
"baiklah paman, aku berangkat dulu," kata kazuto yang sudah memakai seragamnya dan keluar dari rumahnya, saat ini dia telah kembali ke kazuto yang sebelumnya yang penuh dengan semangat.
"ya, hati-hati di jalan," katanya yang melihat kazuto yang sudah pergi dan hanya tersenyum karena muridnya telah menjadi lebih dewasa, "ya, setidaknya ini lebih baik dari kau yang depresi," katanya, 'aku harap jika pilihan yang kau ambil adalah yang terbaik,' pikir leon.
"sial, sebentar lagi pelajaran profesor sophia, aku harus cepat, blue mode," kata kazuto yang menggunakan mode birunya dan meleset dari rumah ke rumah dan sampai ke sekolah dengan cepat, "piuh, akhirnya aku sampai, aku harus kembali latihan, gerakanku sedikit lambat," kata kazuto yang merasa setelah 10 hari depresinya dia menjadi melemah, tentu itu masuk akal karena selama 10 hari itu dia hampir tidak melakukan apapun selain tidur di kasur, dia juga tidak makan teratur dan hampir sehari atau 2 hari dia tidak makan.
"baiklah saatnya untuk kelas," kata kazuto yang lalu berjalan dengan sedikit lebih cepat karena kelas akan segera dimulai.
"baiklah anak-anak silakan duduk, kita akan mulai pelajaran," kata profesor sophia yang melihat ruangan dan melihat jika kursi milik kazuto masih belum ada penghuninya, dia telah mendengar dari kepala sekolah mengenai apa yang terjadi pada keluarganya dan dia mengerti jika luka yang dihasilkan dari kejadian itu membutuhkan waktu untuk sembuh.
"hei, katia dimana kazuto, bukankah kau bilang akan membawanya kembali, aku bahkan mendapatkan hukuman karena membuat alasan untuk kau, kau tahu," kata ren yang merasa jika usahanya sia-sia.
"jangan khawatir, dia akan datang," kata katia yang yakin jika kazuto pasti datang ke kelas.
"maaf telat profesor," kata seseorang yang membuka pintu dengam sedikit keringat di wajahnya.
"kau memang telat, cepat ambil tempat dudukmu dan senang kau bisa kembali kazuto," kata profesor sophia.
"ya, senang bisa kembali," kata kazuto yang tersenyum dan duduk di tempat duduknya.
"baiklah, kita akan mulai pelajaran," kata profesor sophia yang memulai pelajarannya.
__ADS_1
Lalu setelah pelajaran, kazuto dipanggil oleh kepala sekolah dengan ditemani oleh pram dan lousse.
"bagaimana keadaanmu, ?" tanya pram kepada kazuto.
"lebih baik, meskipun orang-orang di desaku telah binasa tapi selama aku masih hidup, kenangan mereka akan selalu ada untuk membantuku mengingat jika mereka pernah ada," kata kazuto kepada pram yang hanya memberi kazuto senyuman hangat sedangkan lousse dia hanya dapat tersenyum sambil menjaga jarak dari kazuto.
Dia harus katakan jika dia menyedihkan, benar-benar menyedihkan, seharusnya sebagai seorang kakak jika dia yang harusnya menghiburnya bukan orang lain, tapi dia merasa jika dia tidak tahu apa yang harus dia katakan, berbeda dengan katia, ketika dia datang kepadanya sedikit bagian dari hatinya menginginkan untuknya agar mengambil tempatnya untuk menghibur kazuto dan sebagai hasil dia berhasil melakukan itu dengan sempurna.
Jujur saja, melihat pemandangan ini saja cukup sulit untuknya, putri iblis adalah julukan yang ditujukan padanya oleh para murid karena keberanian dan kenekatannya dalam menghadapi lawan yang tidak masuk akal, tapi kali ini dia terlihat begitu menyedihkan bahkan jika orang lain tertawa dia tidak akan mampu untuk menutup mulut mereka, karena dia bahkan tidak bisa untuk menghibur hati dari saudaranya yang terluka, dan pada akhirnya meninggalkannya lagi dan membiarkannya untuk ditolong oleh orang lain, kakak macam apa dia, jika hal semacam ini saja di tidak bisa.
