The Reincarnator

The Reincarnator
bab 36 : kebenaran


__ADS_3

"a-apa maksudmu pram, aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan," kata lousse yang dengan sedikit terkejut, mencoba untuk mengelak menjawab pertanyaan pram.


"lousse kita sudah saling mengenal selama lebih dari 2 tahun, dan aku bisa tahu jika kazuto memiliki semacam koneksi denganmu, jadi bisa tolong beritahu aku apakah kazuto benar-benar adikmu, ?" tanya pram.


"aku memang tidak bisa menyembunyikannya darimu ya, bagaimana kau bisa membuat asumsi itu, ?" tanya lousse yang sepertinya sudah menyerah.


"sebenarnya, aku sedikit curiga ketika semester ke-2 ketika kita kelas 2, setiap hari aku selalu melihatmu menciptakan 1 klon dan mengirimnya entah kemana dan ketika sore hari klon itu membatalkan sihirnya dan mengirimkan kembali ingatannya yang ketika itu membuatmu tersenyum," kata pram yang membuat lousse sedikit tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya, sambil membuat wajah yang berkata, 'apa aku semudah itu dibaca,'


"dan ketika upacara pembukaan aku melihat orang yang sangat menarik, dia memiliki rambut hitam pendek dengan mata biru yang mengingatkanku pada seseorang yang memiliki ciri-ciri yang sama di kerajaan ini, seorang yang terkenal dan merupakan anggota keluarga kerajaan," kata pram yang membuat kepala sekolah membelalakkan matanya karena dia juga tidak menyadarinya.


"ratu.. ya," kata kepala sekolah yang mulai mengerti, awalnya dia hanya berpikir jika itu adalah sebuah kebetulan jika kazuto memiliki rambut dan mata yang sama dengan ratu, tapi bagaimana jika bukan itu masalahnya.


"jujur saja, ketika aku melihat persamaan antara mereka, aku merasa begitu bodoh karena bagaimana bisa aku tidak menyadari persamaan antara dia dengan ratu, koreksi bagaimana bisa tidak ada satupun orang yang menyadari persamaan antara kazuto dan ratu, malahan dia terlihat seperti klonnya sebagai laki-laki," kata pram yang menunjukkan wajah ratu dan kazuto yang bersebelahan.


"itu benar, aku bahkan tidak menyadari jika kazuto adalah anak ratu hexion, tapi bagaimana, bukankah kita semua tahu jika pangeran cassian mati karena penyakit mana berlebihan yang ada di tubuhnya," kata kepala sekolah yang mengingat dengan bagaimana pangeran cassian mati.


"itu salah kepala sekolah, memang dikatakan jika cassian akan mati karena kelebihan mana yang ada tubuhnya, tapi ketika itu kami tidak pernah mengetahui apakah dia telah mati / tidak," kata lousse yang akhirnya bicara.

__ADS_1


"tapi lousse bagaimana kau bisa mengetahui jika kazuto adalah adikmu, bisa saja itu adalah kebetulan jika kazuto memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan ratu," kata pram yang menurut profesor cukup masuk akal, banyak orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan ratu jadi masuk akal jika pram mengira jika kazuto adalah salah satu dari mereka.


"karena ini," kata lousse yang menunjukkan mata octagramnya.


"mata octagram, apa jangan-jangan.." kata pram yang melihat ke arah lousse sebelum berkata, "sekarang aku mengerti," katanya yang akhirnya semua jawaban yang dia cari telah dia temukan.


"itu benar, aku melihat jiwa milik kazuto menggunakan mata ini, dan ketika itu mataku terbelalak karena jiwanya sama seperti dulu, benar-benar persis, itu adalah jiwa yang dimiliki adikku," kata lousse.


"tapi meski begitu, itu tidak masuk akal, bagaimana bisa dia bisa tetap hidup karena sebelumnya dia memiliki penyakit kelebihan mana, ?" tanya kepala sekolah yang merasa belum puas dengan jawaban yang dia terima.


"blue mode dan red mode," kata lousse.


"kemungkinan jika sihir baru milik kazuto berhasil menetralkan kelebihan mana yang ada di tubuhnya, dan membiarkannya tumbuh di dalam kazuto," kata lousse.


