The Reincarnator

The Reincarnator
bab 82 : mencari


__ADS_3

Di malam hari kazuto keluar dari asramanya menuju di depan gerbang sekolah, selama beberapa menit kazuto menunggu sampai ada sosok yang berjalan ke arahnya.


"maaf telat," kata pram kepada kazuto.


"tidak apa-apa, aku juga baru sampai, jadi bagaimana, ?" tanya kazuto.


"pertama kita pergi dulu ke pusat kota, lalu kita lakukan rencananya," kata pram kepada kazuto yang lalu mereka bergerak menuju kota di malam hari, "kau boleh mengaktifkannya," kata pram yang menyuruh kazuto.


"baiklah, green mode," kata kazuto yang mengaktifkan mode hijau lalu menutup matanya untuk mencari sesuatu di kota.


"bagaimana, ?" tanyanya.


"maaf, terlalu banyak kehadiran, jadi aku tidak bisa merasakannya secara pasti," kata kazuto yang mengatakan kepada pram jika tidak menemukan apa yang mereka cari secara pasti karena kehadiran yang terlalu banyak.


"kalau begitu lihat satu persatu," kata pram yang lalu meminta kazuto untuk menunjuk ke arah ke terdekat, dan ketika itu mereka sampai di rumah yang telah lama diatinggalkan.


"apa kau merasakannya disini, ?" tanya pram yang ketika itu telah bersiap.


"ya, aku merasa jika ada sesuatu yang aneh disini," kata kazuto yang juga menyiapkan pedangnya, berjaga-jaga jika memang ada sesuatu di dalam sana.


"baiklah, ayo masuk," teriak pram yang merusak pintu rumah itu dan masuk secara paksa dengan kazuto, lalu mereka pun melihat-lihat sekitar rumah itu dan melihat jika tidak ada bahaya 1 pun.


"hm, kazuto coba kau lihat periksa lagi, apa benar ini tempatnya," kata yang lalu meminta kazuto untuk mencoba memeriksa tempat ini untuk melihat apakah ada sesuatu.


"baiklah," kata kazuto yang lalu mencoba merasakan sesuatu di tempat itu lalu ketika itu kazuto terus berjalan dan berhenti di tengah ruangan dimana ketika itu dia merusak lantai bawah tumah kosong itu sampai dia melihat sesuatu yang bersinar.


"ini kan," kata pram yang akhirnya tahu alasan kenapa kazuto merasakan sesuatu disini.


"hm, apa itu senior pram, ?" tsnya kazuto.


"ini adalah batu sihir," kata pram yang melihat-lihat batu yang dia pegang, "apa masih ada lagi, ?" tanya pram kepada kazuto yang memintanya untuk mencari apa masih ada batu sihir di tempat itu.


"maaf senior pram, tapi aku tidak menemukan apa-apa," kata kazuto kepada pram.


"kita harus melaporkan ini kepada yang mulia, soal temuan kita ini," kata pram kepada kazuto yang berniat untuk melaporkan ini kepada orang tuanya.

__ADS_1


"kenapa, ?" tanya kazuto, bukankah agak wajar untuk sebuah batu sihir tercipta di area dengan sihir yang terkonsentrasi di sekitarnya.


"itu karena batu ini telah diukir," kata pram yang menunjukkan baru sihir itu kepada kazuto dan setelah dia lihat baik-baik jika batu sihir ini telah diukir yang berarti jika batu sihir yang telah mereka temukan memiliki semacam sihir di dalamnya.


"jadi kita akan pergi menemui mereka, ?" tanya kazuto.


"ya, apa kau masih tidak nyaman dengan kehadiran mereka, ?" tanya pram kepada kazuto.


"tidak, hubungan kami telah membaik, hanya saja terkadang agak canggung jika kami berada di tempat yang sama," kata kazuto kepada pram.


"kalau begitu aku akan menyimpan ini di asrama dulu, setelah pulang sekolah besok kita akan pergi dan memberikan ini kepada raja dan ratu," kata pram yang disetujui oleh kazuto yang lalu mereka segera kembali ke asrama untuk beristirahat.


setelah pulang sekolah, pram dan kazuto pergi untuk bertemu dengan raja dan ratu untuk memberitahukan mengenai hal yang mereka temukan.


"hm, ini," kata raja yang ketika itu sedang duduk di ruang tamu bersama dengan ratu yang ditemani oleh kazuto dan pram yang duduk berhadapan dengan mereka.


"sama seperti bulan lalu," kata ratu yang ketika itu melihat batu sihir yang dipegang oleh suaminya dan melihat ke arah anaknya karena sepertinya dia selalu terlibat dengan sesuatu yang aneh.


