
Beberapa jam telah berlalu sejak kazuto dan yang lain berada di dungeon dan saat ini mereka telah menghabisi banyak monster di lantai pertama, sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam dungeon karena saat ini mereka perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi di dalam dungeon.
"master, saya telah mendapatkan pesan dari salah satu alter ego milik saya," kata kumara kepada kazuto.
"apa itu, ?" tanyanya.
"saat ini monster itu telah pergi menuju lantai yang lebih bawah, tapi ketika itu alter ego saya tidak berani untuk mengikuti," kata kumara kepada kazuto.
"apa alter egomu di serang lagi monster itu, ?" tanya margaret.
"ya, sepertinya dia merasakan keberadaannya," kata kumara kepada mereka.
"jadi begitu," kata kazuto yang ketika itu mulai berdiri, "karena sepertinya monster itu sudah pergi menuju lantai bawah, maka kita akan melanjutkan eksplorasi kita," kata kazuto kepada yang lain, lalu setelah mereka selesai beristirahat mereka melanjutkan ke lantai ke-2 dimana monster yang akan mereka hadapi memiliki kemampuan yang lebih kuat dari monster di lantai pertsma.
"profesor chloe, murid anda telah memasiki lantai ke-2 dungeon," kata profesor yang dari tadi telah mengawasi kelompok kazuto.
"aku bisa melihatnya, dan kau tidak perlu khawatir, meskipun lantai kedua memiliki monster yang lebih kuat dari monster dari lantai pertama, tapi mereka telah membuat rencana dan telah membuat perkiraan mengenai jumlah kekuatan yang mereka miliki dan sudah pasti jika mereka telah cukup yakin untuk dapat menantang monster di lantai kedua," kata profesor chloe yang tidak memiliki perasaan lain, selain rasa percaya diri jika muridnya akan baik-baik saja, lagipula itu adalah tugasnya sebagai seorang guru untuk mempercayai muridnya.
profesor yang lain juga memiliki pemikiran yang sama, sebelumnya mereka telah melihat bagaimana kazuto menyuruh kumara membuat alter ego untuk melihat ke dalam dungeon, dan membuat perkiraan kasar mengenai kekuatan para monster di dalamnya.
Tentu setelah mendengar itu, para profesor merasa lega, jika ada kelompok yang membuat persiapan semacam ini untuk masuk ke dalam dungeon, karena di dalam dungeon tersebut terdapat banyak monster dari lantai 5 ke bawah yang memiliki kekuatan yang setidaknya berada pada kelas SS, dimana kelas itu adalah kelas yang dapat mengancam seluruh kerajaan, walaupun sampai saat ini belum ditemukan kebenarannya, karena tidak ada yang mampu untuk melewati kolam lahar panas di lantai 7.
"monster api yang berada di lantai ke-3, lalu turun ke lantai bawah, memiliki kemampuan untuk menciptakan sayap dari api, apa anda juga memikirkan hal yang sama dengan saya, kepala sekolah, ?" tanya salah satu profesor yang ketika itu mendengar mengenai deskripsi monster yang dikatakan oleh kumara, dan hanya ada 1 makhluk yang sesuai dengan semua kriteria itu.
__ADS_1
"naga salamander," kata kepala sekolah yang menyebutkan nama dari monster tersebut.
"tapi apa yang dilakukan pleh monster kelas S itu di lantai atas, bukannya rumahnya berada di lantai 7, yaitu danau lahar," kata profesor chloe, dia tahu mengenai monster itu yaitu monster dengan kekuatan api yang sangat kuat, dengan resistensi terhadap api, monster yang terlahir dan di dalam api, dan puncak tertinggi dari monster yang disebut salamander.
"ada kemungkinan jika ada masalah di lantai bawah dungeon, sehingga membuat monster lain untuk berpindah habitat," kata profesor disana yang kembali melihat para murid yang lain.
"baiklah kita lanjut ke lantai ke-2," kata kazuto yang kepada yang lain, yang ketika itu telah selesai beristirahat.
