The Reincarnator

The Reincarnator
bab 62 : kazuto vs bahal ( part 2 )


__ADS_3

Semua orang tidak dapat mengkompres apa yang terjadi, mereka tidak tahu harus dikejutkan dengan apa, awalnya mereka berpikir jika kazuto akan menyerah karena tidak peduli apa yang terjadi kazuto tetap tidak akan bisa menyelamatkan kumara yang telah terkena racun, tapi mereka tidak menyangka jika kazuto melakukan sesuatu semacam ini, tidak lebih tepatnya siapa yang akan menyangka jika kazuto akan membakar rekannya sendiri agar musuh tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


"dia gila, apa dia benar-benar membunuh makhluk sihirnya,"


"ya, aku tahu jika apa yang dilakukan senior bahal itu salah, tapi untuk berpikir dia akan membunuh makhluk sihirnya sendiri agar siapapun pemenangnya tidak akan mendapatkan hadiah apapun,"


desas dan desus terdengar di sekitar arena, tentu orang-orang yang dekat dengan kazuto merupakan yang paling terkejut dengan apa yang dilakukan kazuto tapi mereka masih percaya jika mungkin kazuto memiliki sebuah rencana, karena dia adalah orang yang seperti itu.


"heh, dan mereka bilang jika aku gila, tapi kau lebih gila dariku kazuto, herpes serang dia," kata bahal yang ketika itu herpes terbang tepat ke arah kazuto yang tidak bergerak dan hanya diam di tempat, tapi ketika itu dia tidak menyadari jika dari dalam api yang kazuto nyalakan terdapat makhluk yang keluar dan mencakar herpes.


"aarrhhh," teriak herpes karena cakaran kumara yang terliha baik-baik saja meskipun telah mendapatkan racun dari herpes.


"apa, bagaimana, ? Bukannya kau telah terbakar dan kenapa racunnya hilang, ?" tanya bahal yang melihat radang yang berada di tempat gigitan herpes menghilang dan kumara yang baik-baik saja, padahal seharusnya saat ini tubuhnya seharusnya tidak dapat bergerak karena tubuhnya telah terkena racun.


"kau tidak apa-apa, ?" tanya kazuto kepada kumara yang ketika itu meminta maaf karena telah merepotkannya.


"kau tidak perlu khawatir, sekarang ayo kita menangkan pertandingan ini," kata kazuto yang ketika mengmabil pedangnya dan berlari ke arah bahal yang sudah tidak lagi dilindungi oleh makhluk sihir yang ketika itu masih berurusan dengan kumara.


"sial, sebenarnya apa yang terjadi," kata bahal yang mencoba untuk melihat situasi tapi ketika itu kazuto menyerangnya sehingga mereka terlibat dalam pertarungan, tapi karena bahal bukan tipe petarung jarak dekat, dia benar-benar bukan tandingan kazuto lalu ketika itu dia langsung mundur, mencoba membuat jarak tapi kazuto langsung bergerak dan membuatnya harus berhadapan langsung dengan dirinya.


Ketika itu kazuto memegang bahu bahal dan menendang perutnya menggunakan siku kakinya, yang membuatnya memegangi perutnya membuatnya memegangi perutnya, tapi kazuto tidak berhenti disitu, dia lalu menendang kaki kanan belakang bahal yang membuatnya berlutut dan ketika itu kazuto pun memukul wajahnya dengan sangat keras.


sedangkan untuk kumara, kali ini dia berhati-hati dari serangan herpes, lalu bersiap untuk mengakhiri pertandingan, ketika itu dia membuat bola sihir di sekitar mulutnya dan menelannya, membuat tubuhnya mengembang lalu menebakkan tembakan sihir dari mulutnya dan mengalahkan herpes dengan mudah.

__ADS_1


"sial, herpes," kata bahal yang ketika itu berniat untuk pergi ke makhluk sihirnya yang terluka sampai sebuah tangan menghentikannya, "kau.. Lepaskan aku," katanya yang ketika itu mencoba memukul kazuto tapi kazuto menahan tangannya dan memberikan tendangan siku di perut bahal yang ketika membuat tangannya melemah dan lalu kazuto memberikan pukulan lagi di wajah bahal yang ketika itu benar-benar babak belur di hajar kazuto.


tentu sebelum bahal menyerah kazuto memukuli setiap bagian badannya sampai babak belur, di memastikan untuk menggunakan tenaga yang tidak terlalu kuat jika tidak dia akan membuatnya pingsan.


jujur saja dia tidak suka dengan memperlambat suatu pertarungan tapi ada beberapa hal yang tidak bisa dia maafkan, salah satunya adalah menyakiti orang yang berharga baginya, dan dengan satu pukulan terakhir kazuto membuat bahal terjatuh di tanah dengan wajah yang penuh luka.


"sial, seharusnya tidak seperti ini, aku seharusnya yang menang dan seharusnya kau yang terkapar di tanah," kata bahal yang ketika itu menggeliat dan penampilannya yang menyedihkan terlihat di hadapan para penonton, jujur anak kelas tiga yang merupakan teman sekelasnya terkejut dnegan kekalahan bahal.


