The Reincarnator

The Reincarnator
bab 51 : evolusi


__ADS_3

"k-kau adalah kumara, apa itu mungkin, bukannya sebelumnya kau adalah rubah, ?" tanya katia.


"aahh, jadi begitu ya," kata kumara yang melihat penampilan barunya yang lalu mengerti, "sepertinya aku telah berevolusi," kata kumara kepada mereka.


"tu-tunggu dulu berevolusi," kata katia yang sepertinya masih terkejut dengan informasi yang baru dia dapatkan, sebelumnya dia melihat jika pacarnya malah tidur dengan wanita lain dan di detik berikutnya dia mengetahui jika identitas dari wanita itu adalah kumara, lagipula di tempat pertama sepertinya bahkan dia sendiri tidak tahu mengenai jenis kelamin kumara.


"ya, walaupun aku tak menyangka jika aku bisa berevolusi secepat ini," katanya yang lalu memunculkan telinga dan ekornya yang berjumlah 3.


"j-jadi begitu," kata katia yang lega, yang lalu pergi menuju tendanya mengambil baju untuk dipakai oleh kumara, "ini tolong pakai dan pastikan kalian berdua tidak melihat apapun khususnya kau kazuto," kata katia yang mengancam 2 rombongan laki-laki untuk tidak melihat tubuh telanjang kumara, makhluk kontrak atau tidak dia tetap seorang perempuan.


"bagaimana, ?" tanya katia yang melihat jika bajunya pas dipakai kumara.


"ukurannya pas, hanya saja aku agak aneh karena memakai pakaian," kata kumara, dia tidak pernah memakai pakaian seumur hidupnya, tapi setelah dia mendapatkan wujud humanoidnya mau tidak mau dia harus mengenakan pakaian karena jika dia ingin berada di samping masternya maka dia harus terbiasa memakai pakaian.


"ya, seumur hidup kau tidak pernah memakai pakaian kan, jadi aku tahu ini pasti aneh bagimu, tapi kau tidak perlu khawatir, kau akan terbiasa," kata katia kepada kumara, yang menyuruhnya untuk tidak khawatir.


sedangkan kazuto dan ren sedang menyiapkan sarapan untuk yang lain sambil berbicara.


"aku tak menyangka jika evolusi kumara adalah evolusi humanoid, apalagi saat ini ekornya telah bertambah, dia pasti telah bertambah kuat," kata ren.


"ya, tapi dengan itu akan lebih mudah," kata kazuto.


"hm, lebih mudah apa maksudmu, ?" tanya ren.


"dengan itu, aku dapat meminta izin kepada sekolah untuk memasukkan kumara dan menjadikannya sebagai murid akademi hexion," kata kazuto.


"jadi begitu, sepertinya kau akan cukup repot mengurus administrasi masuknya, semoga beruntung," kata ren kepada kazuto.


"ya," kata kazuto.


"baiklah, kami selesai," kata katia yang keluar dari tenda demgan membawa kumara yang telah berpakaian.

__ADS_1


"b-bisa tolong jangan lihat, ini memalukan," kata kumara yang ketika itu melihat ke tanah, tidak mau membuat kontak mata dengan kazuto dan ren, sedangkan mereka hanya membalikkan kepala mereka, khususnya kazuto yang merasakan tatapan tajam dari wanita berambut ungu di sampingnya.


setelah itu mereka sarapan dan mempersiapkan diri untuk melakukan penjelajahan terakhir sebelum kembali ke ibu kota hexion.


"baiklah, ke arah sini," kata katia yang membawa kazuto dan yang lain menuju sebuah gua yang belum mereka jelajahi.


"apa ini tempat yang ingin kalian lihat," kata kazuto, selama 3 hari dia tidak melakukan penjelajahan apapun karena dia melatih kemampuannya.


"ya, ayo masuk," kata ren yang sudah tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam gua yang ternyata lebih luas dari perkiraan mereka.


mereka lalu masuk lebih dalam ke gua sampai mereka menemukan beberapa tulang monster disana.


"ini tulang monster kan," kata ren yang melihat puluhan tulang dari monster yang berjajaran di sana.


"ya, dan.." kata kazuto yang ketika itu mencium bau busuk dari dalam gua, dan melihat ke arah ren dan katia, "ren, katia pergi dari sini," kata kazuto.


