
"kontrak darah kau bilang, apa itu, ?" tanya ren yang baru mendnegar soal itu.
"itu adalah kontrak hidup dan mati yang diberikan kepada kontraktor kepada makhluk yang dikontraknya," kata kazuto yang melihat ke rubah itu dan berkata, "dengan kata lain, kontrak itu sama dengan pemberian hidup dan mati makhluk itu kepada sang kontraktor," kata kazuto yang cukup tahu mengenai hal itu dikarenakan ajaran leon.
"tunggu, itu berarti," kata katia yang melihat kazuto lalu mengalihkan pandangannya ke rubah.
"itu berarti jika hidup dan matiku akan sepenuhnya berada di tangan master baruku yaitu kazuto seketika kontrak itu dibuat," kata rubah.
"kenapa kau sampai mau melakukan hal semacam itu demi membuat kontrak," tanya katia yang tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan rubah itu.
"itu karena klan kami hanya dapat melakukan satu kontrak selama hidup kami, karena itu aturan dalam klan kami memutuskan untuk memberikan kontrak darah kepada master kami, sekaligus memberikan nama sebagai bentuk dari perjanjian klan rubah, yang berarti jika kesetian kami akan kami berikan sepenuhnya kepada kontraktor kami pada detik kontrak telah dibuat," kata rubah itu.
"wow, benar-benar klan yang hebat," kata ren yang takjub dengan klan rubah yang menunjukkan seberapa hebat kesetian mereka terhadap komtrkator mereka, itu membuatnya melihat rubah itu dan klan mereka dengan sudut pandang yang berbeda,
"tapi tunggu, bukankah itu berarti jika kazuto mendapatkan semua keuntungan dari kontrak sedangkan dia tidak mendapatkan apapun," kata katia yang menunjuk ke rubah.
"itu tidak sepenuhnya benar, aku mendapatkan keuntungan dari kontrak ini," kata rubah itu.
"lalu apa itu, ?" tanya katia yang penasaran dengan keuntungan yang dia dapatkan dari kontrak yang mereka lakukan.
"evolusi dan peningkatan kekuatanku akan meningkatkan," kata rubah itu yang mulai menjelaskan apa saja keuntungan yang dia dapatkan, "seperti yang kalian tahu jika kami para makhluk sihir dapat berkembang dan menjadi lebih kuat dengan berlatih dan berevolusi tapi ada cara yang lebih praktis dari semua itu," kata rubah yang membuat mereka memikirkan 1 kata yang mengawali awal pembicaraan ini.
"kontrak ya," kata kazuto.
"benar, dengan kontrak, kami makhluk sihir dapat berkembang lebih cepat dari mereka yang tidak memiliki kontrak, khususnya klan kami yang membuat kontrak dengan orang pilihan kami," kata rubah.
"kalau begitu ayo lakukan," kata kazuto yang mengeluarkan pedangnya dan sedikit memotong jarinya dan memberikan darah itu yang di minum oleh rubah yang lalu memunculkan semacam lingkaran sihir di tangan kazuto dan tubuh rubah itu.
__ADS_1
"kontrak darah telah selesai, selanjutnya adalah pemberian nama," kata rubah itu yamg bersujud kepada kazuto.
"hm, rubah ya.. kura.. tidak bukan itu kuma...ra, namamu adalah kumara," kata kazuto yang ketika itu telah menamai rubah itu dengan nama kumara dan lalu ketika itu sebagian sihirnya masuk ke tubuh kumara yang membuatnya sempat bersinar.
"kumara senang bertemu dengan manster," kata kumara yang menundukkan kepalanya, "sekaligus master, saya ingin mengajukan suatu permintaan," kata kumara yang masih menundukkan kepalanya.
"apa itu, ?" tanya kazuto.
"jika diperbolehkan saya ingin untuk selalu berada di samping master," kata kumara.
"aku tidak masalah, tapi dengan penampilanmu aku yakin jika orang-orang akan shock berat ketika melihatmu," kata kazuto yang merasa tidak yakin membawa kumara sepanjang waktu, lahipula ukurannya sendiri sudah cukup untuk membuat orang lain mengeluarkan pedangnya.
"jika soal itu, apa ini tidak masalah," kata kumara yang berubah menjadi semacam rubah kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari anak kucing.
"ya, aku rasa tidak masalah," kata kazuto yang tidak masalah dengan ukuran kumara yang sekarang, lagipula jika dengan ukuran orang-orang akan setidaknya akan menganggap kumara sebagai hewa peliharaan.
