TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 112


__ADS_3

“Tak biasanya kau seperti ini. Lihatlah, ini sudah pukul 9 pagi. Apa kau tak pergi ke rumah Can Yaman? Atau menjemput Anna? Sial! Ternyata kau masih sangat bau alkohol.”


“Berapa banyak yang kau minum semalam? Kau seperti bertarung dengan alkohol saat ini.”


Emir menutup hidung, karena bau pengar alkohol, lalu mengambilkan air penawar mabuk. Memberikannya pada Zaid.


Zaid mengangkat kedua tangan setinggi-tingginya. Memutar pinggang ke kiri dan ke kanan, lalu meminum air penawar mabuk sebanyak mungkin. Zaid memang sangat terlihat kacau pagi itu.


Rambutnya lusuh acak-acakkan, begitupun dengan pakaiannya. Bahkan dia masih menggunakan sepatunya saat tertidur di sofa.


“Bagaimana dengan kelanjutannya? Kau sudah kabar tentang pria misterius itu?”


“Tak ada, seperti yang dikatakan oleh Pak Ricky. Dia adalah salah satu agen hantu yang mengkhianati negara hanya karena uang. Entah dengan siapa dia bekerja. Yang pasti, orang itu sangatlah berkuasa, berpengaruh dan memiliki kekayaan yang berlimpah.”


“Aku juga sudah meminta rumah sakit terdekat dari lokasi kemarin untuk memberi kabar, jika ada pasien dengan luka tembak di bahu, pundak, dan lengannya, tapi, tak ada kabar sama sekali,” jelas Emir.


“Astaga, sampai kiamat pun mereka tak akan memberi kabar padamu. Apa kau bodoh? Tak mungkin pria itu berobat ke rumah sakit. Dia pasti mengobati lukanya sendiri.”

__ADS_1


“Hmmm, kau benar. Mari kita tunggu saja kabar dari Pak Ricky. Dia mungkin sudah mendapatkan informasi lebih lanjut, tentang siapa pria misterius itu.”


Zaid mendengus kesal.


Saat membuka ponselnya, lebih dari 100 panggilan masuk tak terjawab, dan juga lebih dari 20 pesan sms dari Anna. Menanyakan kabar mulai tadi malam, hingga pagi itu, dan kenapa dia tak membalas pesannya.


Semua kekhawatiran Anna dikirimnya melalui pesan sms.


Zaid hanya tersenyum-senyum sendiri, memandangi layar ponselnya.


“Hei! Kenapa wajahmu meringis seperti itu?” tanya Emir.


“Kau tenang saja. Aku sudah berhasil meluluhkan hati Anna.”


Emir mengangguk, kembali meneruskan kegiatannya.


Untungnya, pada hari itu Can tak ada jadwal untuk melakukan syuting, jadi, Zaid pun dapat bersantai sejenak dan tak perlu terburu-buru karena sudah sangat terlambat, jika dia baru datang saat itu.

__ADS_1


Panggilan kedua pun masuk ke ponsel Zaid. Kali bukan dari Anna, tapi Yohan, ayahnya.


Yohan mengajak Zaid untuk bertemu dan menyantap sarapan pagi bersama di sebuah restoran jepang.


***


Akira Back. Itulah nama salah satu restoran Jepang yang ada di kota Istanbul.


Sebuah restoran yang menggabungkan keahlian kuliner Jepang dengan sentuhan inovatif dan cita rasa yang khas dari chef terkenal Akira Back.


Restoran ini memiliki desain yang modern dan elegan, menciptakan suasana yang mewah dan intim bagi para pengunjungnya.


Menu di Akira Back menawarkan berbagai hidangan yang menggugah selera dan menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.


Dari hidangan sushi dan sashimi yang segar hingga hidangan panggang dan hidangan laut yang lezat, setiap hidangan dipersiapkan dengan bahan-bahan berkualitas tinggi dan sentuhan kreatif dari chef Back.


Salah satu hidangan yang menjadi favorit di Akira Back adalah sushi dan sashimi yang disajikan dengan tampilan yang indah dan kualitas yang luar biasa.

__ADS_1


Daging ikan yang segar dipotong dengan presisi dan disajikan dengan cita rasa yang lezat.


__ADS_2