"ada apa kazuto, ?" tanya ren yang tidak mengerti dnegan kenapa kazuto pabik.


"apa kalian tidak menciumnya, ?" tanya kazuto yang membuat mereka mengendus gua itu, dan mencium bau tidak enak.


"bau ini..." kata katia yang juga telah mencapai kesimpulan yang sama dengan kazuto dan juga memutuskan untuk pergi dari gua.


"benar, ini adalah daging busuk, itu berarti jika kemungkinan monster yang telah membunuh monster ini masih berada disini, lebih baik kita pergi," kata kazuto yang ketika itu kumara mendenguskan hidungnya dan mencium sesuatu yang lain.


"master," kata kumara.


"ada apa kumara, ?" tanya kazuto yang melihat ke arah kumara yang sepertinya ingij mengatakan sesuatu.


"saya mencium bau lain," katanya yang membuat kazuto melihat ke arah jalan menuju gua yang lebih dalam, dan sedikit demi sedikit kazuto dan yang lain mulai mendengar suara langkah kaki, dan suara nafas berat seakan telah melakukan suatu pekerjaan yang melelahkan.


"apa itu, manusia, ?" tanya ren yang melihat sosok yang mulai muncul dan dia terlihat beberapa centi lebih tinggi dari mereka hanya saja dia tidak memakai pakaian apapun selain robekan pakaian sobek yang menutupi bagian pusar sampai menutupi lututnya, dia memiliki kuku yang tajam serta hal yang paling menonjol darinya adalah 2 tanduk yang ada di kepalanya.

__ADS_1


"tidak, baunya bukan manusia," kata kumara yang ketika itu berubah menghancurkan bajunya dan berubah menjadi rubah ekor 3 dengan badan yang lebih besar dari ketika dia masih berekor 2, bersiap untuk bertarung.


"hm.... argggghhhh," teriak monster itu yang lalu berlari dan memukul ren tepat di perut yang membuatnya terpental dan membuatnya menabrak dinding gua.


"ren," teriak kazuto yang ketika itu monster yang memukul ren mengalihkan pandangannya ke arah kazuto, "sial," kata kazuto yang menggunakan blue mode dan adu serangan dengan monster itu.


"ren," kata katia yang berlari ke arahnya bersama dengan kumara.


"tungu sebentar," kata kumara yang lalu menggunakan sihir yang bercahaya hijau dan sedikit demi srdikit lukanya hampir sembuh.


"ini.." kata katia.


"sihir penyembuh, walaupun aku masih belum terlalu handal," kata kumara yang ketika itu telah mengobati ren yang lalu berdiri


"terima kasih, guh.. sial, awas saja dia," kata ren yang lalu mengaktifkan gautletnya dan bergabung dengan kazuto melawan monster itu.


"ren, kau tidak apa-apa," kata kazuto yang tadi melihat ren dipukul cukup telak di perutnya.


"masih sedikit sakit, tapi aku tidak apa-apa," kata ren yang lalu melesat ke monster itu dan memberikannya pukulan tapi monster itu dapat menahannya dengan mudah.


"ren minggir," kata kazuto yang membalas menyerang monster itu, dan mencoba menebasnya berkali-kali, melukai tubuhnya yang keras dengan pedangnya.


"aarrrggghh," teriaknya yang membuat kazuto mundur, dan mengambil tempat di samping ren.


"ren, kazuto, kemari cepat," kata katia yang menyuruh mereka untuk ke menuju arah mereka.


"ada apa katia, ?" tanya kazuto.


"kami memiliki rencana," kata katia yang membisikkan seduatu di telinga kazuto dan ren yang membuat mereka setuju dengan rencana itu.


"baiklah, kalian tidak perlu khawatir," kata kazuto yang lalu mengaktifkan blue modenya, "akan aku bantu," kata kazuto yang lalu melesat ke arah monster itu yang berniat untuk memukul kazuto tapi ren juga ikut bertindak dengan menahan serangannnya menggunakan tinjunya lalu kazuto pun menendang wajahnya dan tanpa melewatkan kesempatan itu ren memukul perutnya, membuat monster itu kesakitan dan mundur.

__ADS_1


"baiklah, sekali lagi," kata kazuto.


"ya," kata ren yang lalu mereka berdua, sekali lagi melesat untuk melawan sang monster.


__ADS_2