
"baiklah kalian semua, jangan berisik," kata profesor sophia yang berdiri di depan kelas.
"seperti yang kalian dengar, jika kelas kalian akan mendapatkan murid baru, silakan masuk dan perkenalkan dirimu," kata profesor sophia yang menyuruh kumara untuk masuk.
"halo, namaku adalah kumara, untuk hal yang kusuka adalah berlatih sihir, dan untuk tujuanku adalah menjadi makhluk sihir yang melampaui leluhurku dan menjadi berguna untuk masterku," kata kumara yang langsung menunjukkan identitasnya sebagai makhluk sihir kepada seluruh teman sekelas.
"tunggu, anda bilang makhluk sihir, apa jangan-jangan anda.." tanya perempuan dengan rambut hitam yang diikat.
"anda adalah.." kata kumara yang ingin tahu namanya.
"alice, alice greemore," kata alice kepada kumara.
"baiklah, untuk pertanyaanmu aku memang bukan manusia, aku makhluk sihir yang sudah mendapatkan kontrak dan bergabung ke sekolah ini untuk menemaninya," katanya, "apa ada pertanyaan lain," katanya yang melihat beberapa orang ingin menanyakan beberapa hal kepadanya, dan dia pun menunjuk satu demi satu orang dan menjawab setiap pertanyaan mereka.
"permisi tapi anda jenis makhluk sihir apa, ?" tanya salah satu teman sekelasnya.
"aku adalah jenis rubah, pertanyaan selanjutnya," kata kumara.
"siapa kontraktor anda sekarang, ?" tanyanya.
"pertanyaan yang tepat itu adalah siapa kontraktorku karena kami tidak akan pernah untuk berpindah kontraktor meskipun mereka mati," kata kumara yang menjawab pertanyaannya.
"heh, kau tahu kan, jika aku adalah anak seorang viscount, jika aku mau aku bisa meminta ayahku untuk memaksa pemilikmu untuk menyerahkan kontraknya kepadaku," katanya yang membuat 2 sosok tertawa terbahak-bahak membuat seisi kelas mengalihkan pandangannya ke arah suara tawa itu yang tidak lain adalah milik katia dan ren.
"apa yang kalian tertawakan, ?" tanyanya.
__ADS_1
"oh, tidak apa-apa, chris aku rasa kau lebih baik diam, karena jika kau tahu siapa orang yang kau lawan, aku yakin jika keluargamu akan mengeluarkanmu dari rumah mereka," kata ren kepada chris yang ketika itu menatap tajam ke arah ren.
"asal kau tahu jika keluargaku berada di atas keluargamu ren, jadi jaga sikapmu ketika berbicara kepadaku," katanya yang membuat ren tertawa semakin keras karena dia disuruh oleh chris.
"oh ya, dan biar aku beritahu jika orang yang kau ancam itu memiliki koneksi dengan keluarga kerajaan jika sampai kau mengancamnya maka keluarga kerajaan akan menghancurkan keluarga valis" kata ren yang mengatakan jika orang yang akan diancam chris adalah orang yang memiliki koneksi dengan keluarga kerajaan, dia pun segera menutup mulut karena sekuat apapun keluarganya, tidak mungkin bagi mereka untuk mencoba menentang keluarga kerajaan.
"baiklah, kumara kau boleh duduk di kursi yang belakang yang kosong," kata profesor sophia yang lalu memulai pelajarannya.
Dan ketika istirahat tiba kazuto, katia dan ren keluar menuju perpustakaan, ketika itu juga kumara berniat untuk berdiri dan mengikuti kazuto tapi dengan segera dia kembali duduk dan menunggu beberapa menit dan pergi menuju perpustakaan.
"maaf telat, aku sedikit lupa dengan jalannya," kata kumara yang lalu duduk di samping mereka sambil membicarakan beberapa hal.
"ren, apa kau tahu soal chris dan keluarganya ini, dia sepertinya menginginkan kumara sebagai makhluk sihirnya, ?" tanya kazuto.
"hm, aku hanya tahu jika diantara keluarga mereka banyak yang memiliki hubungan dengan makhluk sihir, hanya chris saja yang sepertinya tidak memiliki kontrak dengan makhluk sihir apapun," kata ren.
