The Reincarnator

The Reincarnator
bab 83 : kencan bersama katia


__ADS_3

"jadi kau mendapatkan izin dari raja dan ratu," kata pram yang terkejut ketika mendengar jika kazuto mendapatkan izin dari orang tuanya untuk melanjutkan investigas ini, karena hal terburuk yang mungkin akan terjadi pada mereka adalah mungkin jika mereka akan terluka karena sudah pasti mereka akan bertarung.


"ya, meskipun mereka sedikit khawatir, tapi sepertinya mereka tidak mempersalahkannya," kata kazuto kepada pram, "ngomong-ngomong anda juga tahu kan, ?" tanya kazuto.


"ya," jawab pram.


"sejak kapan anda mengetahuinya, ?" tanya kazuto.


"sejak ekprolasi dungeon waktu itu," kata pram kepada kazuto.


"begitu ya," kata kazuto yang lalu mengaktifkan mode hijaunya lalu pergi menuju tempat yang mereka tuju.


"kau tidak perlu khawatir, baik aku ataupun kepala sekolah tidak akan mengatakan sepata katapun mengenai hal ini kepada siapapun," kata pram kepada kazuto yang menyuruhnya untuk tidak khawatir soal identitasnya, karena mereka akan tutup mulut.


"terima kasih," kata kazuto yang lalu mereka melanjutkan malam mereka untik mencari.


"sepertinya kita masih belum menemukannya," kata pram yang telah mencari sepanjang malam pada malam ke-2 mereka.


"apa kita lanjutkan," kata kazuto yang ketika itu sudah cukup kelelahan karena dia harus mengaktifkan modenya secara terus menerus sepanjang malam.


"tidak, besok saja kita lanjutkan lagi, beristirahatlah malam ini," kata pram yang lalu mereka segera kembali asrama untuk beristirahat.


Lalu di pagi hari kazuto bangun dengan badan yang sedikit lelah dari biasanya sehingga dia tidak melakukan aktivitas paginya dan segera bersiap untuk pergi ke sekolah.


"selamat pagi, master," kata kumara.

__ADS_1


"selamat pagi kumara," kata kazuto yang menyapa kumara yang ketika itu melihat garis hitam dibawah kelopak mata kazuto.


"master, apa anda tidak tidur semalam, ?" tanya kumara kepada kazuto.


"ya, aku hanya sedikit terlalu lama berjalan-jalan kemarin malam," kata kazuto kepada kumara yang melihat kazuto dengan wajah datar.


"baiklah," kata kumara yang tidak berniat untuk menanyakan lebih lanjut mengenai ini, yang membuat kazuto bersyukur karena dia memiliki teman yang perhatian.


"ngomong-ngomong apa saja yang kau lakukan kemarin, ?" tanya kazuto.


"kemarin aku pergi berbelanja dengan teman-teman, kami melihat-lihat baju dan mencobanya, lalu setelah itu kami pergi ke rumah makan untuk makan siang," kata kumara yang menunjukkan wajah yang senang.


"baguslah," kata kazuto yang senang jika kumara dapat menikmati lingkungan barunya, jujur saja di sedikit khawatir karena selama hidupnya dia tidak pernah berada di dunia manusia, dan untuk memintanya mempelajari sambil mengikuti sambil mengikuti adat yang dilakukan oleh manusia, maka itu akan cukup sulit karena yang dia ubah bukan hal sembarang hal melainkan gaya hidupnya.


"kumara, tolong jujur padaku, kemarin apa kau membeli sesuatu ketika bersama dengan temanmu, ?" tanya kazuto, ketika itu kumara menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika dia tidak membeli apapun karena dia tidak memiliki uang.


"hah, sudah kuduga, nanti ketika pulang sekolah datang ke kamarku untuk mengambil uang jajanmu," kata kazuto yang melupakan mengenai hal itu, karena saat ini kumara berada di dunia manusia, itu berarti jika dia harus membeli sesuatu dengan menggunakan mata uang mereka, tapi karena dia tidak memiliki apapun dia hanya memperhatikan sambil tersenyum.


"master tidak perlu melakukan itu, saya sudah senang bisa berada di sisi master," kata kumara kepada kazuto yang membuatnya tersenyum lalu mengelus kepalanya.