Sudah jelas dalam pertarungan ini jika kazuto adalah lawan terburuk bahal karena dia memiliki cara untuk menghilangkan pengaruh racun yang merupakan kemampuan andalannya, dan sikap terlalu percaya diri bahal juga menjadi alasan kekalahannya.


"sial.. sial.. bagaimana bisa aku kalah," kata bahal yang ketika itu terkapar di tanah dan melihat kazuto yang memandangnya, "cih, apa yang kau lihat," kata bahal yang ketika kazuto datang menghampirinya, walaupun di matanya terlihat ras takut.


"apa kau ingat dengan taruhan kita," kata kazuto yang membuat bahal melebarkan matanya, dan mengingat hari itu.


"aku ingat dengan taruhannya, kau tidak perlu khawatir, aku akan menepatinya," kata bahal, meskipun dia adalah orang yang licik tapi dia adalah tipe orang yang selalu memegang janjinya, dan seperti janjinya dia akan keluar dari akademi ini dan memberikan kursinya kepada kazuto.


"kazuto, kau tidak apa-apa, ?" tanya katia yang ketika itu melihat tubuh kazuto yang sepertinya baik-baik saja.


"kau tidak perlu khawatir, racunnya sudah terbakar," kata kazuto.


"terbakar, ?" tanya ren yang ketika itu mengingat apa yang kazuto lakukan pada kumara, lalu dia pun segera mengalihkan pandangannya ke kurama yang terlihat baik-baik saja, bahkan bertanya-tanya dengan aksi yang dilakukan kazuto.


"oh, aku rasa kalian perlu tahu, sebelumnya ketika pertarunganku dengan bahal, aku melihat sesuatu yang aneh, seperti di tempat yang jauh, ketika itu aku melihat suatu sosok yang terkena racun dan seorang pria yang menggunakan mode yang sama denganku," kata kazuto yang sempat diam, 'apa aku harus menceritakan semuanya, lebih baik tidak,' pikir kazuto yang ketika itu masih diam berpikir.

__ADS_1


"lalu," kata ren yang ingin mengetahui kelanjutan dari ceritanya.


"lalu ketika itu aku melihat jika pria itu membuat api dari mode itu dan membakar tubuh pria tersebut, dan dalam sekejap, racun yang berada di tubuhnya terbakar dan dia kembali seperti sebelumnya," jelas kazuto kepada mereka.


"dan kau melihat itu ketika pertarungan," kata ren yang ketika itu mendapatkan anggukan dari kazuto.


"kazuto, apa yang kau lakukan tadi bisa saja membahayakan kumara," tegur katia kepada kazuto karena membuat keputusan yang nekat seperti itu, tapi dia tidak bisa menyalahkannya, jika dia tidak melakukan itu, maka nyawa kumara akan terancam dan akan membuat kazuto menyerah yang berarti jika kumara akan memutuskan kontrak dengan kazuto dan membuatnya kehilangan hak untuk memiliki tuan lagi.


"ya, aku tahu jika ada kemungkinan jika aku berhalusinasi, dan ada kemungkin juga jika kumara akan tersakiti karena resiko yang aku ambil, aku meminta maaf karena telah mengambil resiko yang begitu nekat, kumara," kata kazuto yang ketika itu menundukkan kepalanya.


"tidak apa-apa lagipula master tadi membantuku, aku yang seharusnya berterima kasih," kata kumara.


"tapi kazuto, kenapa kau membiarkan bahal untuk tetap di akademi, bukannya lebih baik untuk membuatnya keluar," kata ren.


"ya, sejauh yang kutahu dia hanya membuat masalah, bukannya lebih baik jika dia keluar," kata katia yang sepertinya masih belum memaafkan apa yang dilakukan bahal kepada kazuto dan kumara.


"jujur saja dari awal aku tidak berniat untuk melakukan taruhan itu, lagipula apa kau lupa jika kumara terikat denganku menggunakan kontrak darah, jadi meskipun mereka memcoba untuk memisahkan kami, hal itu tidak akan bisa dilakukan," kata kazuto yang membuat mereka ingat dengan percakapan mereka ketika mereka melaukan kontrak.


"jadi alasan kenapa kau membatalkannya adalah karena dari awal tidak mungkin untuk bahal bisa menjadi kontraktor baru kumara," kata katia yang mendapatkan anggukan dari kazuto.


"ya, lagipula, aku tidak senang dengan bagaimana dia memperlakukan kumara seperti sebuah barang, karena itu aku membuat taruhan itu, aku harap itu bisa membuatnya jerah," kata kazuto yang akhirnya membuat mereka mengerti dengan alasan kazuto membuat taruhan.


"jerah, kau bahkan tidak perlu menunggu, aku yakin jika kebanyakan murid disini tidak akan mau untuk melawanmu, karena takut padamu," kata ren.

__ADS_1


"tapi aku tidak melakukan apa-apa, aku cuma menghajar bahal sampai dia babak belur," kata kazuto yang tidak mengerti dengan apa maksud ren, tentu dia sedikit berlebihan tapi kazuto yakin jika bahal memang pantas mendapatkannya.


Lalu setelah itu mereka berpesta atas kemenangan kazuto melawan anggota 10 dewan elit.


__ADS_2