The Reincarnator

The Reincarnator
bab 23 : turnamen


__ADS_3

Beberapi hari telah berlalu dan hari dimana kedelapan peserta telah berkumpul di arena ditengah ibukota dimana mereka tidak hanya akan ditonton oleh para peserta akademi tapi sekaligus raja dan ratu serta para penduduk kerajaan hexion.


"guru anda disini," kata theodor yang melihat gurunya leon yang duduk di bangku penonton dan memutuskan untuk duduk bersamanya.


"theodor kau tidak duduk bersama dengan istrimu, ?" tanya leon yang melihat ke arah muridnya yang memilih duduk di bangku penonton daripada bangku yang disediakan khusus untuk bangsawan.


"aku memutuskan duduk bersama dengan guru, lagipula yang selalu para banhsawan itu bicarakan adalah mengenai politik dan mengenai betapa hebatnya keluarga mereka, aku cukup muak dengan itu karena itu aku pindah kemari," kata duke theodor, "lalu bagaimana dengan guru, apa alasan guru datang kemari, ?" tanya theodor yang penasaran dengan gurunya yang menunjukkan minatnya sampai datang ke stadion untuk melihat pertarungan murid akademi hexion.


"aku cuma ingin melihat seberapa jauh perkembangan muridku dalam 2 bulan ini," kata leon yang mendapatkan anggukan dari sang duke, sebelumnya dia mendapatkan kabar jika kazuto dan timnya yang terdiri dari dirinya dan ren pendradrum berhasil mendapatkan tempat pertama di tes sebelumnya, meskipun lawan mereka adalah tim 5 orang termasuk putrinya sendiri yang berada di tim yang berbeda, tentu hal itu merupakan hal yang menarik perhatiannya sehingga dia memutuskan untuk melihat turnamen ini, berbeda dengan turnamen tahun-tahun dulu dimana dia menyerahkannya kepada istrinya untuk menghadirinya karena dia ingin memberikan wajah terhadap raja dan ratu yang hadir disana.


"sepertinya sudah dimulai," kata leon yang melihat ke arah stadion dimana juri telah bersiap untuk mengumumkan pertarungan.


"baiklah, turnamen sihir akademi hexion akan dimulai, silakan bagi peserta pertama ren pendradrum dan peserta kedua silvie shielton maju ke arena," kata wasit yang memanggil kedua peserta untuk maju.


"baiklah aku siap," kata ren yang segera maju ke lapangan untuk pertarungannya, dengan memukul tinjunya.


"belohkah aku duduk disini, ?" tanya seorang wanita yang memakai topi penyihir dengan seragam sekolah hexion, dia memiliki rambut pirang pendek yang sedikit melebihi pundaknya dengan matanya yang berwarna hijau.


"silakan," kata kazuto yang membiarkannya duduk di sampingnya.


"menurutmu siapa yang akan memenangkan pertandingan ini, ?" tanyanya yang duduk di sebelah kazuto.


"aku kurang tahu, aku juga tidak mengenal dengan orang yang dilawan oleh temanku itu, bukankah dia adalah rekanmu ketika tes sebelumnya, apa aku benar, ?" tanya kazuto kepadanya.

__ADS_1


"ya, dia adalah anak dari viscount shielton, dia memiliki kemampuan untuk menciptakan pelindung sihir yang dapat dia bentuk sesuka hatinya yang tidak hanya bisa digunakan untuk pertahanan tapi juga untuk menyerang" katanya yang menjelaskan mengenai kemampuan lawan.


"jadi begitu," kata kazuto, 'lawan ren sepertinya cukup merepotkan,' pikir kazuto yang melihat pertarungan antara ren dan silvie dimulai.


"kemampuan itu dikatakan sebagai satu-satu kemampuan yang dapat menahan angin hitam keluarga winddum di kerajaan ini," katanya.


"angin hitam winddum ya," gumam kazuto yang mengingat pelajarannya dengan lousse.


flashback.


"selanjutnya aku akan mengajarimu mengenai keluarga bangsawan yang lain," kata lousse.


"keluarga bangsawan yang lain," kata kazuto.


"apa ada cara untuk melawannya, ?" tanya kazuto.


"satu-satunya cara untuk melawan mereka adalah dengan menghindari serangan mereka, atau mengalahkan mereka sebelum mereka mengaktifkan sihir, atau dengan sihir yang lebih kuat," jelas lousse.


flashback end.


"jika winddum yang akan menjadi lawanku, aku harus menhindari setiap serangannya," gumam kazuto yang melihat ren mengeluarkan gautletnya dan mencoba menghancurkan pelindung penghalang yang mengelilingi silvie.


"hah," teriak ren yang memukul pelindung penghalang silvie, tapi tetap saja serangan ren tidak bisa menembus pelindung itu.

