
Rencana kazuto bukanlah mengandalkan jumlah atau kekuatan serangan untuk memenangkan pertandingan kali ini, itu lebih sederhana, dia membuat strategi dengan membuat para monster mengikutinya dan membawa mereka untuk dibunuh ren sedangkan kazuto sendiri hanya berlari dan mencari lebih banyak monster untuk mereka bunuh.
Itu merupakan rencana yang sempurna untuk membunuh monster dengan cepat tanpa menyianyiakan waktu, biasanya ketika seseorang membunuh kawanan monster membutuhkan waktu bagi mereka untuk mencari dan membunuhnya lalu mencari dan membunuh mereka sekali lagi, tapi dengan rencana kazuto mereka dapat menutupi kekurangan anggota dan kekuatan mereka, dengan mencari dan membunuh monster yang terus menerus datang ke arah mereka.
[ pengumuman waktu telah berakhir, tim yang saat ini memimpin adalah tim kazuto dengan 140 poin, diikuti dengan tim astra dengan 120 poin, lalu tim katia dengan 100 poin,] kata suara yang memberitahukan kepada seluruh peserta jika tes telah berakhir dan menyuruh mereka untuk berkumpul.
"hah, bagaimana ini bisa terjadi, sudah jelas kita memimpin di awal, mereka pasti curang, profesor mereka melakukan kecurangan," kata salah satu rekan astra yang tidak terima dengan hasilnya.
"apa kau bilang, kami.." kata ren yang ketika itu ditahan oleh kazuto, menyuruhnya untuk tidak melakukan hal bodoh.
"hentikan ren," kata kazuto yang menahan temannya.
"dan apa bukti yang kau miliki, tuan muda jack, jika tim kazuto melakukan kecurangan, ?" tanya profesor yang meminta bukti solid jika tim kazuto melakukan kecurangan.
"bukannya sudah jelas profesor, tidak mungkin kami yang memiliki lebih banyak anggota dan serangan yang lebih kuat bisa kalah oleh mereka," kata jack yang menunjuk ke arah tim kazuto.
"tuan muda jack, kami bisa memastikan dan bersumpah atas nama kami sebagai profesor akademi hexion, jika hasil ini merupakan hasil yang sebenarnya dan tanpa kecurangan sedikit pun," kata profesor kepada jack, mereka telah memantau setiap siswa untuk memastikan keselamatan mereka, dan juga untuk memastikan jika tidak ada kecurangan dalam tes ini, ketika itu mereka juga sama terkejutnya di jam kedua ketika mendengar hasil dari tim kazuto lalu memberikan mereka perhatian lebih, tapi sama sekali tidak ada kecurangan yang mereka berdua lakukan, melainkan mereka memainkan kartu mereka dengan sangat baik.
"hah, cuma menggongong tapi tak bisa menggigit, bagaimana rasanya, jack" kata ren yang meprovokasi jack yang membuat mereka saling menatap satu sama lain.
"baik, sudah cukup, kalau begitu kalian yang namanya disebutkan ambil 1 bola di kotak ini, kazuto yuki" kata profesor yang menyerahkan sebuah kotak dan kazuto yang pertama mengambil bola di kotak tersebut dan tertulis sebuah angka di bolanya yaitu angka 3.
__ADS_1
"baiklah selanjutnya, ren pendradrum," kata profesor yang setelah itu para murid mengambil bola di kotak itu dan menunjukkannya ke profesor.
ren pendradrum vs silvie shielton
Kazuto yuki vs jack darkus
Karnatia elinstein vs eliana
Astra winddum vs drake albatoros.
"baiklah, seperti yang telah ditentukan, kedelapan murid ini adalah murid yang telah dipilih untuk mengikuti turnamen karena performa mereka di tes ini, persiapkan diri kalian sebaik mungkin dan tunjukkan performa terbaik kalian," kata profesor kepada murid yang akan berpartisipasi di turnamen.
"oh, katia," kata kazuto yang menyapa katia dan menghampirinya.
"sebenarnya aku cuma ingin memastikan sesuatu, katia apa aku melakukan hal yang membuatmu marah padaku, ?" tanya kazuto yang merasa jika hubungan mereka akhir-akhir ini menjadi jauh, dia tak tahu kenapa tapi fakta jika katia menghiraukannya membuatnya tidak nyaman, "tolong katia, beritahu apakah aku membuat salah padamu, ?" tanya kazuto kepada katia yang tidak mau membuat kontak mata dengan kazuto dan akhirnya menyerah.
"itu karena aku ingin membuatmu memandangku," kata katia yang akhirnya jujur kepada kazuto, "selama 2 tahun kita saling mengenal, banyak hal yang selalu kita lalui bersama, ada waktu dimana aku benar-benar putus asa dan ingin berhenti tapi kau selalu membantuku untuk berdiri, kau menjadi penopangku, pilarku, karena itu aku malu dengan diriku karena aku selalu berjalan di belakangmu, aku tidak ingin itu, aku ingin menjadi orang yang berjalan di sampingmu, aku ingin menyusulmu karena itu ketika tes ini tiba aku memutuskan untuk berada di tim yang lain untuk menunjukkan kemampuanku padamu, tapi pada akhirnya aku kalah, tidak hanya aku kalah karena keegoisanku untuk mendapatkan pengakuanmu, aku juga membuat rekan satu timku mendapatkan tempat ke-3," kata katia yang mulai menangis, dan kazuto hanya disana berdiri melihat katia mencurahkan semuanya, lalu berjalan dan menaruh kepala katia di dadanya, menyuruhnya untuk memukulnya jika itu bisa meredakan frustasinya.