"hm, jadi apa yang kita lakukan sekarang, ?" tanya katia, liburan mereka di hutan ini sudah tersisa besok, dan mereka telah melakukan kegiatan yang ingin dilakukan oleh mereka kstika memutuskan untik pergi kemari.
"aku masih ingin mencari galleon, tapi aku tidak menemukan apa-apa selain jejak kaki waktu itu," kata ren yang terdengar masih belum menyerah, meskipun selama 3 hari ini ketika latihan kazuto dia telah pergi mencarinya di berbagai tempat di hutan ini.
"galleon, maksudmu singa putih bersayap itu," kata kumara yang membuat ren langaung mengalihkan pandangannya ke arah kumara yang ada di bahu kazuto.
"bagaimana kau bisa tahu, ?" teriak ren yang terkejut, dia sendiri tidak pernah mengatakan mengenai ciri-ciri dari galleon tapi makhluk kontrak kazuto dapat mengetahuinya, yang berarti jika kumara mengetahui informasi mengenai makhluk sihir keluarganya.
"aku pernah melihatnya mengunjungi kampung halamanku 8 tahun yang lalu, aku masih mengingat hangatnya tangannya ketika dia mengelus kepalaku," kata kumara yang mengingat kenangannya bersama dengan galleon.
"jadi begitu," kata ren dengan nada sedikit kecewa, jujur saja tujuannya kemari adalah untuk melihat seperti apa makhluk sihir keluarganya, tapi mendengar kabar jika dia masih hidup kali ini sudah lebih dari cukup untuknya.
__ADS_1
setelah itu mereka memutuskan untuk tidak melakukan apapun selama hari itu karena 2 dari anggota mereka terluka, dan malam pun tiba dimana mereka akan tidur.
"baiklah, aku rasa aku akan tidur duluan, kumara apa kau ingin tidur denganku, ?" tanya kazuto yang ketika itu diangguki oleh kumara.
"kalau begitu selamat malam semuanya," kata kazuto kepada ren dan katia yang memutuskan untuk tidur dan ketika itu tanpa sepengetahuan kazuto kumara mulai berubah.
Pagi hari telah tiba, ketika itu kazuto membuka matanya dan menyadari jika ada sesuatu, tidak lebih tepatnya seseorang di di sampingnya.
'hm, apa ren tidur di tempatku lagi, tapi kenapa terasa lembut ya,' pikir kazuto yang saat itu masih setengah tertidur, lalu dia pun dengan pelan memindahkan kepalanya ke arah orang yang tertidur di sampingnya, dia memiliki rambut coklat panjang yang indah dengan tubuhnya yang menyamai katia.
Ketika melihat itu, membutuhkan beberapa detik untuk kazuto bisa mencerna apa yang dia lihat, lalu ketika itu, "aaahhh," teriak kazuto yang terkejut karena ada wanita di tendanya, yang lain akhirnya terbangun karena teriakan kazuto dan segera pergi menuju tendanya untuk melihat apa yang terjadi.
"kazuto, ada apa, ?" tanya kedua orang itu yang mata mereka langsung terbelalak ketika melihat wanita telanjang yang tertidur di tenda kazuto, ketika melihat itu kazuto hanya berharap jika dia dapat melihat hari esok, karena sepertinya pacarnya tidak akan melepaskannya dengan mudah.
"i-ini, bukan seperti yang kalian pikirkan," kata kazuto yang mengatakan yang sejujurnya, dia tidak tahu darimana wanita yang tertidur di sampingnya itu, tapi dalam kasus ini sudah pasti jika mereka mengira kazuto melakukan sesuatu terhadapnya.
"hm, berisik," kata wanita itu yang ketika itu membuka matanya dan melihat kazuto dan yang lain, "selamat pagi," katanya yang memberi salam kepada kazuto dan yang lain.
"selamat pagi, bisa kau tolong kau jelaskan kenapa kau bisa tertidur di tendanya," kata katia yang mengatakan itu dengan senyuman yang menakutkan dan jika dia mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan maka dia mungkin saja akan menghabisi kazuto dan menyembunyikan jasadnya di suatu tempat di hutan ini.
"bukannya sebelumnya saya telah meminta izin untuk tidur bersama dengan master, apa kalian benar-benar lupa," katanya yang membuat kazuto membelalakkan matanya karena dia sepertinya tahu siapa orang yang tidur di sampingnya.
"apa kau jangan-jangan, ?" tanya kazuto yang ketika itu menunjuk wanita itu.
"ya, aku adalah kumara," kata kumara.
"eeeehhhh," teriak mereka.
__ADS_1