
3 hari telah berlalu sejak saat itu, dan saat ini katia dan ren sedang berada di hutan utara untuk melihat pertandingan kazuto melawan rubah untuk menentukan apakah kazuto pantas untuk menerima kontrak rubah.
"kazuto belum datang ya," kata ren yang waktu itu berada di pinggir bersama dengan katia.
"ya, 3 hari telah berlalu, dan aku sama sekali tidak melihatnya," kata katia yang sedikit khawatir jika kazuto memaksakan diri dalam latihannya, dia tahu jika kontrak dengan makhluk sihir merupakan hal yang langka untuk penyihir, dan karena itu kazuto akan menggunakan waktu yang singkat ini untuk menjadi lebih kuat.
dia membuat perkiraan jika kazuto berlatih dengan membunuh puluhan monster yang ada di hutan untuk mengembalikan kemampuannya, tapi ada sesuatu yang aneh, jika monster mati yang dia temukan, mati dengan cara yang berbeda dengan apa yang biasa kazuto lakukan, seakan-akan tubuh mereka dihancurkan, dan beberapa bagian tubuh mereka menghilang seakan-akan ada monster yang telah memakan mereka.
"kau sudah datang," kata rubah itu yang membuka matanya dan melihat kazuto yang ketika itu memakai baju yang kotor dan berbau keringat yang menandakan jika dia telah berlatih keras.
"ya," kata kazuto yang mengeluarkan pedang khusus buatannya yang dia buat dari sihirnya.
"bukannya itu.." kata ren yang melihat kazuto menggunakan sihir yang terlihat familiar.
"ya, sihir crest," kata katia yang melihat sihir yang hanya bisa digunakan oleh keluarga kerajaan.
"sekarang ayo kita mulai," kata rubah itu yang lalu bersiap untuk menyerang kazuto.
"blue mode," kata kazuto yang ketika itu langsung berlari ke arah rubah yang waktu itu juga berlari ka arah kazuto dan mencakar kazuto yang dia tahan menggunakan pedangnya.
lalu rubah itu segera mundur karena tahu jika dalam kecepatan dia pasti akan kalah, "fox fire," kata rubah itu yang membuat 4 bola api besar dan menembakkannya ke arah kazuto yang langsung melesat ke arah bola api itu, yang lalu satu demi satu dia potong menjadi 2 lalu melesat lebih cepat ke arah rubah.
"blue mode : blue slash," kata kazuto yang ketika itu mengaliri pedangnya dengan sihir biru dan menghantamkannya ke rubah yang terkena telak dan membuatnya terpental cukup jauh sampai menabrak beberapa pohon.
__ADS_1
"kau.." kata kazuto yang waktu itu akan mengumumkan kekalahan rubah tapi dia dikejutkan dengan serangan yang tiba-tiba datang ke arahnya.
"kau lumayan hebat dapat mengalahkannya," kata rubah yang muncul dari persembunyiannya.
'apa ini semacam klon,' pikir kazuto yang melihat tubuh rubah yang dia kalahkan tiba-tiba terintegrasi.
"ayo kita lanjutkan," kata rubah itu yang lalu berlari ke arah kazuto dengan sihir yang sudah disiapkan sebelumnya, lalu dia pun melemparkan puluhan pasak batu yang ketika itu kazuto hindari dengan mundur dan mengubah arah dari pasak yang akan mengenai badannya, walaupun ada beberapa pasak yang mengenai badannya karena dia tidak mampu untuk menangkis semua serangan, dan tidak menyadari jika saat ini dia terpojok karena batu besar yang menghalanginya untuk mundur.
"fox fire," katanya yang membuat bola api raksasa dan melemparkannya ke kazuto yang waktu itu melapisi pedangnya menggunakan sihir biru dan memotong bola api itu menjadi 2, sedangkan si rubah hanya menyipitkan matanya karena gelombang kejut dari serangan kazuto.
"red mode : red slash barrage," kata kazuto yang melancarkan puluhan tebasan api yang mengarah ke rubah yang langsung membuat perisai tanah untuk setidaknya menahan serangan pedang betubi-tubi kazuto yang telah diperkuat dengan sihir merahnya, lalu ketika itu kazuto langsung menonaktifkan mode merahnya dan segera mengaktifkan mode birunya lalu melesat dan memunculkan sihir biru di tangannya dan menyerang ke arah rubah yang ketika itu menahan serangan kazuto yang sebelumnya.
"masih belum ya," kata kazuto yang melihat tubuh rubah yang terkena serangannya mulai terintegrasi lagi, 'hm, aneh,' pikir kazuto yang menonaktifkan mode birunya.