__ADS_1


"tolong menyerahlah, barrier strike," kata silvie yang mengubah bentuk penghalangnya dan menggunakannya untuk memukul ren berkali-kali.


"arrgghh," teriark ren akbat terkena serangan keras dari penghalang, "masih belum ayo lagi," kata ren yang kembali menyerang penghalang silvie, "cih, sial penghalang ini benar-benar mengganggu," kata ren yang mundur lalu mengumpulkan sihirnya dalam satu titik yaitu tinju kanannya dan berniat untuk menghancurkan penghalang itu dengan kekuatan murni, "terima ini," kata ren yang membuat tangan kanannya bersinar putih karena pengumpulan sihir dalam 1 titik, "regulus strike," kata ren yang melesat dan mencurahkan hampir seluruh sihirnya untuk menghancurkan penghalang silvie, dan ketika itu silvie sendiri memindahkan fokus dari penghalangnya ke depan untuk menahan serangan ren.


"haaaaaaa," teriak mereka berdua baik ren yang menyerang dan silvie yang menahan serangan itu menimbulkan ledakan akibat serangan mereka berdua, dan setelah ledakan itu, *crack* pelindung penghalang silvie retak meskipun dia telah memindahkan fokus dari pertahannya ke arah serangan ren.


"bagus," kata ren yang semakin bersemangat, sedangkan silvie sendiri memiliki ekspresi sulit di wajahnya, meskipun telah mengfokuskan pertahanannya pada serangan ren tapi itu tetap dapat dirusak seperni ini, lalu ketika itu dia mengubah bentuk dari penghalangnya dengan bentuk yang tajam, berniat untuk menyerang ren dengan itu.


"barrier spike strike," kata silvie yang memanipulasi bentuk penghalangnya dan menyerang ke arah ren, tapi ren langsung menjaga jarak dan menghindari setiap serangan yang tiba padanya.


"serangan ini terlalu lambat," kata ren dengan wajahnya yang membentuk senyuman jelas-jelas mencoba untuk menghina silvie, dan seterusnya ren terus menghindari setiap serangan yang terus dikeluarkan oleh perisai silvie.


"berhenti disana," teriak silvie yang akhirnya telah kehilangan kesabarannya dengan ren yang terus menghindari serangannya, dan tidak menyadari jika bagian punggungnya benar-benar terbuka yang merupakan rencananya.


"kena kau," teriak ren yang berada di belakang silvie yang tidak dilindungi oleh perisai apapun, karena sebelumnya penghalang yang melindungi bagian belakan silvie tanpa sadar berpindah dan digunakan olehnya untuk menyerang ren, "regulus strike," teriak ren yang sudah mengumpulkan sihir di tangan kanannya dan telah bersiap untuk menyerang bagian yang telah ekspos oleh silvie.


"barrier," kata silvie yang mengarahkan tangan kanannya ke arah ren dan ketika itu sekitar ren tercipta dan membuat serangannya mengenai mengenai penghalang yang menghalangi dirinya dan sedikit melukai ren karena gelombang kejut dari serangannya yang terpantul padanya yang tidak dapat berpindah dari serangan itu.


"sial lepaskan aku," teriak ren yang memukul-mukul penghalang yang menjebaknya, tapi berbeda dengan sebelumnya, penghalang itu tidak memiliki retakan sedikit pun.


"membutuhkan lebih banyak sihir untuk menciptakan penghalang baru, karena itu sebisa mungkin aku mencoba mengulur waktu dengan berpura-pura menyerangmu untuk mengembalikan sedikit sihirku agar aku bisa membuat penghalang baru yang lebih kuat," katanya yang mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya ke arah ren meskipun tsngannya sendiri gemetaran karena sihirnya yang terkuras, "barrier spike," katanya yang ketika itu duri-duri tajam muncul dari dalam penghalang dan mengenai bagian tubuh ren.


"arrrgghhh," teriak ren yang kesakitan dengan duri runcing yang mengenai seluruh bagian tubuhnya, tapi ketika itu dia melihat jika silivie masih belum selesai dan menyiapkan sihirnya "lightning bolt," katanya yang mengangkat tangan kanannya dan keluar petir yang mengarah ke arah penghalang buatan silvie dan sejak ren berada dalam penghalang dia tidak bisa pergi kemanapun sehingga dia terkena serangan itu sampai dia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"sudah cukup, pemenangnya silvie shielton," kata juri yang memutuskan silvie sebagai pemenangnya, lalu ketika itu silvie menonaktifkan penghalangnya dan mengeluarkan ren yang ketika itu segera dibawa petugas untuk diobati sedangkan silvie sendiri kembali ke bangku peserta.


__ADS_2