
"makhluk apa yang bisa melakukan ini, ?" tanya kazuto yang melihat tubuh monster yang tergeletak tak benyawa, ada beberapa dari tubuh mereka yang hancur, dan bekas-bekas yang ditumbulkan oleh monster ini benar-benar sangat jelas, 'jadi karena itu hanya ada beberapa monster yang datang ke arah kami, dan dilihat dari ekspresi mereka, mereka terlihat seperti kabur dari sesuatu,' pikir kazuto yang melihat para monster yang dihancurkan secara brutal seperti mereka tidak mendapatkan kesempatan sama sekali untuk melakukan apapun.
"tunggu apa yang terjadi disini, ?" tanya salah satu murid yang telah tiba di tempat kazuto dan pram berada.
"senior pram, apa anda yang membunuh semua monster itu, ?" tanya salah murid disana yang berharap jika pram yang membunuh monster itu.
"ya, maksudku senior kan murid terkuat di akademi sudah pasti ini bukan apa-apa baginya," kata salah satu murid yang melihat tumpukan mayat monster itu, meskipun dia tahu jika jejak yang ditinggalkan di tubuh monster itu bukanlah jejak manusia, dia masih mencoba untuk menolak kebenaran, begitupula dengan yang lain yang berbisik-bisik mengenai apa yang terjadi.
"ini bukan serangan senior pram," kata lena yang maju dan melihat luka yang diterima para monster, dan hasilnya sendiri sangat berbeda dengan yang selalu dihasilkan oleh pram.
"itu benar, kemungkinan serangan ini disebabkan oleh monster yang jauh lebih kuat dari perkiraan kita," kata pram yang sudah membuat kesimpulan dari bagaimana monster-monster ini dapat dibunuh dengan brutal.
'pantas saja, ketika kami masuk ke dalam dungeon, monster-monster yang bermunculan dan bertemu dnegan kami terlihat ketakutan, seperti mencoba untuk lari dari sesuatu, tapi untuk bisa melakukan hal semacam ini memangnya monster apa itu,' pikir katia.
"j-jadi apa kita harus bertarung melawan makhluk itu, ?" tanya salah satu murid yang takut untuk melawan mankhluk yang membantai para monster disini.
"tidak, kita akan pergi dari sini, kita tidak bisa untuk mengeksplorasi dungeon lebih lanjut," kata pram yang menghentikan eksplorasi dungeon.
"baiklah, lena tolong antar mereka keluar," kata pram yang menyuruh lena untuk membawa murid kelas 1 untuk keluar, sedangkan di akan menunggu disini dan melakukan eksplorasi dungeon sendiri, dia perlu memastikan keberadaan dari monster yang melakukan semua ini dan melaporkannya, apalagi dia khawatir dengan tim lain yang mungkin akan bertemu dengan monster ini.
"kazuto kau tidak pergi, ?" tanya pram.
"dan bagaimana dengan senior, ?" tanya kazuto yang saat ini berduaan dengan pram di tengah dungeon.
"aku berniat untuk memeriksa dan memperingatkan tim yang lain soal ini, aku rasa kau juga berniat untuk memberikan bantuan, apa aku benar, ?" tanya pram yang mendapatkan angggukan dari kazuto, "baiklah, kazuto kau..." tapi sebelum pram sempat memberikan perintah mereka mendengar suara auman dari arah lain.
"suara apa itu, ?" tanya pram yang lalu melihat ke arah kazuto dan dia segera berlari kesana untuk melihat keadaannya.
"cih, dia benar-benar kuat," kata salah seorang murid yang menyerang ke arah monster yang setinggi 6 meter yang membawa gada raksasa dengan menebasnya menggunakan pedangnya.
__ADS_1
"sudah lebih 10 dari kalian yang aku bunuh, sekaramg hanya tinggal kau," kata lousse yang berlari dan menebaskan kedua pedangnya ke tubuh ogre di depannya tapi pedangnya hanya dapat memberikan serangan kecil dan tidak menembus tubuhnya.
"aarggghhhh," kata ogre yang mengayunkan gadanya ke arah lousse yang langsung dia hindari dengan melompat dan sang ogre memberikan pukulan kepada lousse yang ketika itu tidak bisa dia hindari karena dia berada di udara, sehingga terpaksa menahannya, tapi karena serangannya yang kuat lousse terpental beberapa meter dari tempatnya dan menabrak tembok gua.
"ugh, sial.. Tanganku," kata lousse yang memegang pergelangan tangan kirinya yang sepertinya patah karena pukulan kuat ogre.
"kak lousse," kata kazuto yang ketika itu berdiri di samping lousse dengan blue modenya yang sudah aktif.