"ya, aku dengar jika chris memiliki obsesi yang aneh dengan kakaknya, karena itu aku sedikit menyelidikinya beberapa waktu yang lalu," kata ren.
"obsesi kau bilang, ?" tanya katia.
"ya, dia adalah salah satu kursi dewan elit kursi ke-4 bahal valis," kata ren yang membuat ekspresi kazuto dan katia menjadi serius.
"tapi tunggu, apa hubungan obsesi kakak milik chris dengan makhluk sihir, ?" tanya katia, karena awal dari semua pembicaraan ini adalah karena chris yang tetarik dengan kumara.
"itu karena, senior bahal memiliki makhluk sihir juga," kata ren yang membuat semuanya menjadi masuk akal, dengan keinginan chris menginginkan kumara sebagai makhluk sihirnya.
__ADS_1
"jadi begitu, sekarang itu masuk akal," kata kazuto jika kemungkinan jika dia juga ingin memiliki kesempatan untuk mendapatkan kontrak dari kumara, tapi sayang jika tidak ada tahu jika kontrak sihir yang digunakan mereka adalah kontrak darah, sehingga itu tidak akan bisa dilepaskan.
"tapi ren, bagaimana kau bisa tahu soal hal itu, aku yakin jika ketika kita berada di hutan mistis kau tidak mengetahui apapun soal itu, ?" tanya katia.
"itu karena aku mencarinya di hari-hari terakhir ketika liburan kita, walaupun cuma sedikit, tapi aku berhasil mendapatkan informasi ini," kata ren.
"hm, jadi begitu ya," kata katia yang paham.
"ngomong-ngomong bagaimana dengan senior bahal, apa makhluk sihir kontraknya, ?" tanya kumara yang penasaran, apakah dia akan bertemu dengan sejenisnya di sekolah ini.
"hm, aku tidak tahu, tapi aku dengar jika makhluknya itu tidak memiliki kaki dan dia bisa terbang di langit," kata ren.
"apa mungkin itu ular, karena hanya itu saja makhluk yang bisa kupikirkan memiliki ciri-ciri tidak memiliki kaki dan tangan," kata katia.
"ada kemungkinan besar jika itu adalah sejenis ular yang membuat kontrak dengan senior bahal," kata kumara yang juga telah mencapai kesimpulan yang sama.
"hah, dan rumor mengatakan jika dia adalah tipe orang yang sama dengan adiknya, kemungkinan kau akan sulit kazuto," kata ren yang khawatir jika berita ini terdengar ke telinga bahal, maka sudah pasti jika dia akan mencoba untuk berinteraksi dengan kazuto, dan mengingat statusnya sebagai bangsawan dan pemegang kursi dewan elit, maka sudah pasti akan terjadi sesuatu yang buruk jika kazuto menolak atau berada dalam sisi yang buruk darinya.
"kazuto, sebisa mungkin sampai kau benar-benar siap, tolong jaga jarakmu dengan chris," kata ren, dia harus meminta bantuan dari senior lousse untuk membantu mengatasi bahal mendekati kazuto dan kumara.
"hei, apa kau menyuruh kazuto kabur soal ini ren," kata katia yang protes.
"bukan seperti itu katia, coba kau pikirkan saat ini bagaimana pandangan orang lain terhadap kazuto, ?" tanya ren yang membuat katia mengerti jika kazuto hanyalah seorang anak desa atau rakyat jelata di mata mereka, padahal dia sebenarnya adalah pangeran kerajaan ini.
"maaf, aku cuma tidak bisa terima jika kazuto diperlakukan seperti itu, hanya karena statusnya," kata katia yang akhirnya berhasil menahan amarahnya, terkadang selalu seperti ini, setiap kali ada seseorang yang menghina orang yang dekat dengannya dia selalu berkata tanpa berpikir, dan tanpa memikirkan konsekuensinya.
__ADS_1
"sudahlah tidak apa-apa, lagipula kau marah untukku, mana mungkin aku bisa marah karena itu, justru aku senang jika kau marah untukku," kata kazuto yang memegang kepala katia yang lalu membuatnya memalingkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
Sedangkan ren dan kumara hanya menyingkir dan menunggu sampai mereka menyelesaikan urusan mereka.