The Reincarnator

The Reincarnator
bab 81 : perkenalan diri


__ADS_3

Lalu setelah itu kazuto mulai menjelaskan mengenai awal dia mengambil misi itu dan bagaimana dia datang ke hutan mistis karena kemungkinan besar di tempat itu adalah tempat yang paling mungkin untuk bisa menemukan tanaman itu.


Kazuto juga menutupi beberapa hal mengenai pria yang dia temui dan letak sebenarnya dari bunga itu dan mengatakan kepada yang lain jika alasan kenapa kazuto berhasil menemukan bunga itu adalah karena mode barunya yang dapat merasakan suatu keberadaan tapi karena dia tidak tahu sepedti apa keberadaan tanaman itu, jadi membutuhkan waktu baginya untuk menemukannya.


"hm, jadi begitu, kemampuan sihirmu benar-benar sangat unik," kata pram yang mulai berpikir mengenai kemampuan mode milik kazuto.


"apa mungkin jika kau memiliki kemampuan lain yang maaih terpendam, ?" tanya lousse yang sedikit tertarik dengan kemampuan kazuto.


"aku tidak tahu, hanya saja mode ini muncul secara tiba-tiba, aku bahkan tidak tahu apa pemicunya," kata kazuto.


"hm, kalau begitu kita akan membutuhkan bantuan seseorang," kata lousse.


"bantuan kau bilang, ?" tanyanya.


"ya, ayo pergi," kata lousse yang lalu pergi bersama dengan kazuto keluar akademi meninggalkan dewan elit yang lain yang ketika itu memutuskan untuk melanjutkan rapat tanpa mereka yang menuju rumah duke elinstein.


"tuan putri lousse, apa anda memiliki janji dengan duke elinstein, ?" tanya penjaga yang ketika itu melihat jika kazuto berada di sampingnya lalu dengan segera membiarkannya masuk karena ingat dengan perintah duke untuk membukakan pintu setiap kali kazuto datang ke kediaman ini.


"maaf karena tidak menyadari anda, silakan masuk," kata penjaga yang membuka gerbang untuk mereka lewati.


"padahal aku adalah putri kerajaan tapi aku harus memiliki janji untuk masuk sedangkan kau boleh masuk kapanpun kau mau, untuk pertama kalinya aku merasa dikalahkan," kata lousse kepada kazuto karena sepertinya di kediaman ini, kazuto sangat disukai.


"ngomong-ngomong kak lousse, apa tujuan kita kemari, ?" tanya kazuto kepada lousse.


"kita kemari untuk bertemu dengan dokter olivia, untuk melihat statusmu, semoga saja dengan itu kita dapat mengetahui apa kau masih memiliki kemampuan yang masih terpendam," kata lousse yang memberitahukan tujuan mereka datang kemari.


"permisi," kata lousse yang ketika itu masuk ke ruang farmasi dimana dia melihat dokter olivia yang duduk sambil menulis laporan.


"tuan pitri lousse, senang bertemu denganmu," kata oolivia yang memberikan salam kepada lousse dan mengalihkannya pandangannya ke kazuto, "kazuto, lama tidal bertemu," katanya yang mendapatkan balasan berupa anggukan dari merela berdua.


"jadi bisa aku tahu apa tujuan kalian datang kemari, ?" tanya olivia.


"kami ingin tahu apakah kau bisa menggunakan mata octagram anda untuk melihat apakah kazuto masih memiliki kekuatan yang terpendam yang tidak dia ketahui," kata lousse yang membuat olivia melihat kazuto lalu dia pun mengaktifkan mata octagramnya untuk melihat statusnya.

__ADS_1


"hm.. baiklah kurang lebih aku mengerti," kata olivia kepada kazuto dan lousse yang telah memeriksa keadaan kazuto.


"jadi bagaimana hasilnya, ?" tanya lousse.


"dia memiliki kemampuan yang masih terpendam, tapi aku kurang tahu pasti karena aku tidak dapat melihat apapun selain tanda tanya," kata olivia yang telah memastikan jika kazuto memang masih memiliki kekuatan yang terpendam yang berarti jika dia hanya perlu untuk mencari tahu cara agar dapat mengaktifkannya.


"hm, jadi memang masih ada ya," kata lousse.


"ngomong-ngomong bagaimana awalmu mengaktifkan modemu itu, ?" tanya olivia kepada kazuto.


"awlanya ketika modeku itu aktif adalah ketika aku sedang melakukan misi bersama dengan katia, bukannya anda sudah soal kejadian itu," kata kazuto.


"ya, aku tahu, tapi bisa kau jelaskan mengenai detailnya," kata olivia yang ketika itu kazuto mulai menceritakan tentang awal dia bisa menggunakan mode biru lalu setelah selesai dia pergi dari kediaman duke untuk kembali ke asrama.


"kak lousse, boleh aku menanyakan sesuatu," kata kazuto.


"hm, apa itu," kata lousse kepada kazuto.


"sebenarnya apa saja kemampuan dari sihir ini, ?" tanya kazuto yang menunjukkan sihir creastnya kepada kakaknya yang ketika itu mulai menjelaskan mengenai kekuatan dan berbagai hal mengenai cara menggunakan kekuatan itu, dan beberapa cerita mengenai leluhur mereka yang merupakan ahli dalam menggunakan sihir ini, lalu setelah mereka selesai berbicara mereka memutuskan untuk kembali ke asrama yang ketika itu kazuto pergi menuju ke kamarnya.


