The Reincarnator

The Reincarnator
bab 39 : origami mawar


__ADS_3

"aku pulang," kata kazuto yang ketika itu membuka pintu dan menunjukkan dirinya yang basah kuyup.


"oh, kazuto selamat datang, eh," kata leon yang ketika berhenti bicara ketika melihat sosok katia yang juga ikut basah.


"maaf karena mengganggu," kata katia yang juga ikut masuk.


"ah, tidak apa-apa, silakan masuk," kata leon yang membiarkan katia masuk dan menggunakan kamar mandi terlebih dulu.


"kazuto ambilkan baju ganti untuk katia, kau tidak boleh membiarkan seorang gadis untuk memakai pakaian yang basah kan," kata leon yang menyuruh kazuto untuk mengambil pakaian dan ketika itu melihat aura disekitar kazuto yang sudah sedikit berubah menjadi lebih cerah.


"b-baik," kata kazuto yang segera berlari sebelum dia dihentikan oleh leon.


"kazuto, apa kau sudah baikan, ?" tanya leon yang dibalas dengan senyuman dan anggukan yang lalu kazuto segera pergi ke kamarnya untuk mengambil baju ganti untuk katia.


"paman leon, aku sudah dapat," kata kazuto yang menaruh pakaian miliknya di dekat kamar mandi agar katia dapat memakainya.


"ngomong-ngomong apa yang terjadi padamu, ?" tanya leon yang melihat ekpresi kazuto yang sepertinya telah menemukan cahayanya kembali, sebelumnya dia kehilangan keluarga dan orang-orang yang dia sayangi, dan telah berada dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan menyedihkan, jujur dia hampir berpikir jika kazuto tidak akan pulih dari keadaannya / setidaknya membutuhkan beberapa waktu agar dia bisa menutupi luka di hatinya, tapi dia telah kembali dan dia yakin jika sekarang dia telah mulai dewasa.


"aku merasa jika tidak ada gunanya jika aku terus menangisi mereka, mereka tidak akan kembali tidak peduli seberapa keras aku menangis, butuh waktu bagiku untuk menyadarinya, jika aku telah menemukan tempat lain yang bisa kusebut sebagai rumah," kata kazuto yang membuat senyuman di wajah leon melebar, karena sepertinya perkiraannya memang benar, dan saat ini sepertinya kazuto telah menjadi lebih dewasa.


"kazuto, aku selesai," kata katia yang memakai pakaian dibawakan oleh kazuto, yaitu sepasang kaos yang ukurannya sedikit lebih besar dari ukurannya.


"ya, aku mandi dulu paman," kata kazuto yang lalu pergi dan mandi membiarkan katia dan leon berduaan di ruang tamu untuk berbicara.


"ngomong-ngomong nona karnatia, apa yang anda lakukan disini, ?" tanya leon.


"kau tau kan, paman leon, aku sedang berjalan-jalan, ya jalan-jalan," kata katia yang sambil mengalihkan padangannya dari leon.


"jika kau ingin berbohong setidaknya lakukan dengan benar," kata leon yang dapat langsung mengetahui kebohongan yang dilakukan oleh katia, "lagipula jika kau ingin berjalan-jalan maka sudah pasti kau tidak akan menggunakan seragam sekolahmu," katanya lagi yang membuat katia hanya tertawa canggung sampai menggaruk bagian belakang kepalanya.


"ya, aku cuma.." kata katia.

__ADS_1


"kau khawatir dengan bocah itu kan, karena itu kau pergi dan membolos kelasmu untuk kemari," kata leon yang mengenai sasaran.


"ya, itu benar," kata katia.


"huh, tapi meski begitu aku berterimah kasih, bocah itu sepertinya sudah baikan," kata leon yang menunju ke arah kazuto yang saat itu masih mandi.


"sebenarnya, aku tidak melakukan apa-apa, aku awalnya berniat untuk memberikannya hadiah, tapi pada akhirnya hadiah yang ingin kuberikan basah, dan kau sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya kan," kata katia.


"jadi begitu, ngomong-ngomong barang apa yang ingin kau berikan pada kazuto, ?" tanya leon yang penasaran.


"boneka beruang," kata katia yang lalu membuat leon tertawa.


"apa kau serius, hahahah, kau berniat untuk memberikan seorang anak laki-laki boneka beruang," kata leon kepada katia yang ketika menyembunyikan wajahnya yang malu.


"ya aku tahu, tapi aku tak bisa memikirkan hadiah lain selain itu," kata katia yang hanya dapat memikirkan hadiah yaitu boneka beruang yang mungkin adalah satu-satunya hadiah yang dapat menghibur kazuto.


"kenapa, ?" tanya leon yang penasaran dengan alasan katia memilih boneka itu sebagai hadiah untuk kazuto.


