
“Saat sudah waktunya, mari kita bertiga minum bersama sebagai tim,” lanjut Ricky.
“Tentu, Pak. Dengan senang hati.”
Ponsel Zaid berdering. Panggilan masuk dari Anna. Dia hanya membiarkan itu dan tersenyum.
20 panggilan tak terjawab dilihatnya dari riwayat. Pastinya Anna telah menunggu Zaid karena dia tak membalas pesannya sejak kemarin malam.
“Kalau begitu, aku permisi dulu.”
“Hei, mau kemana kau?” tanya Emir.
“Anna. Aku ingin menemuinya. Dia telah menelponku berulang kali saat aku berburu tadi.”
“Kenapa? Bukankah kau sedang mengabaikannya? Katamu kau sedang mengabaikannya kemarin.”
“Astaga, kau sangat kuno. Inilah saatnya waktu yang tepat untuk meluluhkan hatinya.”
“Baiklah. Semoga berhasil.”
Zaid menitipkan sniper itu pada Emir, lalu berpamitan pergi.
__ADS_1
***
Malam hari pun tiba. Setelah gagal dalam penyerangan, Zaid memutuskan untuk pergi ke rumah Anna malam itu juga. Lupakan sejenak soal pria misterius yang ditembaknya tadi sore.
Dia tetap harus berfokus untuk merayu Anna dan mendapatkan informasi soal gelang.
Tepat pukul 7 malam. Tibalah Zaid di depan apartemen Anna. Menjemput Anna menggunakan mobil pemberian Can.
Malam itu cuaca sudah mulai tak begitu dingin. Musim salju akan usai dalam waktu dekat. Hanya tersisa sedikit salju yang masih menyelimuti setiap genting rumah, pohon, dan juga jalanan.
Beberapa penghuni apartemen juga terlihat berdatangan, kembali ke apartemen mereka masing-masing, setelah usai bekerja seharian penuh.
Para pekerja kantoran, pasangan pasutri muda, juga beberapa anak lajang seperti Anna yang tinggal di apartemen itu.
Berdiri dan menyandar di mobilnya, sembari menikmati sebatang rokok untuk menghangatkan badannya dari dinginnya malam itu.
Kepulan asap rokok mengepul, melayang terbang tinggi. Seolah semua asap itu mengeluarkan semua masalah yang ada di pikiran Zaid.
Meski pembawaannya tetap tenang dan kalem, tapi, sebenarnya Zaid menyimpan semua beban pikiran di dalam benaknya.
Dia terus memikirkan apa tujuan hidupnya di dunia ini. Untuk apa dia lahir ke dunia ini? Dan apa saja yang telah dilakukannya selama di dunia? Benar atau salahkah perbuatannya ini?
__ADS_1
Kenapa dia harus terlahir menjadi Zaid, seorang pria sebatang kara yang ditinggal ayah dan ibunya sejak kecil. Hingga dia menjadi tentara bayaran yang paling kejam dalam masanya.
Bertarung, membunuh, dan melakukan semua perbuatan yang sebenarnya salah menurut norma. Pernah terpikir di benaknya untuk berhenti dari semua urusan duniawi.
Akan tetapi, dia tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk itu. Mungkin mencari penasehat spiritual bisa menjadi langkah terbaik baginya.
“Brengsek!”
Karena terlalu dalam saat melamun, Zaid tak sadar jika batang rokoknya mulai memendek, hingga bara api mengenai jarinya sendiri.
Tak lama kemudian, Anna pun datang. Perlahan dia berjalan menghampiri Zaid.
“Kau mau kemana?”
“Masuklah.” Zaid membuka pintu mobil, untuk Anna, lalu Anna pun masuk ke dalam, menurutinya.
Lagi-lagi Anna dibuat terkesan dengan perhatian Zaid saat memasangkan sabuk pengaman di kursi Anna.
Tanpa banyak bicara, Zaid menyalakan mesin mobil, dan mobil pun melesat pergi dari gedung apartemen.
Jalan raya istanbul malam itu tak cukup ramai. Hanya beberapa kendaraan yang terlihat melintas.
__ADS_1
Musim salju memang selalu seperti itu. Kebanyakan orang lebih memilih berdiam diri di rumah saat musim dingin tiba.
Memasak daging, ramen, dan minuman hangat di rumahnya masing-masing akan lebih nikmat, daripada harus keluar dan merasakan dinginnya malam.