"huh, ini benar-benar sulit," kata kazuto yang mengelap keringat dari dahinya, 'rubah itu dapat membuat klon dirinya, apa ini semacam kemampuannya, tapi bukannya akan lebih baik jika dia menyerangku bersama dengan klonnya,' pikir kazuto yang ketika itu tidak menyadari jika rubah yang dia lawan mendekat ke arahnya dan berniat untuk menyerangnya.
"kena kau," teriaknya yang membuat kazuto langsung berbalik dan mundur sambil menggunakan pedangnya untuk menahan serangan rubah.
"kemampuannya benar-benar merepotkan, bahkan aku tidak dapat merasakan keberadaannya jika bukan karena teriakannya yang tadi," kata kazuto yang ketika itu melihat sekitarnya dan merasakan rasa sakit di perutnya seperti menerima pukulan, "augh," "gah," "sial," "argh," teriak kazuto yang ketika itu mendapatkan pukulan dari musuhnya, dan membuatnya terjatuh, jujur saja pukulan yang dia terima kurang lebih sama kuatnya dengan pukulan ren, tapi itu menyakitkan karena dia menerima pukulannya terus-menerus dari segala arah.
"lebih baik kau menyerah, kau tidak akan bisa menang, kau bahkan tidak dapat melihatku, bagaimana kau bisa mengalahkanku," kata rubah itu.
"maaf tapi aku tidak akan kemari jika aku akan menyerah begitu saja," kata kazuto yang lalu mulai berdiri lagi dan mulai mengaktifkan mode sihirnya, tapi kali ini mode itu terasa tenang dan membuat pepohon di sekitarnya bergerak, "green mode," kata kazuto yang lalu membuat dirinya dialiri oleh sihir berwarna hijau.
__ADS_1
"kalau begitu sekali lagi," kata rubah itu yang sekali lagi melancarkan serangannya ke arah kazuto, tepatnya ke perutnya tapi kazuto mengulurkan tangannya ke arah rubah akan memukul dan memukulnya balik dan membuatnya terpental beberapa meter.
"aya maju," kata kazuto yang menjulurkan tangannya menyuruh rubah itu untuk maju.
"sialan, hanya karena 1 pukulan, jangan sombong dulu," kata rubah itu yang melesat ke arah kazuto lalu memberikan pukulan serta cakaran kepadanya yang berhasil dia tahan dan memberikan serangan balik kepadanya.
'aku tidak bisa melanjutkan pertarungan ini lebih lama, aku harus segera menyelesaikannya,' pikir kazuto yang melihat tangannya yang dilapisi oleh sihirnya mulai memudar yang berarti jika waktu penggunaan modenya hampir mencapai batasnya.
lalu kazuto menahan kembali serangan rubah dan memberikan tendangan kuat yang mementalkannya dan menabrak pohon.
"ha.. ha.. sial," kata rubah itu yang sudah lelah, bahkan untuk berdiri saja dia sedikit gemetaran, 'aku harus menyelesaikan dalam serangan berikutnya,' pikirnya yang mulai mengumpulkan sihirnya dalam 1 titik dan menciptakan bola yang ketika itu mengecil dan dia telan, membuatnya tubuhnya membesar dan mengeluarkan asap dari mulutnya seakan-akan bersiap untuk menembakkan apa yang dia telan tadi.
sedangkan kazuto sendiri memfokuskan sihirnya dan memasukkan sihir hijau ke lambang yang berada di tangan kanannya, dan menciptakan sebuah busur yang lalu dia petik busur itu dan memunculkan sebuah panah berwarna hijau.
"hei katia, apa mereka akan.." kata ren yang melihat dari jauh pertarungan mereka.
"ya, mereka berniat untuk menyelesaikan pertarungan ini pada serangan selanjutnya," kata katia.
"terima ini," katanya yang menembakkan serangan dari mulutnya.
"green mode : nature arrow," kata kazuto yang meembakkan panahnya mengenai serangan rubah yang membuat area sekitar mereka hancur karena gelombang kejut dari serangan mereka berdua, tapi terlihat jika serangan kazuto terlihat sedikit lebih kuat dari milik rubah yang menghancurkan serangannya dan mengenai rubah itu lalu membuatnya terjatuh.
"aku kalah.. ya," kata terakhir rubah itu sebelum dia kehilangan kesadarannya setelah terkena serangan kazuto.
__ADS_1
" ha.. ha.. aku menang," kata kazuto yang ketika itu juga ikut terjatuh tidak sadarkan diri tapi sebelum mencapai tanah, katia berada disana, memegangnya sebelum punggungnya menyentuh tanah.