
Dan pastinya Emir juga dapat memantau situasi di dalam ruangan itu dari tempatnya bersembunyi.
Zaid melihat sekeliling ruangan itu. Setiap ruangan terdapat anak buah Victor yang menjaga kemanan. Mereka berdiri tegak melihat para tamu undangan yang hadir.
Zaid juga melihat beberapa CCTV dan kamera pengawas yang berada di ruangan itu.
Kamera pengawas itu sangatlah canggih. Dapat berputar 360 derajat, dan pastinya dapat melihat semua yang dilakukan para tamu undangan. Menghafal letak tiap cctv juga menghitung semua anak buah Victor yang menjaga.
“Lihatlah ini, Kak. Kira-kira, berapa yang dihabiskannya untuk membangun rumah semacam ini?” Anna masih kagum dengan desain interior gedung yang begitu megah itu.
“Hmm, pastinya cukup mahal,” jawab Can
“Dari yang kudengar, dia menghabiskan setidaknya 10 juta dollar untuk membangun interior bangunan milik kerajaan romawi kuno seperti ini. Wah, ini sungguh menakjubkan,” lanjut Anna.
Dan saat itulah Can bertemu dengan Rose, mantan kekasih, sekaligus cinta pertamanya.
Rose datang bersama suaminya, Jason. Seorang anak tunggal ahli waris dari Babel Group yang kini menjadi pemilik utama dari perusahaan itu, yang juga datang di pesta ulang tahun privat Victor.
Rose pun tak kalah cantiknya dengan Agnes. Sifatnya yang kalem dan tenang, membuat Rose lebih terlihat anggun dan memancarkan aura yang sangat positif.
__ADS_1
Bergandengan tangan mesra dengan Jason. Berjalan menghampiri Can yang baru memasuki ruangan.
“Astaga, Tuan Can. Sudah berapa lama kau datang kemari?” sapa Jason.
Can mendengus tak menjawab. Dia jelas membenci pria yang telah merebut wanita kesayangannya.
“Bagaimana kabarmu? Kudengar, kau mengalami kecelakaan. Apa kau sudah sepenuhnya pulih?”
“Tentu. Seperti yang kau lihat sekarang. Aku sangat sehat. Tubuhku dapat pulih dengan cepat,” jawab Can.
“Itu semua karena pengawal baru kita. Kami beruntung karena Pengawal Zaid dapat mencegah kecelakaan yang lebih besar lagi,” sahut Anna.
Zaid hanya tersenyum menunduk. Menerima pujian dari Jason.
“Astaga, tatapan apa itu? Mulutnya memujiku, tapi, matanya berkata seolah sebaliknya.,” gumam Zaid dalam hati. “Pasti wanita itu yang bernama Rose.”
“Siapa sebenarnya dia? Bagaimana bisa dia menjadi mata-mata yang dikirim Emir? Apa dia juga agen?”
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Nona Rose. Aku sudah memutuskan untuk keluar dari YB Entertainment. Jujur saja, aku sangat tak menyukai pemegang saham terbesar saat mengetahui siapa di balik perusahaan itu,” tegas Can.
__ADS_1
“Astaga, sampai kapan kau akan menyembunyikan semua ini, Nona Rose?” tambah Anna.
“Menurutku, itu bukan urusanmu,” bantah Rose ketus.
“Apa ……”
“Tidak!” Can memotong ucapan Anna. “Itu adalah sesuatu yang harus kau bahas dengannya. Aku akan mendirikan agensi yang baru, dan mengangkat Anna menjadi CEOnya.”
Mereka malah berdebat saat orang lain menikmati pesta.
“Astaga, sepertinya ini bukan tempat yang bagus untuk berdiskusi masalah rumit seperti itu.” Jason menengahi. Tangan kirinya memegang pinggang Rose yang membuat Can kembali merenung.
“Berdiskusi? Sepertinya aku tidak berdiskusi. Aku hanya menyampaikan beberapa pemberitahuan saja. Kalau begitu, permisi.” Can pun berlalu pergi menggendong Anna, disusul dengan Zaid.
Mereka mencari sebuah meja bundar yang kosong, lalu ditempatinya bersama.
Terlihat beberapa pengawal yang mengantarkan 2 botol alkohol ke meja Can, juga beberapa makanan ringan.
“Thankyou, Sir,” ucap Anna pada pelayan itu.
__ADS_1