
“Apa maksudmu?”
“Kita bisa mengerjainya. Aku yakin dia akan pergi jika dia tak nyaman berada di dekatmu. Aku juga yakin Babel Group tak akan marah, jika memang dia yang mengundurkan dirinya sendiri. Kau tak perlu lagi merasa segan.”
“Jadi, maksudmu, kita akan mempekerjakannya, tapi, membuatnya pergi dengan sendirinya?”
“Ya, begitulah kurang lebih.”
“Astaga, Dasar Rubah Kecil. Itu jahat sekali, tapi aku sangat menyukai itu. Hahahahaha. Kau memang yang terbaik, Anna. Kau juga sangat menggemaskan.”
Mereka berdua pun terkekeh bersama.
Dari luar tenda, terlihat Zaid yang baru menghabiskan sebatang rokoknya. Menghembuskan asap terakhir, lalu membuang puntung rokok ke dalam tong sampah.
“Astaga, ini gila. Apa yang akan mereka lakukan? Misi ini lebih ribet dari yang kukira.” Dia pun segera pergi dari lokasi syuting.
***
__ADS_1
INTERVIEW ZAID & HARI PERTAMA RESMI SEBAGAI PENGAWAL
Di salah satu gedung megah yang merupakan gedung agensi entertainment yang menaungi Can Yaman.
Terpampang tulisan besar ‘YB ENTERTAINMENT’ di plang besar. Di sisi depan gedung.
Gedung itu tak terlalu besar, karena hanya digunakan khusus untuk basecamp dan para kru pribadi Can, termasuk, Manajer, Tim Makeup, stylish, dan lainnya.
Meski tidak besar, tapi, gedung itu sangatlah mewah dan terlihat elegan. Memiliki 2 lantai yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas, dan didesain dengan sangat baik oleh arsitek profesional.
Saat masuk ke dalam, akan langsung disambut oleh pemandangan berbentuk, foto dan poster Can Yaman, beberapa piagam dan penghargaan yang telah diperolehnya, juga beberapa barang-barang menumpuk pemberian dari para penggemar.
Di lantai 2 tepatnya, terlihat Zaid yang sudah berada dalam satu ruangan. Dia duduk di kursi dan bersiap untuk melakukan interview dengan Anna.
Pagi itu Zaid hanya menggunakan jaket denim sebagai outer dengan kaos putih polos dan celana jeans hitam pekat.
Dia menoleh kanan kiri melihat sekitarnya, sembari menunggu Anna yang duduk di depannya dan membaca semua resume Zaid.
__ADS_1
“Baiklah, karena kita sudah bertemu sebelumnya, aku tak perlu berbasa-basi dan mari kita langsung mulai saja wawancaranya,” ucap Anna ketus mengambil beberapa berkas resume milik Zaid.
“Aku juga sudah mendapatkan resume mu dari Produser Nick. Jika melihat dari sini, kau memang sangat berpengalaman, evaluasimu juga sangat baik, catatan medis juga sempurna.”
“Kau juga sangat berbakat dalam beladiri. Menguasai sabuk tertinggi di bidang taekwondo, jujitsu, judo, hingga karate. Wah, ckup mengesankan. Kau sangat keren.”
Anna terus membaca dan sesekali memuji Zaid dengan senyuman tengilnya,
“Akan tetapi, kau kurang detail saat memberikan resume mu di masa lalu. Siapa orang penting yang pernah bekerja denganmu di Babel Group? Siapa yang mengajakmu?”
“Aku tak bisa memberitahumu karena alasan keamanan dan privasi perusahaan.” Zaid beralasan karena dia memang tak tahu dan hanya menjalankan perintah dari Emir.
“Astaga, baiklah. Kau bisa menjaga rahasia itu.” Anna kembali meletakkan berkas resume ke atas meja. “Bagus sekali. Kalau begitu, sekarang aku akan mulai bertanya hal lain. Anggap saja ini sebuah test.”
“Jawab pertanyaan ini dalam tiga detik. Tak boleh lebih dari itu. Kau mengerti?”
Zaid menghela nafas panjang, lalu mengangguk.
__ADS_1
“Anggap saja kau berada di sebuah tempat terpencil. Menurutmu, apa pohon dan buah yang pertama kali kau temui? Semangka, nanas, apel, anggur, ceri, atau jeruk?”