"jika begitu itu mungkin masuk akal," kata kepala sekolah, "tapi meski begitu, kenapa dia... " kata kepala sekolah yang mengingat sesuatu yang seharusnya dia katakan kepada kazuto.


"ada apa kepala sekolah, ?" tanya pram yang melihat sikap aneh kepala sekolah.

__ADS_1


"tidak, aku cuma mengingat sesuatu yang harus aku katakan kepada kazuto setelah dia sembuh dan setelah mendengar ini, aku tidak akan tahu bagaimana dia akan bereaksi," kata kepala sekolah yang mencoba mencerna semua hal yang dia dengar, tidak hanya terjadi insiden di dungeon tapi juga mengenai surat yang dia dapatkan dan kazuto yang merupakan seorang pangeran dan anak kedua raja dan ratu, dia merasa jika dia harus segera pensiun karena tumpukan pekerjaan ini.


"sesuatu, anda bilang," kata lousse.


"ya, ini mengenai desa tempat tinggal kazuto," kata kepala sekolah yang menunjukkan surat yang dia taruh di bajunya dan memberikannya kepada lousse dan ketika lousse membacanya, dia menangis sambil memeluk badannya sendiri, pram pun langsung mengambil surat yang telah jatuh tersebut dan mengerti jika sudah pasti jika kazuto akan sangat terpukul ketika dia mendengar ini, apalagi masih ada kabar mengenai identitas orang tuanya yang asli yang belum dia ketahui, tidak peduli apa yang dia pikirkan, tidak ada hal yang bisa pram pikirkan untuk bisa membantu kazuto, satu-satunya hal yang bisa dia pikirkan adalah mengurangi rasa sakitnya.


"jadi.. hic. bagaimana kita.. hic. memberitahukan ini, ?" tanya lousse yang ketika itu menangis, tidak peduli jalan apa yang dia ambil tidak ada satupun jalan yang akan membuat kazuto baik-baik saja, pada akhirnya dia akan terluka.


"kita cuma dapat jujur, dan mengatakannya secara terang-terangan," kata pram yang telah memutuskan mengenai langkah yang harus mereka pilih, dan dia memiliki untuk memberitahukan hal yang sehenarnya kepada kazuto.


"tapi, apa menurutmu itu yang terbaik, apa tidak ada cara lain, pram, ?" tanya kepala sekolah yang berharap jika pram dapat memikirkan rencana yang lebih baik untuk meringankan suasana.


"itu hanya akan semakin menyakitinya, jika kita menundanya," kata pram, tidak peduli seberapa manis kau mencoba menyembunyikan sesuatu, ketika hal itu diketahui maka orang itu akan merasa lebih sakit dari sebelumnya.


"sial, kenapa harus seperti ini," kata lousse yang memukul kasurnya dengan frustasi karena apa yang dikatakan oleh pram benar, jika dia semakin mengundur untuk memberitahu kazuto maka sudah pasti jika hatinya akan semakin sakit, dia pasti akan merasa dikhianati, lousse pun sempat berpikir kenapa dia tidak memberitahukannya mengenai identitasnya ketika mereka pertama kali bertemu di perpustakaan di waktu itu, kenapa klonnya tidak membuat pilihan untuk memberitahukan kebenaran padanya.


itu mudah, karena dia takut, dia takut jika adiknya yang tersayang akan membencinya, dia takut adiknya yang tersayang tidak akan mengakuinya sebagai kakak, karena itu dia mencoba sebanyak mungkin untuk menghabiskan waktu dengannya, mencoba untuk membangun hubungan yang baik dengannya, mencoba sebanyak mungkin untuk mengenalnya, agar ketika hari dimana dia siap untuk mengatakannya, dia tidak akan membencinya.

__ADS_1


tapi kenyataan ternyata tidak semanis yang dia kira, buktinya saat ini adalah hari dimana dia harus membuat pilihan untuk memberitahukan identitasnya sebagai kakaknya dan tuhan dia tidak tahu harus melakukan apa, dia sangat tersesat, dalam hatinya dia tidak berhenti berteriak meminta tolong untuk siapapun agar mau memberikannya petunjuk.


"lousse, sudahlah, jangan terlalu banyak dipikirkan, kami akan membantumu sebisa mungkin," kata pram yang mengelus kepala lousse yang ketika itu masih menangis.


__ADS_2