"baik," kata mereka, lalu ketika itu mereka mulai turun ke lantai 2 dimana ketika itu mereka langsung dihadapkan oleh monster kadal yang ketika itu melemparkan semacam cairan asam.
"semuanya mundur," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode hijaunya dan melilit tubuh kadal itu, membuatnya tidak bernafas dan mati.
"apa kalian tidak apa-apa, ?" tanya kazuto yang ketika itu melihat rui yang kakinya terkena cairan asam dan langsung disembuhkan oleh kumara.
"jangan khawatir, ini bukan apa-apa, kau bunuh saja monster itu," kata rui yang ketika itu masih menahan pengobatan yang diberikan oleh kumara.
"terima kasih," kata rui yang ketika itu melihat mayat dari monster yang melukainya, "tch, sialan kau," teriak rui yang mengeraskan tangannya dan berniat untuk menghancurkan monster itu.
"tunggu rui," kata kazuto yang menghentikan rui dari menghancurkan monster itu.
"kenapa kazuto, dia kan sudah mati, aku hanya akan menghancurkan monster ini berkeping-keping," kata rui kepada kazuto.
"kau boleh melakukan itu pada monster lain, kecuali monster ini," kata kazuto yang ketika itu melepaskan monster itu dari akar pengikatnya, lalu memotong perutnya, dan ketika itu darah keluar dari tubuhnya yang membuat lantai yang terkena meleleh karena cairan asam.
__ADS_1
"i-ini," kata rui yang ketika itu mengerti dengan alasan kenapa kazuto menghentikannya, jika saja dia mencoba untuk menghancurkannya maka darahnya akan berceceran tidak hanya pada dirinya dan mungkin temannya.
"sekarang kau mengerti, ?" tanya kazuto kepada rui yang ketika itu menganggukkan kepalanya.
"baiklah, ayo kita lanjutkan," kata kazuto yang lalu mulai memimpin lagi jalan dan beberapa waktu setelah itu mereka kembali lagi diserang oleh monster yang langsung mereka bunuh, dan lanjutkan kembali perjalanan mereka sampai kazuto memutuskan untuk kembali ke permukaan untuk beristirahat.
3 hari lagi telah berlalu, dan saat ini kazuto dan yang lain telah memutuskan untuk pergi menuju lantai ke-3, tapi sebelum turun ke lantai ke-3, mereka bertemu dengan kelompok lain.
'mereka kan,' pikir kazuto yang melihat 6 orang yang berada di depannya.
"kau kazuto yuki," kata seorang murid dari kerajaan beastman, dia memiliki telinga serigala dengan rambut berwarna hitam.
"ya," jawab kazuto.
"terima kasih," katanya yang ketika itu menundukkan kepalanya kepada kazuto yang membuatnya bingung.
"untuk apa, ya, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti dengan alasan kenapa murid dari kerajaan beastman itu tiba-tiba menunduk padanya.
"terima kasih karena telah membantu dan menemani kakakku bell dalam perjalanannya kembali ke kerajaan beastman, aku sangat berterima kasih kepadamu," katanya.
"ah, bell ya, jadi begitu. Tidak apa-apa, lagipula ketika itu aku juga berniat untuk pergi ke kerajaan beastman," kata kazuto.
"jadi begitu, kalau tolong perkenalkan namaku crone senang bertemu denganmu," kata crone yang lalu melihat ke arah rekan satu kelompoknya yamg cuma bernafas berat, dan mulai mengenalkan diri satu sama lain.
__ADS_1
"namaku adalah claudia rendreamon, aku dengar jika kau adalah murid kelas 1 terbaik di akademimu, senang bertemu denganmu," kata claudia kepada kazuto.
"kalau begitu sekarang giliranku, namaku adalah alfred brenstain, senang bertemu denganmu," kata alfret yang tersenyum kepada kazuto, dia memiliki rambut kuning panjang dengan warna mata biru, yang lalu melihat ke arah kazuto uang membuatnya terkejut, karena warna matanya tiba-tiba berubah.