"kazuto, apa yang kau lakukan disini, ?" tanya lousse.
"aku mendengar suara monster disini lalu pergi untuk mengeceknya, bagaimana dengan yang lain, ?" tanya kazuto yang mengacuh pada murid lain yang dikawal oleh lousse.
"mereka sedang melakukan evakuasi, monster ini datang secara tiba-tiba dan menyerang kami," kata lousse yang memegang bagian tubuhnya yang terluka.
"tanganmu," kata kazuto yang khawatir dengan luka di tangan kiri lousse.
"kau tidak perlu khawatir, jika kau disini itu berarti dia akan datang ya kan, ?" tanya lousse kepada kazuto.
"kalau begitu, kita beri dia hadiah ketika dia sampai, ayo kazuto," kata lousse.
"ya," jawab kazuto.
sedangkan di tempat pram, "ayo cepat, sial, sebenarnya apa yang terjadi, kami beruntung mundur terlebih dulu," kata pram yang membantu evakuasi para siswa dari dungeon, beberapa dari mereka sampai menderita luka berat.
"senior pram," kata salah siswi yang memanggil namanya.
"senior lousse masih bertarung melawan monster yang menyerang kami," katanya yang membuat mata pram menyempit.
'sudah kuduga, dia bertarung melawan monster itu, kazuto pastikan kau melindunginya,' pikir pram yang segera mengevakuasi yang lain.
__ADS_1
"blue mode : blue slash barrage," kata kazuto yang mengeluarkan serangan tebasan yang dipenuhi olsh sihir dari mode birunya ke arah ogre.
"gaahh," teriaknya dan melemparkan gadanya ke arah kazuto yang di waktu itu berhasil dia hindari.
"red mode : lightning rage," kata kazuto yang menembakkan serangan petir yang ditambah dengan serangan dari segala arah oleh lousse.
"aarrrggh" teriak ogre dan ketika dia menaruh gadanya di langit dan memukul pijakan batu di bawahnya yang membuatnya menjadi retak.
"sial, kazuto awas," kata lousse yang menghindari serangan dari ogre, sedangkan tidak sempat menghindar karena jaraknya yang terlalu dekat ogre.
"aku tidak apa-apa," kata kazuto yang memindahkan dirinya di samping lousse dengan bagian tubuhnya yang terluka karena serangan ogre.
"apa kau tidak bisa menyembuhkan dirimu, ?" tanya lousse.
"jujur saja, aku sudah cukup kesulitan mempertahankan mode ini, apalagi aku terus mengganti mode biru ke mode merah tadi, jadi aku tidak bisa menggunakan kemampuan penyembuhan mode biru, karena itu akan lebih banyak menghabiskan sihirku," kata kazuto.
"kazuto, kau pergi dulu, diantara kita kau adalah yang tercepat, cepat pergi dan beritahu yang lain mengenai monster ini," kata lousse yang menyuruh kazuto untuk pergi.
"apa, jangan bercanda, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disini," kata kazuto yang ketika itu tidak menyadari jika sang ogre telah mempersiapkan gadanya dan menyerang ke arah lousse yang perhatiannya teralihkan dengan kazuto, "awas," teriak kazuto yang mendorong lousse menjauh dari serangan ogre sedangkan dia sendiri mencoba menahannya dengan pedangnya, yang membuat kazuto terpental ke tembok gua dengan memuntahkan sedikit darah dari mulutnya dan pedangnya juga ikut hancur karena serangan yang terlalu kuat dari hantaman ogre.
"kazuto," teriak lousse yang segera berlari ke arah kazuto yang terluka.
"cepat pergi kak lousse,"kata kazuto yang ketika itu kembali berdiri lagi dan mengaktfikan mode sihir birunya.
"kau tidak bisa melakukan apa-apa, lebih kita berdua pergi," kata lousse yang menarik kazuto untuk melarikan diri dan tidak menyadari jika tanda di tangan kanannya bersinar begitupula dengan kazuto yang waktu itu sihir birunya tiba-tiba terserap ke tanda yang muncul di tangan kanannya dan memunculkan sebuah pedang tipis berwarna biru dengan satu bagian yang tajam dan dibagian lainnya tumpul.
"ini," kata kazuto yang terkejut dengan kemunculan pedang di depannya.
"kazuto, ambil pedang itu," kata lousse yang menyuruh kazuto mengambil pedang dan mentransfer sisa sihir yang dia milik sebagai tenaga tambahan untuk kazuto, "sisanya aku serahkan padamu," katanya yang lalu dia tergeletak di tanah dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"ya, jangan khawatir, aku akan mengalahkannya," kata kazuto yang kembali dalam wujud blue modenya, setelah pemberian sihir dari lousse.