TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 075


__ADS_3

Di ujung restoran, terlihat Zaid dan Anna yang sudah berada di dalam meja bundar dengan dua kursi. Saling duduk berhadapan. Dua cangkir teh hangat jepang telah dipesan.


Zaid mengangkat satu kakinya menyilang. Menunggu Anna berbicara.


“Baiklah, aku akan langsung pada intinya. Kenapa kau lakukan itu padaku saat pesta berlangsung tadi? Kau juga mengatakan ‘kau cantik’ saat kau ketahuan mengambil fotoku di atap, saat pertama kali kita bertemu.”


“Sejujurnya, kesan pertamamu tidak begitu bagus, tapi, apa yang telah kau lakukan malam ini?”


“Bukankah aku sudah memintamu untuk mengabaikannya?” timpal Zaid.


“Aku perlu penjelasan jika kita tetap ingin menjadi keluarga.”


Zaid hanya diam tak menjawab dan menatap Anna dengan tatapan datar, tanpa ekspresi apapun. Membuat Anna semakin kebingungan.


“Kumohon beritahu kebenarannya. Apa maksudmu melakukan itu tadi?”


“Dasar, Bodoh! Kenapa manusia bisa percaya bahwa yang kau ucapkan dengan perkataan dari mulut adalah sebuah kebenaran? Sebegitu bodohnya manusia,” gumam Zaid dalam hati. Dia mengerti bahwa Anna telah menganggap bahwa Zaid menyukainya.


Zaid menghela nafas panjang. “Apa kau bersiap menerima kebenarannya, jika aku mengatakan yang sesungguhnya?”

__ADS_1


Anna mengangguk.


“Itu karena kau berada di sana saat itu, dan hanya kau satu-satunya orang yang terlihat di depan mataku.”


Anna terdiam mematung. Memikirkan apa maksud ucapan Zaid.


“Aku juga tahu. Apa yang telah kulakukan di pesta tadi adalah hal yang buruk. Hal yang seharusnya tidak kulakukan pada siapapun. Akan tetapi, saat itu aku hanya melihatmu disana, jadi, apa boleh buat.”


“Aku minta maaf jika aku sudah bertindak keterlaluan padamu. Aku sangat menyesalinya. Baiklah, aku permis.” Zaid pun berdiri dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan Anna.


13 Agustus pukul 8 malam, waktu Greenwich. Agen Hantu Zaid telah menyelesaikan misinya di Rusia. Zaid mengirim pesan laporan, telah selesainya kasus yang dijalankan pada Emir.


***


Berkumpul untuk menyambut rombongan Can yang baru datang ke rumahnya. Lagi-lagi Can masih tak habis pikir dengan apa yang dialaminya kemarin di Rusia.


Masih berseru dan bercerita pada semua kru yang tak ikut berangkat tentang kejadian yang terjadi.


“Saat kemarin lampu padam, kukira itu hanyalah pemadaman listrik sementara, tapi, ternyata itu adalah sebuah bom EMP.”

__ADS_1


“Apa itu EMP, Tuan?” tanya salah satu kru yang tak ikut.


“Sesuatu yang mahal dan sangat berbahaya. Bukan begitu, Pengawal Zaid?”


Zaid hanya mengangguk pada Can yang sangat sok tahu.


“Tolong jelaskan lebih detail lagi, Pengawal Zaid. Apa itu EMP.”


“EMP merupakan bom penghancur sistem gelombang elektromagnetik. Begitu EMP dijatuhkan, maka semua kelistrikan akan padam dalam radius ratusan kilometer.”


“Semua perangkat elektronik yang aktif saat itu juga akan hancur saat EMP diluncurkan,” jelas Zaid singkat.


“Wah, keren sekali!” seru salah satu kru wanita.


“Benar, kan? Itu sungguh menegangkan. Kami mengalami hal yang sangat mengejutkan disana,” timpal Can.


“Hmm, syukurlah. Tidak terjadi apa-apa,” celetuk Si Sopir yang bosan mendengar Can membual.


“Apa maksudmu?” tanya Can ketus.

__ADS_1


“Tak ada. Hanya saja, kau sangat beruntung, karena itu hanyalah bom yang menghancurkan gelombang elektromagnetik, bukan penghancur gedung, ataupun manusia.”


“Ya, tentu. Aku selamat.” Can kesal. Beranjak berdiri, lalu menjambak rambut sopir pribadinya dari belakang. “Dasar, Brengsek! Menurutmu, apa kau akan selamat jika kau akan berada disana, hah?”


__ADS_2