The Reincarnator

The Reincarnator
bab 57 : tes kumara ( part 2 )


__ADS_3

"baiklah, sudah selesai, silakan kumpulkan kertas anda dan pergi menuju lapangan untuk ujian praktek sihir," kata kepala sekolah yang mengambil kertas ujian milik kumara dan melanjutkan ke tes berikutnya.


"baiklah untuk tes selanjutnya, silakan tembak target itu menggunakan sihir yang kau miliki," kata kepala sekolah yang lalu setelah itu muncul 6 bola api di sekitar kumara.


'aku sudah mulai terbiasa menggunakan tubuh ini,' pikir kumara yang lalu menggerakkan jarinya dan bola api itu bergerak dan mengenai targetnya dan membakar target yang berada di belakangnya.


'seperti yang diharapkan dari makhluk sihir, kemampuannya cukup hebat,' pikir kepala sekolah yang terkesan dengan kemampuan pengendalian api milik kumara.


'jujur saja, aku cukup terkejut dengan berita ketika kazuto mendapatkan makhluk sihir sebagai kontrak, di kerajaan ini saja, jumlah penyihir yang memiliki kontrak dengan makhluk sihir tidak sampai seratus, jika terus begini mungkin dia bisa mendapatkan kursi dewan elit, lebih cepat dari perkiraanku,' pikir kepala sekolah, "baiklah untuk ujian sihir kau lulus dengan nilai sempurna," kata kepala sekolah.


"terima kasih," kata kumara kepada kepala sekolah yang lalu menyuruhnya untuk menunggu bersama dengan kazuto selagi dia memeriksa lembar jawaban yang dia kerjakan.


lalu setelah itu kepala sekolah pergi menuju kantornya, dimana ketika itu wakilnya berada disana untuk memberikan laporan hasil mengenai monster yang ditemukan oleh kazuto, "kepala sekolah, saya kemari untuk memberikan laporan mengenai monster yang dibawa oleh kazuto," kata wakil kepala.


"hm, apa itu," kata kepala sekolah.


"seperti yang kita duga, jika monster yang dikalahkan oleh kazuto yuki, karnatia elinstein, ren pendradrum, dan kumara adalah monster unik yang terlahir dari evolusi monster ogre yaitu oni," kata wakil kepala.


"jadi begitu, lalu apa ada hal lain yang kau temukan," kata kepala sekolah keoada wakil kepala sekolah.


"ya, oni itu berada dalam kondisi yang terlemah ketika dilawan oleh kazuto dan yang lain, tubuhnya sama sekali tidak ada sedikit pun sisa sihir di dalamnya, perutnya buncit karena tidak menerima asupan selama puluhan hari, mereka beruntung, jika saja monster ini berada dalam kondisi yang sedikit yang lebih baik, maka sudah di pastikan jika mereka akan binasa," kata wakil kepala sekolah.


"aku mengerti," kata kepala sekolah yang memiliki ekspresi serius di wajahnya, 'aku tak menyangka jika ada orang yang melakukan ritual itu, apalagi ritual itu dilakukan di wilayah manusia,' pikir kepala sekolah yang memutuskan untuk memeriksa urusan itu nanti.


"tapi itu cukup mengejutkan jika kazuto berhasil mendapatkan makhluk kontrak," kata kepala sekolah.


"ya, dia memang penuh kejutan, dia memiliki potensi dan keberuntungan yang sangat besar untuk bisa mendapatkan keturunan rubah ekor sembilan sebagai makhluk sihirnya," kata wakil kepala sekolah.


"benar, dan terlebih lagi, dia sangat cerdik," kata kepala sekolah yang sudah memeriksa lembar jawaban milik kumara dan melihat sesuatu yang menarik lalu menyerahkannya kepada wakilnya.


"hm, ada apa kepala sekolah, ini kan cuma kertas ujian masuk," kata wakil kepala sekolah.

__ADS_1


"hm, apa kau tidak menyadarinya, wakil kepala sekolah, tolong jangan buat aku kecewa," kata kepala sekolah yang mengharapkan lebih dari wakilnya.


"hm, jawaban yang dia tulis cukup rapi, meskipun dia baru saja mempelajari bahasa manusia di cukup hebat untuk bisa menjawab semua pertanyaan ini," kata wakil kepala yang awalnya terkesan, sampai dia menyadari sesuatu yang aneh dari jawabannya.


"tunggu dulu.." kata wakil kepala sekolah yang meneliti jawaban yang diberikan kumara dan dia menyadari sesuatu.


"sepertinya kau menemukannya, ya," kata kepala sekolah.


"hm, kepala sekolah bukankah soal ini sedikit lebih sulit dari apa yang dipelajari oleh para murid," kata wakil kepala sekolah.


