepada makhluknya yang langsung berubah dalam mode pertahanan ke mode mode menyerang dan ketika itu dia langaung menggigit leher kumara dan memasukkan racun ke tubuhnya dan membantu bahal yang ketika itu dipukuli oleh kazuto.
"kumara, sialan apa yang kau lakukan padanya," kata kazuto yang ketika itu benar-benar marah.
"aku cuma memberikan makhluk yang akan menjadi milikku hukuman lebih awal," kata bahal yang membuat kazuto menjadi marah.
"apa kau bilang, ?" tanyanya yang ketika itu meihat dengan mata merah.
"biar aku beritahu sesuatu padamu kazuto, saat in makhluk sihirmu sedang terkena racun dari makhlukku, kau hanya memiliki waktu 2 jam untuk bisa mendapatkan penawarnya, jika kau tidak bisa, maka nyawa dari makhlukku akan melayang, dan hanya aku saja yang memiliki penawar untuk racun dari makhlukku," katanya yang menunjuk dengan tangannya ke arah kumara yang tergeletak di tanah dengan badan yang meradang karena racun di tubuhnya, "jadi kazuto apa pilihanmu," kata bahal.
"dia.. sialan," kata ren yang mengangkat tinjunya, bersiap untuk memberikan pukulan kepada bahal.
"jika begini, tidak peduli apa yang terjadi maka kazuto tetap akan kehilangan kumara," kata katia yang ketika itu melihat kazuto dan menggigit bibirnya.
"j-jangan... batalkan kontraknya.. tuan.." kata kumara yang lemah yang ketika berbicara kepada kazuto.
"heh, masih bisa bicara juga kau, aku terkesan, tapi kau tidak perlu khawatir, sebentar lagi kau akan segera menjadi milikku," kata bahal yang ketika melihat kazuto yang telah menonaktifkan mode birunya dan terdiam sementara.
"red mode," kata kazuto yang ketika itu tubuhnya dialiri oleh sihir merah yang mengelilingi tubuhnya.
"heh, jadi kau belum menyerah ya, tapi tetap tidak peduli apa yang kau lakukan, pada akhirnya kumara akan menjadi milikku, hahahahahahah," kata bahal yang tertawa karena kemenangannya sudah jelas.
__ADS_1
"coba kau pikirkan lagi, red mode : fire eraser," kata kazuto yang ketika itu menembakkan serangan api yang terbuat dari mode merah ke arah kumara dan membakarnya hidup-hidup.