
ketika kecil kazuto memiliki seseorang yang bisa dia panggil sebagai sosok seorang ibu, lisia yuki, itu adalah nama istri dari ayahnya, meskipun kazuto hanya bersama dengannya sebentar sebelum mereka berpisah, tapi dia masih bisa ingat bagaimana hangat dari tangannya ketika menyentuh kepalanya, dia hanya berharap jika dia dapat bertemu dengannya lagi.
banyak dari pelayan yang tidak tahu apa yang terjadi sampai ratu mengeluarkan air mata seperti itu, sejauh yang mereka tahu jika ratu lumina adalah orang yang kuat yang hampir tidak pernah menunjukkan kelemahannya, tapi saat ini dia menangis dan memeluk pemuda yang tidak tahu darimana asalnya, mereka pun melihat ke arah raja dan tuan putri yang memiliki ekspresi damai di wajah mereka, tapi ketika itu mereka melihat eskpresi dari kepala pelayan yang ketika itu matanya terbelalak seolah-olah melihat sesuatu yang tidak mungkin untuk terjadi.
bagi mereka yang masih baru, itu merupakan hal yang wajar jika mereka tidak mengerti tapi ketika itu mereka mendengar kata-kata yang langsung membuat otak mereka berjalan kembali.
"yang.. mulia pangeran cassian," kata pelayan itu yang membuat semua pelayan yang ada di ruangan itu terbelalak, mereka segera mengalihkan pandangan mereka ke arah yang mulia ratu dan pemuda itu dan mata mereka semakin terbelalak karena apa yang mereka pikirkan ternyata benar.
Mata mereka dan rambut mereka benar-benar mirip, jika kalian lihat dengan baik, maka tidak akan aneh jika kalian mengira jika mereka adalah adik kakak, tapi meskipun begitu, tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk mengganggu reuni mereka, karena itu mereka hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, sehingga di tempat itu tidak ada suara apapun yang terdengar kecuali tangisan ratu yang memeluk putranya.
Ketika itu sang raja pun berjalan melihat pasangan kedua anak dan ibu dan melakukan hal yang tidak terduga dia pun memeluk mereka berdua yang membuat lousse juga mendekat dan memeluk mereka, 'perasaan ini benar-benar aneh, padahal aku baru pertama kali melakukan ini dengan mereka, tapi entah kenapa aku merasa jika perasaan ini sangat familiar,' pikir kazuto yang mencoba memikirkan dimana dia merasakan perasaan ini sebelumnya, dalam ingatannya memang terdapat banyak kenangan, baik itu yang manis ataupun pahit tapi saat ini dia merasa tidak perlu memikirkan itu dan menikmatinya bersama dengan mereka.
"baiklah, aku rasa ini masih sulit untukmu, setelah kehilangan keluargamu, dan berita mengenai keluargamu yang asli," kata ratu kepada anaknya yang ketika itu telah tenang.
__ADS_1
"kami telah mendengar permintaanmu dari lousse dan.." kata raja yang melihat ke arah semua orang yang ada di ruangan tersebut, "aku berharap jika hal yang terjadi di ruangan ini tidak terdengar oleh siapapun, bagi siapapun yang melanggar ini maka mereka akan mendapatkan hukuman berat, apa kalian mengerti," kata raja yang ketika itu membuat mereka segera menuruti keinginan raja, karena jika dia mau, dia dapat menutup mulut mereka dengan membunuh tanpa harus berpikir panjang, karena nyawa mereka dibandingkan dengan rahasai sangatlah rahasia.
"bagus, kalian boleh pergi," kata raja yang menyuruh semua orang pergi termasuk pelayan tuanya yang ikut dan membawa kumara pergi karena hal ini merupakan urusan mereka sebagai keluarga dan bukan hak mereka untuk mengetahui hal ini atau untuk ikut campur.
"baiklah, aku rasa kita bisa memulainya percakapannya," kata raja, "mengenai permintaanmu itu, meskipun itu sangat sulit tapi kami akan mencoba sebisanya untuk mengabulkan keinginanmu," kata raja yang mendapatkan anggukan puas dari kazuto, sebelumnya lousse berkata kepada ayahnya jika anaknya yaitu kazuto tidak ingin untuk mempublikasikan namanya sebagai pangeran, karena dia ingin untuk membuat namanya sendiri daripada harus bergantung kepada orang lain.
