
Mereka bertiga pun memasuki rumah, dan mobil pun berlalu pergi dari rumah Victor, dengan Zaid yang berjalan di belakang. Dia fokus melihat setiap penjaga rumah dan semua barang yang dipakainya saat itu.
Saat memasuki rumah Victor, kembali terdapat sebuah sistem sensor keamanan berbentuk seperti pintu, dan lagi-lagi dijaga oleh beberapa anak buahnya.
Salah satu penjaganya berbicara dengan bahasa inggris. Menyuruh Can dan gerombolannya untuk meninggalkan ponsel dan barang elektronik lainnya.
“Mereka menyuruh kita untuk meninggalkan ponsel kita disini, dan kita bisa mengambilnya nanti setelah acara usai,” jelas Zaid.
“Ah, baiklah.” Can pun mengeluarkan ponselnya, lalu memberikannya pada penjaga Victor. Begitupun dengan Anna juga Zaid.
Meletakkan ketiga ponsel itu bersama dalam sebuah kotak yang diberi nama, agar tak menyulitkan saat akan mengambilnya kembali.
Para penjaga itu juga meminta kartu undangan pada Can, dan memeriksa keaslian dari kartu undangan tersebut.
Setelah itu, mereka bertiga mulai memasuki pintu sensor satu persatu.
__ADS_1
Dan saat Zaid memasukinya, sensor pun menyala dan mengeluarkan suara. Seketika para penjaga langsung bersiap mengaka senjatanya.
“Pasti gara-gara arloji ini. Emir brengsek! Dia berkata bahwa arloji ini tak bisa terdeteksi,” gumam Zaid dalam hati.
Dia hanya mengangkat kedua tangannya dan bersikap tenang. Seorang penjaga mendekat memeriksanya menggunakan alat sensor.
Dan benar saja. Itu adalah arloji yang telah diberi Emir.
Penjaga itu memegang tangan Zaid, melihat arloji lebih dekat. Dan, lolos!
Dan tibalah mereka di ruang tengah. Ruang tempat acara dilaksanakan. Ruangan mewah dengan luas 50 X 50 meter persegi.
Atap yang tinggi curam, dinding yang luas lebar dengan corak abstrak terukir di atasnya. Juga terdapat banyak sekali pajangan logam mewah di sekeliling ruangan itu.
Guci dari logam, patung ukiran logam, dan masih banyak lainnya yang serupa. Terdapat juga meja bundar setinggi perut orang dewasa, memenuhi ruangan itu.
__ADS_1
Di atasnya telah terdapat berbagai macam minimal alkohol dan non alkohol yang premium. Tak ada kursi, karena pesta itu didesain agar para tamu berdiri dan bercengkrama satu sama lain.
Suara alunan musik biola, juga musik kuno juga terdengar nyaring. Para tim penghibur berada di panggung dan melantunkan musik dengan indah, agar semua tamu undangan betah berada di tempat itu.
Para tamu undangan pun terlihat sudah memenuhi ruangan. Mereka semua dari kalangan penting dari seluruh pelosok negeri.
Pengusaha besar, pejabat tinggi, para artis dan musikus terkenal, dan lain-lainnya. Dari ras kulit putih dan kulit hitam. Mereka semua berbaur, bercengkrama, tanpa membedakan warna kulit dan ras mereka.
Citra dan rahasia yang dimiliki Victor sungguh baik. Semua tamu undangan itu tak tahu bahwa Victor adalah Bos Mafia.
Mereka hanya tahu bahwa Victor adalah pengusaha logam terbesar di Rusia yang memiliki banyak karyawan.
Hanya beberapa orang saja seperti Zaid dan Emir dari agen rahasia yang mengerti akan hal itu.
Saat berada di ruangan itu, Can dibuat terkesima dengan ruang tengah mewah. Melihat ke atas, dan ke sekelilingnya, tapi, tidak dengan Zaid.
__ADS_1
Zaid langsung menekan tombol di arloji, dan tak lupa untuk memakai alat kecil di telinganya. Kini dia bisa langsung terhubung dengan Emir yang berada di luar area rumah Victor.