TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 069


__ADS_3

Ternyata Rose lah yang memberi kode, menyuruh Zaid untuk berpindah, karena Rose ingin berbincang berdua bersama Can.


Perlahan Rose pun berjalan mendekati meja Can. Saat itu dia tak bersama Jason, karena mungkin Jason sedang berbincang dengan Victor.


Raut wajah Can berubah menjadi ketus. Melihat Rose yang kini berada di mejanya.


Dua mantan sepasang kekasih itu bertemu kembali dalam keadaan hati yang sudah sangat berbeda.


“Apa kau yakin, kau akan meninggalkan YB Entertainment?”  tanya Rose.


“Tentu, dan juga, tak ada lagi yang harus kubicarakan padamu,” jawab Can ketus.


“Jika kau meninggalkan YB, kau mungkin akan kehilangan semuanya.”


“Lantas kenapa? Itu urusanku.”


Rose mendengus. “Kau pikir itu hanya masalahmu? Itu juga akan menjadi masalahku jika kau tetap seperti itu. Kau tak boleh keras kepala dan tetaplah di YB.”


“Brengsek! Siapa kau …..” Hampir saja Can berbicara dengan lantang. Dia langsung menurunkan nada bicaranya saat sadar bahwa dia sedang berada di dalam sebuah acara.


Can menghela nafas panjang, lalu meneruskan kembali. “Memangnya kenapa? Siapa kau hingga berani ikut campur dalam urusanku? Apa kau lupa, bagaimana kau meninggalkanku dulu?”

__ADS_1


“Kau terlihat baik-baik saja hingga saat ini. Kau juga berbuat bodoh karena kesombonganmu itu.”


Mata Rose pun juga mulai berkaca-kaca, tapi, dia tetap menahan agar air mata tak membanjiri pipinya.


Sepertinya mereka berdua masih sangat saling mencintai, tapi, takdir berkehendak lain.


“Apa aku menurutmu, aku masih terlihat sangat menyedihkan? Sudahlah, kumohon padamu. Tolong berhenti mengusik hidupku dan keluarkan aku dari hidupmu mulai saat ini.”


Can kesal, lalu dia pergi dari tempat Rose berdiri. Disusul dengan Zaid yang mengikutinya. Menuju ke meja kosong dibelakang yang berdekatan dengan tangga.


“Astaga, kenapa Anna lama sekali? Apa dia benar-benar sakit perut?”


“Memang begitulah wanita. Mereka lebih lama untuk melakukan apapun daripada kita sebagai lelaki,” sahut Zaid.


Tak lama mereka berpindah, dua anak buah victor datang ke meja Can.”


“Permisi, Tuan. Ketua Victor sudah menunggumu di depan ruangan. Kau bisa ikut denganku untuk berfoto dan keliling untuk melihat koleksi bersamanya.”


“Hmmm, baiklah, tapi …” Can ragu pergi karena Anna belum juga kembali. Dia melihat ke seluruh ruangan. Mencari batang hidung Anna.


“Ada apa? Apa ada masalah?”

__ADS_1


“Tidak, aku hanya sedang menunggu asistenku saja. Ah, itu dia.” Can melihat Anna yang datang dari ujung. Berjalan ke mejanya.


“Baiklah, aku siap untuk berangkat.”


“Anna, aku harus meninggalkanmu disini dulu. Biar Pengawal Zaid yang mengawalku.”


Anna mengangguk mengerti.


“Baiklah, Tuan. Mari, ikut denganku.”


Anak buah Victor pun memimpin jalan menuju lantai 2, tempat Victor berada. Can berjalan dengan Zaid yang terus mengawalnya dari belakang. Mereka berjalan melewati lorong panjang.


Sedari tadi Ziad hanya mengangkat tangan kirinya, agar jam itu dapat mengambil semua gambar dan merekam video yang ada di lorong, agar Emir dapat memantaunya dari kejauhan.


“Omong-omong, Tuan. Ruangan koleksi Ketua Victor sangatlah rahasia dan privasi. Hanya beberapa tamu undangan saja yang diperbolehkan untuk memasuki ruangan tersebut.”


“Hmm, benarkah?”


“Tentu. Menurutku, kau sangat beruntung karena Ketua Victor memang salah satu penggemarmu.”


Can hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


Di ujung lorong lantai 2, terlihat Victor yang sudah berdiri di depan pintu ruangan. Menyambut kedatangan Can.


“Can Yaman, ini adalah momen yang sudah sangat lama kunantikan. Mari kita langsung masuk saja ke dalam.”


__ADS_2