Tentu raja sendiri tahu jika kazuto memiliki alasan yang lain jika mungkin dia masih kesulitan untuk menerima mereka sebagai keluarga, karena dimatanya mereka adalah orang asing atau keluarga bangsawan dengan status yang tinggi, apalagi dia mendapatkan kabar ini setelah kematian keluarganya, tentu hal itu akan sulit bagi keluarganya yang lain untuk mengobati lukanya, oleh karena itu dia setuju dengan keinginan egois putranya untuk tidak menyebarkan berita jika dia masih hidup, karena baginya anaknya telah cukup menderita dan dia pantas untuk mendapatkan yang lebih baik.
"terima kasih, a-a-raja hexion," kata kazuto yang masih ragu untuk memanggilnya dengan sebutan ayah, dia masih takut untuk mencoba lebih terbuka terhadap mereka, karena jika dia melakukan itu maka bagaimana dengan mereka, keluarga yang telah merawatnya sejak kecil, apa mereka akan menghilang begitu saja, dia tidak tahu, dia masih perlu berpikir.
"dan kami mengerti jika kau masih memanggap jika orang yang membesarkanmu adalah orang tuamu karena mereka adalah orang yang membantu dan melihatmu tumbuh sampai menjadi seperti sekarang, dan kami yakin jika kau berpikir jika kau mengatakan kata-kata itu maka kenangan yang kau miliki kepada mereka akan hilang, ya kan," kata ratu yang cukup mengerti dengan bagaimana putranya berpikir.
kazuto sendiri terkejut jika orang ini dapat mengerti apa yang dia pikirkan walaupun mereka baru saja bertemu, tapi dia tidak mengelak untuk menjawab jika apa yang dia katakan memang benar karena jika dia mengakui mereka, apa itu berarti jika dia membuang keluarga yang telah membesarkannya selama ini, dia terus memikirkan hal itu, tapi sebelum dia menjawab sebuah tangan mengelus kepalanya.
__ADS_1
"maka itu tidak masalah jika kau menganggap mereka sebagai orang tuamu," kata raja kepada putranya, "dan kazuto, apa kau tahu apa ikatan yang paling kuat yang menyatukan suatu keluarga, ?" tanya raja.
"apa itu hubungan darah," kata kazuto yang mendapatkan gelengan dari raja.
"lalu apa, ?" tanya kazuto yang ingin mengetahui jawabannya dan mungkin jika dia bisa mengetahuinya, maka mungkin saja jika dia dapat bergerak maju.
"cinta," kata raja yang membuat semua pikiran kazuto terbuka, bagaimana bisa dia begitu buta karena jawabnnya sudah jelas di depannya, tapi sampai saat ini dia tidak mengetahui, ketika itu kazuto merasa jika saat ini, dia dapat melepaskannya dan menganggap jika mereka, orang-orang yang berada di ruangan ini sebagai keluarganya, dan bukan sebagai orang yang akan menggantikan posisi yang kosong di hatinya.
Ketika itu pun mereka melakukan beberapa percakapan ringan, tanpa formalitas dan yang lain, seakan-akan mereka tidak lagi memikirkan apapun lagi dan hanya ingin menikmati waktu yang mereka miliki.
"maaf yang mulia, tapi diplomatik dari kerajaan beastman sudah datang, silakan raja dan ratu untuk segera pergi dan menemui mereka di ruang rapat," kata pelayan itu kepada raja dan ratu.
"aku rasa sudah waktunya," kata raja dengan nada sedikit sedih, saat ini dia sedang mencoba untuk mengembalikan waktu yang hilang dengan putranya, tapi jika mereka berdua tidak menghadiri rapat ini maka itu sama saja dengan menghina raja dari kerajaan beastman.
__ADS_1
"maaf nak, sudah waktunya kami pergi," kata ratu yang berdiri dan menuju pintu menuju ruang rapat untuk menemui diplomatik.
"ya, tidak masalah," kata kazuto yang juga berdiri dan bersiap untuk pulang, meskipun tempat ini dulu adalah rumahnya tapi untuk saat ini dia masih tidak nyaman untuk tinggal disini, meskipun disuruh oleh mereka, "kalau begitu saya ingin pamit dulu," kata kazuto yang berjalan menuju pintu untuk pergi keluar dari istana tapi sebelum dia keluar dari pintu, dia berhenti dan mengatakan ini, "sampai jumpa lagi, ayah, ibu, kak lousse," dan dengan kata-kata itu kazuto pergi dari istana, sedangkan orang tuanya yang berada disana tertawa bahagia dambil mengeluarkan air mata, karena sepertinya mereka dapat bersatu lagi sebagai keluarga, mereka lalu segera pergi menuju ruang rapat dengan semangat yang membara.