"terima kasih, ya," kata kazuto yang lalu setelah itu mereka memutuskan umtuk pergi ke kelas dimana dalam perjalanan mereka bertemu dengan katia dan ren yang lalu memutuskan untuk berjalan bersama.


"kazuto, apa kau akan rapat lagi, ?" tanya katia yang bertanya kepada pacarnya, apakah dia memeiliki waktu.


"tidak, selama beberapa hari kedepan tidak ada rapat, jadi aku tidak akan ada pekerjaan selama waktu itu," kata kazuto yang membuat katia yang mendengar otu menjadi puas.

__ADS_1


"j-jadi bagaimana k-kalau kita pergi jalan-jalan," tawar katiw yang ketika itu memerah karena dia mengatakan itu dengan gerbata-bata, 'oh ya ampun katia, kenapa kau menjadi malu begini,' pikir katia yang ketika itu asap telah keluar dari atas kepalanya, dia telah melatih hal ini semalaman, tapi latihan dan mempraktekkannya secara langsung benar-benar berbeda, dia hanya berharap jika kazuto memberikan respon yang cepat untuk ajakannya.


"tentu, ayo pergi," kata kazuto yang ketika itu memegang tangan katia, lalu setelah mereka mengucapkan salam kepada yang lain, mereka lalu pergi menuju kota untuk bersenang-senang.


Mereka lalu melakukan beberapa aktivitas seperti yang mereka lakukan di kencan pertama mereka 3 tahun yang lalu, lalu karena lelah mereka memutuskan untuk beristirahat di taman, dimana ketika itu katia menturuh kazuto untuk duduk di bawah pohon yang sejuk.


Lalu ketika itu katia datang dengan membawa creep rasa strowberry untuk mereka berdua, lalu memberikannya kepada kazuto, "ini," kata katia yang lalu duduk di samping kazuto sambil memakan creepnya dengan lahap, tanpa menyadari jika ada krim yang menempel di pipinya.


"katia, ada sesuatu di pipimu," kata kazuto yang menunjuk pipinya untuk memberikan arah kepada katia, tapi katia sendiri salah pipi sehingga ketika membuat kazuto terkekeh dan menggunakan jarinya untuk mengambil sisa krim di wajah katia, lalu menjilatnya.


"enak," katanya yang ketika itu membuat wajah katia memerah, lebih merah dari sebelumnya sampai mengeluarkan asap.


lalu setelah itu katia pun menyuruh kazuto untuk tidur di pangkuannya, karena sepertinya kazuto terlihat lelah.


"ayo taruh kepalamu disini," kata katia yang ketika itu bersujud dan menepuk pahanya, menyuruh kazuto untuk tidur di pangkuannya.


"a-aku rasa tidak," kata kazuto yang ketika itu mengalihkan pandangannya dari katia tapi ketika itu katia menaruh kedua tangan di kepala kazuto dan memaksanya tidur di plangkuannya.


"jangan memberontak, kau pantas mendapatkannya," kata katia yang lalu ketika itu kazuto menurutinya, karena akan sia-sia jika dia melawannya dalam hal berdebat.


"kalau begitu, aku terima," kata kazuto yang ketika itu menutup matanya dan berniat untuk tidur sebentar.


'lebih baik aku tidak banyak bergerak, jika tidak dia tidak akan bisa tidur,' pikir katia yang mencoba sebisa mungkin untuk tidak bergerak dan membiarkan kazuto untuk tidur nyaman di pangkuannya, 'sepertinya dia sudah tertidur,' pikir katia yang melihat wajah damai kazuto dan lalu tanpa dia sadari dia mengelus rambut hitamnya yang lembut.


'jika saja waktu bisa berhenti, aku ingin tetap bisa bersamamu,' pikir katia yang ketika itu melihat kazuto yang tertidur membuatnya juga ikut mengantuk lalu ketika itu dia menggunakan batang pohon di belakangnya sebagai penopang untuk dia tidur dan dalam sekejap dia tertidur, tapi sedikit yang mereka ketahui jika ketika itu tubuh kazuto dialiri oleh semacam sihir yang cukup kuat tapi setelah itu menghilang kembali, meninggalkan mereka berdua untuk tidur nyaman sepanjang hari.

__ADS_1


__ADS_2