"Baiklah kita sampai," kata pram yang membuka pintu kepala sekolah dimana ketika itu dia melihat kepala sekolah yang sepertinya sedang menulis kertas kerjanya.
"Ahem, permisi kepala sekolah, kami telah membawa kazuto yuki," kata pram kepada kepala sekolah.
"Halo kazuto, bagaimana keadaanmu, ?" Tanya kepala sekolah yang melihat kazuto yang telah kembali semangat dan mengalihkan pandangannya ke lousse dan bernafas berat karena kecewa jika lousse masih belum memberitahukan jika kazuto adalah adiknya.
"Saya sudah lebih baik," kata kazuto kepada kepala sekolah.
"Begitu ya, syukurlah," katanya yang senang jika kazuto berhasil mengatasi rasa kehilangannya, dan dia merasa jika sudah saatnya dia untuk memberikan itu padanya.
"Sebelumnya ayahmu memberiku 2 surat, surat pertama dikhususkan kepadaku yang menjelaskan mengenai apa yang terjadi padanya, lalu surat kedua ini untukmu," kata kepala sekolah yang menyuruh kazuto untuk maju dan mengmabil surat itu.
__ADS_1
"Ayahmu memintaku untuk memberimu surat ini jika kau sudah cukup dewasa, atau ketika kau sudah mengetahui kebenarannya, apa kau mengerti apa maksudnya, ?" Tanya kepala sekolah yang diangguki oleh kazuto.
"Aku selama ini terus berpikir kenapa ayahku menyuruhku untuk datang ke kerajaan ini 2 tahun lebih cepat, dan setelah kehancuran desaku aku rasa aku sudah mengerti," kata kazuto yang menjelaskan mengenai apa yang terjadi, sejujurnya dia sedikit curiga dengan kenapa ayahnya menyuruhnya untuk datang kesini 2 tahun lebih cepat, harus dia akui jika mungkin dia tidak akan bisa mencapai kekuatannya yang sekarang jika dia tetap berada di desa, tapi jika soal itu dia merasa jika itu bukan jawaban yang tepat, sehingga dia merasa jika ada maksud tersembunyi dari kenapa ayahnya mengirimnya kemari, hanya saja sampai sekarang dia tidak dapat mengetahuinya.
"Memang ayahmu itu memiliki kemampuan untuk membuat keputusan terbaik, dan setelah memikirkan semuanya dia merasa jika membuatmu pergi dari desa adalah pilihan yang terbaik," kata kepala sekolah, walaupun dalam hatinya dia merasa jika membuat kazuto merasakan keputus'asaan bukanlah yang terbaik tapi dia harus mengakui jika kazuto yang sekarang telah menjadi lebih dewasa.
"Ya, dia memang selalu mengatakan untuk percaya saja padanya, dan setiap kali dia berkata itu selalu terjadi," kata kazuto yang sedikit mengingat setiap momen bersama dengan ayahnya.
"Benar, seperti itulah ayahmu," kata kepala sekolah, 'dia adalah orang bodoh yang akan rela memberikan nyawanya untuk melindungi orang-orang yang penting untuknya,' pikir kepala sekolah yang melihat ke arah jendela dan meneteskan sedikit air mata.
"Kepala sekolah anda tidak apa-apa, ?" Tanya pram yang khawatir dengan kepala sekolah yang menangis di hadapan mereka.
"Jangan khawatir aku tidak apa-apa, aku hanya mengingat kenangan lama," kata kepala sekolah yang mengusap matanya.
"Kalau begitu aku pergi dulu," kata kazuto yang pamit dan meninggalkan ruang kepala sekolah untuk kembali ke kelasnya sampai suatu tangan menghentikannya.
"Bisa kita bicara," kata lousse yang berkata kepada kazuto untuk pertama kalinya setelah kazuto kembali.
"Ya," katanya yang melihat wajah serius lousse, dan mereka pun pergi ke taman bunga tempat dimana lousse akan berbicara jujur padanya.
"jadi apa yang ingin kak lousse bicarakan, ?" tanya kazuto yang mencoba untuk meringankan atmosfer dia antara mereka.
__ADS_1
"kazuto, sebenarnya aku adalah kakakmu," kata lousse.