
"master," kata kumara yang ketika itu melambaikan tangannya ke kazuto.
"ayo pergi," kata kazuto yang lalu mereka pun pergi menuju beberapa toko untuk membeli berbagai barang yang mungkin akan mereka gunakan ketika berada kerajaan cinder.
Lalu di hari selanjutnya kazuto menjelaskan kepada katia dan ren jika dirinya dan kumara akan menjadi murid yang akan mempresentasikan akademi hexion dan menjadi murid transfer selama 2 bulan disana.
"enaknya, kau dapat pergi ke kerajaan lain kazuto, apalagi kenapa kumara juga ikut, ?" tanya ren, dia tahu jika kazuto lebih kuat darinya, tapi dia ingin tahu alasan kenapa kumara yang merupakan murid baru di akademi mereka malah menjadi salah satu murid yang mempresentasikan sekolah.
"itu mungkin karena kumara adalah makhluk sihirku, jadi akademi memutuskan untuk mengirimnya bersamaku," kata kazuto kepada ren yang kurang lebih mengerti.
"jadi begitu, kalau begitu pastikan bawa oleh-oleh yang banyak ok," kata ren kepada kazuto.
"tentu, jangan khawatir akan kubawa yang banyak," kata kazuto kepada ren, lalu dia pun melihat ke arah katia yang terlihat sedikit sedih, mungkin karena mendengar berita jika dirinya akan pergi selama 2 bulan.
"setelah pulang sekolah, temui aku ok," kata kazuto kepada katia yang ketika itu cuma menganggukan kepala, lalu mereka melakukan pelajaran seperti biasa.
"maaf membuatmu menunggu," kata katia yang ketika itu telah mengganti pakaiannya dengan menggunakan pakaian yang diberikan kazuto kepadanya.
"tidak apa-apa, hanya saja.." kata kazuto yang sedikit terkejut dengan katia yang menggunakan pakaian yang dia berikan padanya ketika ulang tahunnya.
"ya, karena kau akan pergi untuk waktu yang lama, jadi aku ingin kencan ini jadi agak spesial," kata katia yang ketika itu cuma memegangi siku tangannya sambil mengalihkan pandangannya dari kazuto.
"kalau begitu ayo," kata kazuto yang ketika itu mengulurkan tangannya pada katia yang ketika dia terima dengan senang hati, lalu mereka pun menghabiskan waktu mereka seharian itu bersenang-senang yang dengan segera membuat katia yang sedih menjadi ceria kembali.
2 hari telah berlalu sejak saat itu, para murid yang telah ditunjuk oleh sekolah untuk mengikuti program berkumpul pagi-pagi untuk kereta yang akan menjemput mereka.
"jangan lakukan hal yang bodoh dan buat sekolah ini bangga," kata kepala sekolah kepada yang lain yang ketika itu mereka mengerti dan mengangguk, lalu setelah itu para murid yang lalu memberikan salam sampai jumpa kepada mereka berlima, terlebih lagi teman-teman dari kelima orang tersebut.
"arthur, tunjukkan kekuatan akademi ini pada mereka," kata salah kakak kelas kepada arthur.
"ya, serahkan saja padaku," kata arthur yang berbagi salam kepadanya.
__ADS_1
"lena, tolong berhati-hatilah ketika perjalanan," kata kakak kelas perempuan.
"kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga diri," kata lena kepada mereka.
"cyril, tolong berhati-hatilah," kata salah kakak kelas, dia memiliki rambut coklat dengan mata hijau yang ketika itu berbicara dengan cyril.
"ya, doakan aku ya, " kata cyril yang ketika itu tersenyum kepada sambil mengelus kepalanya.
"kazuto, jangan lupa ya," kata ren.
"aku mengerti ren," kata kazuto kepada ren, lalu mmeberikan salam sampai jumpa kepada yang lain.
"kumara, pastikan jika si bodoh itu tidak memaksakan dirinya, apa kau mengerti," kata katia kepada kumara yang memintanya untuk menjaga pacarnya, karena setiap kali dia pergi untuk melakukan sesuatu akan selalu terjadi hal-hal yang aneh.
