The Reincarnator

The Reincarnator
bab 47 : mode hijau


__ADS_3

"tunggu, mode baru, dan ini berwarna hijau," kata ren yang terkejut dan segera menuju kazuto begitu pula dengan katia.


"kazuto, sejak kapan kau bisa menggunakan mode itu, ?" tanya katia yang melihat mode baru kazuto, dan harus dia katakan jika saat ini dia mengeluarkan aura yang sangat tenang berbeda ketika dia menggunakan mode biru atau merahnya.


"aku tidak tahu kapan aku bisa menggunakan mode ini, tapi mode ini baru-baru menunjukkan keberadaannya ketika memasuki hutan ini," kata kazuto yang melihat-lihat bagian tubuhnya yang telah sepenuhnya dipenuhi sihir hijau.


"apa mungkin mode barumu ini bereaksi dengan sihir di hutan ini," kata katia yang membuat asumsi mengenai bagaimana mode kazuto bisa aktif.


"sihir kau bilang," kata kazuto yang mendapatkan anggukan dari katia.


"ya, taman ini, tidak tepatnya hutan ini disebut sebagai hutan mistis karena konsentrasi sihirnya yang besar yang memberikan rasa tenang dan damai bagi mereka yang kemari, mungkin itu yang menjadi pemicu untuk aktifnya mode ini," jelas katia yang membuat kazuto teringat perasaan pertama yang dia rasakan ketika mode ini aktif, yaitu tenang dan damai.


"jadi begitu ya, sekarang aku mengerti," kata kazuto.


"tapi ngomong-ngomong apa kemampuan mode itu, ?" tanya ren.


"aku juga tidak tahu, tapi sudah pasti ini tidak seperti mode biru yang meningkatkan kecepatan dan mode merah yang meningkatkan kekuatan," kata kazuto yang mencoba untuk melihat kegunaan dari mode ini.


'mode ini sudah jelas hanya sedikit meningkatkan kecepatan dan kekuatanku, lalu apa kemampuan yang kudapatkan dari mode ini,' pikir kazuto yang lalu teringat dengan kehadiran yang dia rasakan sebelumnya dan apa yamg dilakukan oleh ren dan katia meskipun dia tidak ada disana.


"aku rasa aku tahu kemampuan dari mode ini," kata kazuto kepada ren dan katia.


"benarkah, jadi apa kemampuannya, ?" tanya ren


"aku kurang tahu, tapi sebelumnya aku dapat merasakan kehadiran seseorang ketika ketika kita memasuki hutan ini," kata kazuto yang membuat kehadiran yang memperhatikan mereka membuat langkah mundur.


'dia dapat merasakan kehadiranku, dia memang menarik, apa mungkin jika dia..' pikir kehadiran itu yang lalu berniat untuk meninggalkan mereka, tapi dia menghentikan langkahnya ketika dia mendengar suatu suara.


"jadi mau kemana kau," kata kazuto yang melihat ke arah kehadiran itu yang membuat ren dan katia menjadi bingung karena tidak ada siapapun disana.


"kazuto, ada apa, ?" tanya ren yang ketika itu melihat kazuto mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke udara.


"kehadiran yang aku rasakan sejak pertama masuk kemari, aku merasakannya disini, tepat di depanku," kata kazuto, meskipun dia tidak dapat melihatnya tapi karena mode ini, sekarang dia dapat dengan jelas merasakan kehadirannya, dan dapat merasakan apa yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


"harus aku akui untuk manusia kau samgat hebat," katanya yang lalu menunjukkan dirinya dan terlihat sebuah makhluk dengan 4 kaki dan 2 ekor, dia memiliki ukuran sebesar manusia dengan bulu berwarna orange mendekati coklat.


"rubah yang berbicara," kata ren yang pertama kali berbicara setelah beberapa waktu mereka menatap.


"apa itu yang ada dipikiranku untuk pertama kali," teriak katia kepada ren karena mengatakan sesuatu yang jelas.


"perkenalkan aku adalah rubah ekor 2 senang bertemu dengan kalian," kata rubah itu.


"namaku kazuto yuki, yang berteriak tadi itu adalah karnatia elinstein dan dia adalah ren pandedrum," kata kazuto kepada rubah itu.


"senang bertemu dengan kalian," katanya.


"lalu apa tujuanmu mengawasi kami, ?" tanya kazuto kepada rubah yang ada di di depannya.


"aku tidak mengawasi kalian, aku cuma mengawasimu," katanya yang mengatakan poinnya jika tujuannya adalah kazuto dan bukan temannya.