"jika memang ada kekuatan yang masih tersembunyi maka aku akan kucoba untuk membangkitkannya," kata kazuto yang memutuskan untuk tidur tapi sedikit yang dia ketahui jika tubuhnya memancarkan semacam sihir aneh tapi dengan cepat menghilang sebelum sempat menunjukkan dirinya.


Lalu keesokan harinya kazuto melakukan aktivitasnya seperti biasa, dan setelah sekolah dia segera pergi menuju ruang rapat untuk melanjutkan rapat yang ditunda kemarin, tapi ketika itu dia bertemu dengan sosok yang familiar yang berjalan ke arah yang sama dengannya.


"senior pram," kata kazuto yang memanggil pram yang ketika itu berbalik dan menjawab panggilan kazuto.


"kazuto, kau juga berniat untuk ke ruang rapat, ?" tanyanya yang mendapatkan anggukan dari kazuto.


"ngomong-ngomong aku minta maaf karena telah membuatmu sendirian dalam melakukan ujian itu," kata pram kepada kazuto.


"ujian yang mana, ?" tanya kazuto yang tidak tahu darimana pram meminta maaf kepadanya.


"jujur saja, aku setuju dengan pendapat kalian berdua mengenai ujian itu akan lebih baik jika ditunda sampai akhir semester," kata pram yang berjalan melewari lorong.

__ADS_1


"lalu kenapa anda memutuskan untuk melakukan itu, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti dengan kenapa pram melakukan itu.


"untuk membuat mereka berkembang secepat mungkin, kau tahu jika belakangan ini aktivitas para monster telah meningkat dan para petualang mencoba sebisa mungkin untik mengatasinya bahkan ada kasus dimana suatu monster telah memasuki kerajaan dan membuat sarang di suatu tempat," kata pram yang membuat kazuto melebarkan matanya karena ada monster yang berkeliaran di kota mereka, dia tahu jika memang jumlah monster telah meningkat melebihi ketika dia dan katia menjadi seorang petualang tapi dia tidak menyangka jika sekarang telah menjadi seburuk itu.


"lalu alasan anda mengatakan ini kepada saya, ?" tanya kazuto kepada pram.


"aku butuh bantuanmu," kata pram yang ketika itu memutuskan untuk meminta bantuan kazuto mengenai hal ini.


"maaf kami telat," kata pram bersama dengan kazuto yang ketika itu datang ke ruang rapat sedikit telat.


"baiklah pram, cepat duduk, kita akan memulai rapat kali ini," kata lousse.


"ya, baiklah," kata pram yang ketika itu mengambil tempat duduknya, begitupula dengan kazuto yang juga ikut duduk di kursinya.


"ngomong-ngomong, kazuto apa kami sudah memperkenalkan diri padamu, ?" tanya arthur kepada kazuto yang lalu dia jawab dengan menggelengkan kepalanya.


"kalau begitu biar aku perkenalkan, seperti yang kau tahu jika namaku adalah arthur palentina dan disebelah kananku adalah lena gilbert, lalu siswi diantara lena dan senior pram adalah leonora olskar," kata arthur yang menunjuk ke arah wanita dengan rambut violet yang menganggukan kepalanya sebagai salam sapanya kepada kazuto.


"lalu disebelahku dia kurtz trudan," kata arthur yang menunjuk ke arah pria tinggi yang memiliki rambut biru laut, dengan warna mata perak, dia melihat ke arah kazuto dan memberikannya sebuah sapaan hangat kepadanya.


"lalu di sebelahnya adalah cyril break," kata arthur, dia memiliki rambut hitam dengan mata kuning, dia memiliki luka tebasan di mata kirinya, dia sendiri melihat ke arah kazuto dan memberikan salam yang sedikit berbeda dengan salam yang diberikan kurtz, rasanya seperti dia memberikan salam kepada orang yang mendapatkan rasa hormatnya.


"lalu selanjutnya di sebelah kananmu adalah senior oboro fotiatus, dia adalah anak kelas tiga sama seperti 3 orang yang duduk di samping kirimu," kata arthur, lalu oboro mengalihkan pandangan matanya dan memberinya jabat tangan, yang kazuto terima tapi ketika itu tangan kazuto yang berjabat tangan dengan oboro menjadi panas, dia pun akhirnya mengetahui jika oboro yang memberikan hawa panas itu, lalu kazuto sendiri mengaktifkan mode merahnya tapi dengan efek yang lebih lemah, yang membuat semua orang memperhatikan mereka, ingin tahu hal apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"senang bertemu denganmu," kata oboro yang melepaskan pegangannya dari tangan kazuto.


"sama," kata kazuto.


"hiuh, lalu selanjutnya di sebelah kirimu adalah senior luke shalter," kata arthur, dia memiliki rambut dan warna mata yang sama dengan adiknya, ketika dia melihat ke arah kazuto dan berkata.


"terima kasih, karena telah membantu adikku," katanya.


"ya, sama-sama," jawab kazuto.

__ADS_1


"lalu yang terakhir adalah senior lousse shuya hexion, dan pram cyrus," kata arthur kepada 2 sosok murid yang terakhir yang kazuto sangat kenal, yang ketika itu cuma melambaikan tangannya ke kazuto.


"mungkin kalian sudah tahu, tapi aku adalah kazuto yuki, senang berkenalan dengan kalian, serta mohon kerja samanya mulai sekarang," kata kazuto kepada yang lain, yang lalu setelah itu mereka memulai rapat mereka.


__ADS_2