"serahkan saja pada saya," kata kumara.
sedangkan untuk lousse, dia memberikan bekal kepada kazuto sambil memeluknya, "sampai jumpa dan jaga dirimu adikku," kata lousse kepada kazuto dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.
lalu setelah itu lousse pergi menuju kumara dan juga memberikannya pelukan agar yang lain tidak curiga dengan hubungan kazuto dan lousse, "selamat jalan dan tolong jaga adikku ok," kata louuse kepada kumara.
"baik," kata kumara, tentu tanpa diberitahu sekalipun dia akan selalu melindungi masternya, itu adalah janjinya.
"lena, selamat jalan ok, bawa oleh-olehku untukku ya," kata lousse yang ketika itu memeluk lena dengan tenaga yang cukup kuat yang membuat lena sedikit sesak nafas.
"s-senior lousse, aku mengerti, jadi t-tolong berhenti memelukku," kata lena yang setelah itu lousse melepaskan pelukannya, membuat lena lega karena dia dapat bernafas lagi.
"baiklah semuanya naik," kata kusir itu yang menyuruh kelima penumpang itu untuk naik ke kereta.
"baiklah, kami pergi dulu," kata mereka yang lalu naik ke kereta dan pergi menuju kerajaan cinder.
"baiklah, semuanya silakan kembali dan lakukan aktivitas sehari-hari kalian," kata kepala sekolah kepada mereka yang berada disana.
__ADS_1
"baik," kata mereka yang lalu kembali dan melakukan aktiviras biasa mereka.
lalu 3 hari pun berlalu dan saat ini kereta kuda yang dinaiki oleh mereka berlima telah mencapai kerajaan cinder.
"tolong tunggu," kata penjaga yang ketika itu menghentikan kereta kuda yang dinaiki oleh kazuto dan,yang lain.
"tolong tunjukkan identitas kalian," kata petugas itu yang meminta kepada mereka berlima untuk menunjukkan identitas mereka untuk bisa masuk ke kerajaan ini.
"ini," kata cyril yang menunjukkan surat dari kerajaan hexion kepada penjaga itu.
"silakan masuk, maaf telah menghentikan kalian," kata penjaga yang dengan segera membiarkan mereka masuk setelah melihat surat itu.
mereka pun masuk ke dalam kerajaan itu dimana mereka melihat berbagai macam hal yang tidak ada di kerajaan mereka, ketika itu mereka pun terus melanjutkan menuju suatu gedung besar, dimana mereka melihat banyak remaja laki-laki dan perempuan yang memakai seragam akademi.
"wow, jadi ini akademi kerajaan cinder ya," kata arthur yang melihat-lihat area di sekitar akademi.
"benar, ini mirip dengan akademi kita," kata lena yang sama melihat-lihat arena sekitar.
"baiklah kalau begitu ayo kita pergi, kita masih perlu masuk dan melaporkan ini kepada kepala sekolah," kata cyril yang memberitahukan kepada yang lain untuk segera melakukan pekerjaan mereka.
"baik," kata mereka yang lalu mereka pun berjalan melewati gedung sekolah sambil bertanya-tanya pada murid yang lain mengenai ruang tempat dimana kepala sekolah berada.
lalu setelah itu seorang murid perempuan dengan rambut kuning dengan bagian bawah berwarna pink menunjukkan arahnya kepada mereka, "baiklah ini adalah ruang kepala sekolah," katanya yang ketika itu mengetuk pntu masuk.
"kepala sekolah, mereka telah datang," kata murid itu.
"biarkan mereka masuk, margaret," kata suara yang berada di dalam ruangan itu, menyuruh mereka untuk masuk.
"baiklah, ayo masuk," kata margaret yang lalu membukakan pintu masuk kepala sekolah kepada mereka.
"selamat datang murid akademi hexion," kata kepala sekolah.
__ADS_1