"yang mulia anda memanggil saya," kata seorang wanita yang ketika itu masuk ke dalam ruangan, dia memiliki rambut biru es, dengan mata berwarna ungu, dia memakau pakaian jubah berwarna biru dengan simbol kerajaan hexion.


"hm, ini maaf raja tapi batu sihir ini tidak mengandung mantra sihir apapun," kata margaret yang ketika itu telah selesai menganalisa batu sihir di tangannya.


"jadi apa itu adalah produk gagal, ?" tanyanya sekali lagi.


"tidak, ini adalah produk jadi silakan lihat," katanya yang ketika itu memasukkan sejumlah sihir ke dalam batu itu yang ketika itu cuma sedikit bersinar.


"hm, tidak terjadi apa-apa," kata ratu yang melihat batu itu tapi seperti yang dia lihat jika batu otu tidal bisa melakulan apapun selain bercahaya.


"itu karena batu ini adalah batu sihir khusus yang bisa digunakan untuk menyimpan sihir," kata margaret.


"bisa tolong kau jelaskan margaret," kata raja.


"dengan senang hati, seperti yang kita tahu jika batu sihir adalah batu yang tercipta akibat konsentrasi sihir yang terjadi di suatu tempat secara terus menerus, biasanya batu itu digunakan oleh kebanyak penyihir sebagai penambah kekuatan yang diaplikasikan dalam bentuk senjata, sedangkan batu ini sedikit spesial, batu ini disebut oleh kebanyakan penyihir sebagai baterai sihir," kata margaret yang mengeluarkan batu sihir kecil yang ketika itu menaruh batu itu di atas batu sihir yang kazuto dan pram temukan, dan ketika itu batu sihir yang berada di atasnya terserap.


"tunggu, batu sihirnya, ?" tanya kazuto yang terkejut.

__ADS_1


"benar, batu sihir tadi diserap dan energi sihirnya tersimpan dalam batu ini, ini silakan," kata margaret yang menyerahkannya pada kazuto dan ketika itu tubuhnya menjadi dipenuhi oleh sihir.


"jadi apa kalian mengerti, ?" tanya margaret kepada mereka yang cuma menganggukan kepala.


"bagaimana dengan imvestigasimu margaret, ?" tanya raja.


"tolong maafkan saya, mereka berhasil melarikan diri yang mulia," kata margaret yang menunduk karena gagal menyelesaikan tugasnya.


"tidak masalah, kau sudah bekerja dengan keras, beristirahatlah kau pantas mendapatkannya," kata raja kepada margaret.


"terima kasih yang mulia," kata margaret yang ketika itu melihat ke arah kazuto dan pram dan berniat untuk menanyakan sesuatu karena penasaran.


"ngomong-ngomong bagaimana kalian menemukan batu sihir ini, ?" tanya margaret.


"kami menemukannya di rumah yang telah ditinggalkan kemarin malam," kata pram yang menjawab pertanyaan margaret yang ketika itu dia merasakan aura tidak nyaman yang datang dari arah ratu.


"margaret, pram bisa kau tinggalkan kami sendirian disini bersama dengan kazuto," kata ratu yang ketika itu segera dituruti oleh pram dan margaret.


"baiklah, kazuto aku pergi dulu," kata pram yang segera berlari keluar dari ruangan itu meninggalkan kazuto bersama dengan raja dan ratu yang mengeluarkan aura yang menakutkan.


"jadi mulai jelaskan," kata ratu yang ketika itu kazuto mulai menjelaskan mengenai awal permintaan pram untuk mmebantu investigasinya tentang monster yang masuk ke dalam kerajaan dan kemampuan barunya untuk merasakan kehadiran yang merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam investigasi ini.


"hah, kazuto sebagai ratu dari kerajaan ini, aku senang jika kau mau melakukan semua ini demi kerajaan, tapi sebagai ibu aku tidak bisa tidak khawatir mengenai keadaanmu," kata ratu lumina kepada kazuto yang cuma mengangguk.


"maaf bu," kata kazuto yang menjadi tidak enak karena telah membuat ibunya khawatir.


"kazuto, kami memberimu izin untuk melakukan ini, tapi bisakah kau berjanji jika kau akan menjaga dirimu lebih baik," kata raja hector yang ketika itu melihat kazuto menganggukakan kepalanya yang membuatnya puas.


"baiklah kau boleh keluar," kata raja hector.


"terima kasih," kata kazuto yang lalu kazuto berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu untuk melakukan investigasinya bersama dengan pram.


"apa menurutmu ini akan baik-baik saja sayang, ?" tanya ratu lumina yang khawatir dengan kazuto.


"kau tidak perlu khawatir, kazuto adalah anak yang kuat, lagpula dia adalah anakmu," kata raja hector yang menenangkan istrinya.

__ADS_1


"ya," jawabnya kepada suaminya.


__ADS_2