"lebih baik," tanya kazuto yang masih memeluk katia di dadanya.
"hm," jawab katia yang menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"dengar katia, aku tidak pernah menganggapmu sebagai beban, jujur saja aku menikmati waktu kita bersama, kau sebelumnya mengatakan jika aku adalah pilar yang membantumu untuk tetap berdiri bukan, tapi sebenarnya kau juga melakukan hal yang sama padaku, setiap kali aku berniat untuk menyerah ketika melakukan misi aku mengingat dirimu, kau adalah bagian yang membuatku tetap utuh katia karena tolong bisa kita kembali seperti semula," kata kazuto kepada katia yang langsung berlari dari kazuto tanpa memberi jawaban, ketika itu kazuto berniat untuk pergi meninggalkan tempat itu sampai dia mendengar suatu suara.
"kazuto, ya aku menerimanya," teriak katia yang kembali ke keadaannya yang ceria, matanya yang awalnya telah padam saat ini telah bersinar terang seakan telah menemukan cahayanya kembali.
"ya," teriak kazuto yang membalas katia, lalu setelah itu mereka berjalan ke arah mereka masing-masing.
lalu setelah itu kazuto mempersiapkan dirinya dan pergi menuju lapangan dimana kazuto akan berlatih menggunakan sihir yang pernah dia gunakan sebelumnya, "baiklah ayo kita coba," kata kazuto yang mulai mengaktifkan mode sihirnya, tapi kali ini dia tidak menggunakan mode sihir birunya melainkan mode sihir yang dia gunakan ketika bertarung melawan petualang kelas A waktu itu, lalu ketika itu dia berhasil mengaktifkannya saat ini dia dialiri oleh sihir berwarna merah di sekitarnya lalu memulai latihannya dengan mengayunkan pedangnya sampai dia kelelahan.
"ugh.." kata kazuto yang berlutut di lantai mencoba untuk berdiri, lalu setelah itu mode merah kazuto tiba-tiba menghilang dan kazuto terkapar di lantai, "ha.. Ha... Ha... Ini benar-benar berat," kata kazuto yang terlentang di tanah, 'mode sihir biru merupakan mode sihir yang meningkatkan kecepatanku, sedangkan mode sihir merah adalah kemampuan untuk meningkatkan kekuatanku tapi sepertinya masih butuh waktu untuk bisa menguasainya,' pikir kazuto yang melihat ke arah langit.
"hei, apa yang kau lakukan, ?" tanya seorang siswa dengan rambut putih yang melihat ke arah kazuto yang tidur-tiduran di tanah.
"berlatih," kata kazuto kepadanya.
"kau sedang melatih apa, mungkin aku bisa memberimu beberapa tips karena sepertinya kau sedang kesulitan," tawarnya kepada kazuto.
"apa tidak masalah," kata kazuto yang mendapatkan anggukan darinya.
"baiklah kalau begitu tolong bantuannya," kata kazuto yang berdiri lalu menunjukkan mode sihir merahnya kepadanya, lalu kazuto pun mencoba bergerak dan mengayunkan pedangnya untuk berlatih lalu setelah beberapa menit, kazuto menghentikannya dan kembali dalam keadaan yang lelah, "jadi apa anda bisa memberi saya beberapa tips," kata kazuto kepadanya.
"hm, jujur saja mode yang kau gunakan benar-benar unik, apa itu sihir origin yang kau gunakan, ?" tanyanya uang mendapatkan anggukan dari kazuto karena dia terlalu lelah untuk berbicara, "aku rasa satu-satunya kelemahan yang dimiliki modemu itu adalah batas waktu yang singkat ketika kau menggunakannya, ketika kau menggunakan mode itu kau mencoba menahan sebanyak mungkin sihirmu untuk menghematnya agar mode itu bisa bertahan lebih lama tapi aku merasa ada alasan lain kau menahan diri, jujur saja ini pendapatku tapi itu hanya akan mempersulitmu jika kau terus menahan diri, kau tidak akan pernah mendapatkan hasil yang kau inginkan jika kau masih mencoba untuk menahan sihirmu, coba lagi mode itu tapi kali ini jangan menahan dirimu, keluarkan semuanya, jangan takut jika kau sempat lepas kendali," katanya kepada kazuto.
__ADS_1
lalu ketika itu kazuto memikirkannya kembali sejak pertama kali mode itu muncul, dia dalam keadaan marah lalu mengamuk dan menyerang petualang itu tanpa ampun, dia beruntung karena waktu itu dia kehabisan tenaga jika tidak dia pasti akan menyerang profesor yang berada disana, sejak saat itu dia mencoba sebisa mungkin untuk menahan dirinya mencoba untuk tidak melewati batas tapi sepertinya itu berakibat fatal untuknya, dia jadi merupakan alasan kenapa dia ingin menjadi lebih kuat," terima kasih senior, aku akhirnya mengerti," kata kazuto yang berdiri lagi dan mengaktifkan mode merahnya lagi tapi kali ini berbeda daripada menahan sihirnya untuk keluar, kali ini kazuto melepaskannya sebebas mungkin dan ketika itu tidak hanya sekitarnya tapi seluruh tubuhnya juga dipenuhi dengan sihir merah.
"sama-sama," katanya yang melihat wujud baru dari mode sihir merah milik kazuto.