"aku, memangnya kenapa, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti kenapa ada rubah yang tiba-tiba mengawasinya ketika dia sampai di hutan.


"sejauh yang kuingat aku tidak melakukan apa-apa," kata kazuto yang jelas ingat, jika belakangan ini dia tidak membuat masalah demgan siapapun, apalagi dengan seekor rubah yang bisa berbicara.


"tidak, kau tidak melakukan apa-apa, aku hanya tetarik padamu," kata rubah.


"tertarik, untuk apa maksudmu," tanya katia yang merasa tidak suka dengan bagaimana rubah itu berbicara.


"kontrak," dan kata-kata itu membuat mereka terdiam.


'kontrak dia bilang, apa jangan-jangan dia ingin membuat kontrak denganku,' pikir kazuto yang kurang lebih mengerti dengan tujuan kenapa rubah ini mengobservasi kazuto.


"hm, jadi kau ingin membuat kontrak denganku, maaf tapi aku harus menolak, aku kemari untuk mencari galleon makhluk sihir keluargaku," kata ren yang dengan bangga menolak tawaran dari rubah.


"maaf tapi aku tidak tertarik denganmu, maksudku dia," kata rubah yang membuat ren menjadi sedih dan terkapar di tanah sedangkan katia hanya memperburuknya dengan menendang ren karena bersikap konyol dan berbicara kepada rubah.


"tapi apa kazuto memenuhi kualifikasi untuk menjadi kontraktormu, dan kenapa kau memilih kazuto," kata katia.

__ADS_1


"dia memenuhi kualifikasi pertama, tapi untuk bisa membuat kontrak denganku dia harus memenuhi kualifikasi kedua," kata rubah itu.


"jadi karena itu kau tertarik pada kazuto karena dia memenuhi kualifkasi untuk menjadi kontraktormu," kata katia yang mendapatkan gelengan kepala dari rubah itu.


"tunggu, apa,! bukannya kau bilang jika kazuto memenuhi kualifikasi, tapi kenapa kau sekarang bilang di tidak bisa menjadi kontraktormu," kata ren yang semakin bingung dengan apa yang dibicarakan oleh rubah ini.


"aku bilang jika kazuto memenuhi kualifikasi pertama tapi untuk bisa membuat kontrak denganku, maka dia harus memnuhi kualifikasi kedua," kata rubah itu.


"kualifikasi kedua," kata kazuto yang mendapatkan anggukan dari rubah.


"benar, kau harus mengalahkanku," kata rubah itu.


"apa, tunggu dulu, apa itu berarti dia akan bertarung melawanmu," kata katia yang ketika itu mendapatkan anggukan dari sang rubah.


"ya, karena itu adalah syarat yang telah kutentukan," kata rubah.


"maaf, tapi bisa kau tolong beri kazuto waktu," kata katia yang meminta untuk perpanjangan waktu karena sebelumnya kazuto masih belum berada pada keadaan primanya karena depresi.


"aku dapat memberinya waktu 3 hari, setelah 3 hari tolong temui aku di hutan bagian utara, disana ada sebuah lapangan dengan rintangan pohon dan batu yang menjadi tempat yang cocok untuk menjadi tempat pertarungan kita," katanya yang lalu pergi dari taman itu meninggalkan mefeka.


"hah, untung saja," kata katia yang lega, juju saja dia yakin jika kazuto akan menang dalam keadaannya yang biasa, tapi sebelumnya dia telah melihat jika gerakan kazuto sedikit lebih lamba dari sebelumnya, itu mungkin karena dia masih belum pulih.


"tapi bagaimana kazuto, apa kau akan yakin bisa melawannya, ?" tanya ren yang khawatir kepada kazuto.


"aku akan melakukan sebisaku, jujur saja badanku masih agak lemah, tapi aku akan berlatih sebanyak mungkin dalam waktu singkat ini untuk mengalahkannya," kata kazuto yang lalu kembali ke perkemahan, dan bersiap-siap untuk melakukan latihan untuk meningkatkan kemampuannya sebanyak mungkin.


"kalau begitu, sampai jumpa disana," kata kazuto yang memutuskan untuk berlatih di tempat lain.


"ya, pastikan kau datang dan menangkan pertarunganmu kazuto," kata ren yang menyemangati kazuto untuk menang.


"jaga dirimu ok," kata katia yang hanya membisikkan sesuatu yang hanya dapat di dengar oleh kazuto dan mencium pipinya, untuk menyemangatinya.


"ya," katanya dan kazuto pun pergi menuju hutan untuk melakukan latihan pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2