"itu benar, aku sengaja memberikan soal yang sedikit sulit untuknya," kata kepala sekolah.


"lalu kenapa anda..?" tanya wakilnya.


"untuk mengetes kemampuannya dengan kazuto," kata kepala sekolah, "dalam sejarah sekolah ini, belum pernah ada murid yang merupakan makhluk sihir, karena itu aku juga harus memberinya tes yang berbeda sebagai makhluk kontrak," kata kepala sekolah.


"jadi karena itu anda memberinya soal ini, ?" tanya wakil kepala sekolah yang mendapatkan anggukan dari keoala sekolah.


"tapi tunggu, bagaimana kazuto bisa memberikan jawaban kepada kumara padahal dari tadi dia berada di taman bunga sekolah," kata wakil kepala sekolah.


"dia menggunakan telekenesis yang tercipta dari kontrak darah yang mereka buat, dan melakukan kecurangan dengan itu," kata kepala sekolah yang membuat wakil kepala sekolah menjadi mengerti dengan bagaimana kazuto berhasil melakukan triknya.


Dan karena mereka tidak memiliki bukti fisik melainkan bukti teori yang maaih belum diketahui kebenarannya, maka mereka tidak akan bisa untuk menggagalkan kumara.


"tapi harus saya akui jika kemampuannya dalam memanipulasi nilainya sangat menakutkan," kata wakil kepala sekolah yang memberikan lembaran jawaban milik kumara.


"benar, dia sengaja membuat kumara mendapatkan nilai 60 agar aku tidak curiga, dia benar-benar murid yang hebat," kata kepala sekolah yang tersenyum, jujur saja mungkin dia sendiri juga tidak akan sadar jika saja dia tidak mengetahui mengenai kumara.


"anda benar, kepala sekolah," katanya yang tidak bisa tidak setuju dengan perkataan kepala sekolah.


sedangkan saat ini kumara sedang menunggu bersama dengan kazuto di taman untuk hasil ujiannya.

__ADS_1


"master, apa menurutmu aku akan gagal, ?" tanya kumara yang khawatir jika dia akan gagal dan mekbuat masternya khawatir.


"kau tidak perlu khawatir, percayalah pada dirimu sendiri, aku yakin kau akan lulus," kata kazuto yang mengelus kepala makhluk sihirnya.


"hm," katanya yang cuma menanggukan kepala.


Lalu setelah beberapa waktu kepala sekolah akhirnya memberikan pengumuman jika kumara lulus dan mulai besok jika dia dapat menjadu murid akademi hexion dan memberikannya seragam untuk dikenakan besok.


pagi hari telah tiba, dan saat ini semua siswa yang menikmati liburannya selama 2 minggu akhirnya telah kembali, "hei bagaimana liburanmu, ?" tanya salah satu diswa yang berkumpul di kelas kazuto.


"seperti biasa aku cuma bermalas-malasan di rumah, tidak ada hal yang menarik soal itu," katanya dengan nada yang sombong.


"hei, apa kalian dengar jika ada murid pindahan yang akan datang hari ini," kata salah satu murid perempuan.


"ya, aku juga mendengarnya, tapi bukankah jika tes yang akan dilakukan oleh murid pindahan itu cukup sulit sampai dia mampu diterima di akademi ini," kata temannya.


"aku harap dia perempuan," kata salah satu cowok yang mendengarkan pembicaraan para siswi.


"ya, kelas ini kurang siswa perempuan, aku pasti akan jadi semangat untuk belajar jika murid pindahan itu adalah perempuan," kata salah satu murid di situ.


"kazuto, menurutmu bagaimana reaksi mereka jika mengetahui murid pindahan itu adalah makhluk sihirmu," kata ren dengan nada yang cukup rendah.


"sudah jelas mereka akan terkejut, tapi terlepas dari itu mereka pasti melihat kazuto dengan tatapan iri, tapi aku yakin jika mereka tidak akan melakukan apapun selama kita ada untuk membantu," kata katia yang masuk dalam percakapan.


"lalu bagaimana kalian menikmati liburan kalian, ?" tanya kazuto kepada mereka.


"ya, aku menikmatinya bersama dengan keluargaku," kata ren.


"ya, aku juga sama, bagaimana denganmu kazuto, ?" tanya katia.


ketika pertanyaan itu ditanyakan kazuto memikirkan jawaban yang akan dia keluarkan dari mulutnya, tapi ketika itu dia mengingat kembali percakapan terakhirnya dengan orang tuanya dan tersenyum hangat.

__ADS_1


"ya, aku mendapatkan ingatan yang tidak terlupakan," kata kazuto yang menunjukkan senyumannya kepada mereka.


__ADS_2