
Mengalami cedera yang cukup fatal, karena mengalami patah tulang kaki kanannya, dan karena itu dia harus menjalani cuti selama satu tahun penuh.
Hanya berdiam diri di rumah sakit, menjalani terapi, tanpa melakukan aktivitas apapun termasuk syuting.
Tak hanya rasa sakit karena patah tulang, tapi Can juga merasakan sakit hati yang amat dalam karena pacarnya saat itu meninggalkannya tanpa memberitahu apapun.
Bukan Agnes. Melainkan cinta pertama Can saat itu. Rose, wanita cantik blasteran Belanda. Dia memilih menikahi pria lain saat masih berpacaran dengan Can.
Hal itu membuat Can sangat terpukul. Dia tak punya siapa-siapa lagi. Rose, meninggalkannya dan memilih menikahi pria lain saat kondisi Can sedang kritis.
Hingga suatu hari Can berniat untuk mengakhiri hidupnya.
Sore hari yang cerah di atap gedung rumah sakit. Duduklah Can yang masih menggunakan pakaian pasien. Membawa foto cinta pertamanya itu di tangan, juga memangku tongkatnya di paha.
Rumah sakit itu memiliki 3 lantai. Dan lantai 4 tempat atap gedung itu berada. Dengan ketinggian 100 meter.
Sesekali dia menatap foto kekasihnya, lalu menatap pemandangan di bawah. Berpikir dia akan melompat dan langsung meninggal, saat tubuhnya jatuh ke tanah.
Saat itulah dia bertemu malaikat Sang Penyelamatnya. Seorang wanita remaja berusia 17 tahunan melihatnya di atap gedung. Anna, dialah wanita remaja itu.
Saat itu Anna juga berada di rumah sakit yang sama, karena ayahnya juga dirawat di rumah sakit itu. Saat Anna pergi ke atap, dia melihat Can yang sedang duduk di atap gedung, tepat di tepi pembatas.
“Hei, apa yang kau lakukan disana?” tanya Anna mendekati Can.
Can menoleh.
__ADS_1
“Astaga, bukankah … Can Yaman? Kau Can Yaman Si Aktor Laga itu, kan?”
Can tak merespon apapun. Kembali menunduk. Menatap foto cinta pertamanya.
“Apa yang kau lakukan disana? Apa … Jangan berkata bahwa kau akan melompat dari sana.” Anna berjalan mendekat. Melihat tangan Can yang membawa foto cinta pertamanya itu.”
“Turunlah! Kau tak boleh melakukan itu. Apa kau akan mengakhiri hidupnya hanya karena ada wanita yang meninggalkanmu?”
Can mendengus. Mengabaikan Anna.
“Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Maka, lompatlah sekarang juga.” Anna kesal. “Kau akan mati dengan dengan penuh penyesalan. Saat kau mati, semua media akan menerbitkan berita yang mengerikan.”
“Seorang artis yang baru naik daun dikabarkan telah bunuh diri hanya karena ditinggal menikah oleh kekasihnya. Semua media pasti akan memberitakan hal semacam itu.”
“Apa kau ingin hal itu terjadi? Semua orang akan mengatakan bahwa kau adalah pria bodoh, jika kau mengakhiri hidupmu sekarang juga. Jika kau berpikir jernih, kau tak akan melakukan ini.”
Can terdiam mematung. Benar apa yang dikatakan oleh wanita remaja itu. Jika Can mati sekarang juga, maka kematiannya hanyalah sia-sia.
“Bisa dibilang, aku adalah salah satu penggemar beratmu karena aku tahu kau sejak kau bermain film di tahun pertamamu menjadi seorang aktor.”
“Akan tetapi, jika melihatmu pengecut seperti ini, aku bahkan telah menyesal menjadi salah satu penggemarmu. Setidaknya, kau harus berpikir bahwa, masih ada banyak penggemarmu di luar sana.”
Beberapa untaian kata yang dilontarkan Anna pun menyadarkan Can. Tuhan mengirimkan malaikat kecil yang mengangkatnya dari lubang yang paling dalam itu.
Dan mulai sejak itulah, kehidupan baru Can dimulai. Selama satu tahun penuh dia beristirahat total, hingga di tahun berikutnya, Can pun telah sembuh dan siap untuk beraktivitas seperti sedia kala.
__ADS_1
Mengangkat Anna menjadi manajernya. Dan dengannya pula, karir Can melejit begitu cepat. Menjadikannya artis nomor satu di Turki, bahkan luar negeri.
***
Kembali ke masa sekarang. DI ruang tunggu tempat Anna menceritakan semuanya pada Zaid, bagaimana bisa Anna menjadi manajer Can.
Ruang tunggu lengang. Malam mulai larut. Tak terlihat para pengunjung ataupun pasien yang masih berkeliaran di luar ruangan.
Hanya ada satu, dua perawat yang bertugas jaga malam. Mengganti infus dan pakaian para pasien.
Terlalu fokus Zaid mendengarkan cerita dari Anna, hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari.
“Jadi, maksudmu, Can memiliki mantan kekasih sebelum Agnes, Rose. Wanita yang meninggalkannya dan memilih untuk menikah dengan pria lain.”
Anna mengangguk. “Ya, seperti itulah. Maka itu, Kak Can sangat membenci memakai barang apapun dari Babel Group, meski Babel Group sendiri berinvestasi banyak pada YB Entertainment.”
“Rose, mantan kekasih Kak Can menikah dengan putra tunggal pemilik Babel Group. Dan kini suami Rose lah yang menjadi pemilik tunggal perusahaan besar itu.”
“Produser Nick sebenarnya adalah CEO dari YB Entertainment, dan perusahaan besar yang berinvestasi pada YB, adalah Babel itu sendiri.”
“Hmmm, begitu rupanya.” Zaid mengangguk mengerti. Dia mendapatkan informasi baru tentang hal itu. “Baiklah, sepertinya, aku harus kembali.” Zaid berdiri dari kursi, membenarkan pakaiannya.
“Tunggu.” Anna menghalangi. “Apa kau tak pernah berkencan sama sekali?”
Zaid mendengus, lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Anna.
__ADS_1
“Sial! Kenapa wanita dia bertanya hal semacam itu?” gumam Zaid.