"ini sudah lama, kau tahu 3 tahun yang lalu, ketika aku dan kazuto memasuki guild petualang untuk pertama kali," kata katia.


"ketika itu aku dan kazuto melakukan tes yang mengharuskan kami untuk melawan instruktur yang kekuatan dan pengalaman mereka melebihi kami, dan ketika itu aku benar-benar dipermalukan oleh lawanku," kata katia yang mengingat hari itu yang membuatnya malu.


"jadi begitu ya," kata leon yang mengerti ke mana arah pembicaraan ini.


"aku pikir dengan kemampuanku sebagai seorang peyihir aku cukup kuat untuk membuat performa yang bagus, tapi dunia tidak sebaik itu, aku dipermalukan begitu buruk dan akhirnya mendapatkan rank terburuk di guild, setelah itu aku pun menjadi depresi sampai si bodoh itu membantuku," kata katia yamg memiliki ekspresi sedih di wajahnya yang lalu diganti dengan wajah bahagia.


"jadi sekarang giliranmu ya," kata leon yang dari awal sudah mengerti jika tujuan katia datang sejauh ini untuk menghibur leon.


"ya," kata katia.


"kalau begitu jangan sampai gagal dan bawa bocah itu kembali apa kau mengerti,!" kata leon kepada katia.

__ADS_1


"baik," kata katia yang lalu mengambil kertas koran yang dibaca oleh leon dan pergi ke kamar kazuto, sedangkan leon sendiri dia menyiapkan makan malam lebih banyak karena sepertinya hujan tidak akan reda dalam waktu cepat.


"paman, dimana katia, ?" tanya kazuto yang baru saja keluar dari kamar mandi yang tidak memakai pakaian apapun selain celana.


"dia ada di kamarmu katanya dia ingin memberimu sesuatu," kata leon yang lalu kazuto pergi menuju kamarnya dan membukanya, "katia kau disini," kata kazuto yang membuka pintu kamarnya dan melihat katia yang membuat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh kazuto karena dihalangi oleh punggungnya.


"k-kazuto sejak kapan kau disini, ?" tanya katia yang segera menyembunyikan barang yang dia buat dan ketika itu membalikkan badannya untuk melihat kazuto, tapi dia tidak menyangka jika temannya waktu itu tidak memakai pakaian apapun, dan ketika itu darah keluar dari hidungnya, 'sial, dia seksi,' pikir katia yang mengusap darah yang keluar dari hidungnya


"katia, kau tidak apa-apa, ?" tanya kazuto.


"ya, jangan khawatir aku baik-baik saja," kata katia.


"tapi hidungmu berdarah," kata kazuto yang mulai mendekat ke katia.


"jika kau ingin membantuku cepatlah pakailah pakaian sehingga kita bisa bicara," kata katia yang ketika itu segera dituruti oleh kazuto.


"jadi apa yang ingin kau bicarakan," kata kazuto yang duduk berhadapan dengan katia.


"ini," kata katia yang menyerahkan sesuatu kepada kazuto sambil menghindari kontak mata dengannya.


"ini kan," kata kazuto yang terkejut dengan apa yang dia dapatkan, sebauh origami mawar.


"maaf ya, sebelumnya aku ingin membelikanmu sebuah boneka beruang tapi kau tahu karena aksiku tadi boneka beruang itu menjadi basah, dan kau tahu sisanya," kata katia yang ketika itu tidak menduga jika kazuto mendekat dan memberinya pelukan.


"k-kazuto," kata katia yang sedikit terkejut dengan kazuto yang tiba-tiba memeluknya.


"bisa kita tetap seperti ini," kata kazuto yang memeluk katia dan menutup matanya.


"ya," kata katia yang membalas pelukan kazuto yang ketika itu mengeluarkan air mata, dia sudah mendengar dari lousse mengenai apa yang terjadi, dan dia sangat tahu jika kazuto pasti sangat kesakitan, perasaan ketika seseorang yang penting darimu telah tidak ada itu pasti sangat menyakitkan.


"kazuto, mungkin ini hanya kata-kata manis untuk membantumu tapi aku ingin mengatakan jika sekarang tidak hanya disana tapi juga disini adalah rumahmu, di tempat dimana orang-orang menerima dan menyayangimu, itulah rumah," kata katia yang memeluk kazuto yang menjadi tenang.

__ADS_1


"sepertinya dia telah kembali," kata leon yang melihat kazuto yang wajahnya saat ini telah dipenuhi dengan kedamaian, sampai matanya sedikit menyipit karena melihat sesuatu yang menarik, "itu.." katanya.


lalu setelah beberapa waktu kazuto dan katia turun dari kamar dan makan malam bersama dengan leon.


__ADS_2