TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 024


__ADS_3

Astaga, bagaimana bisa? Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia mencuri? Wajahnya saja yang tampan, tapi dia mencuri. Astaga, sangat mengerikan.


Masih dengan satu tangan yang memelintir tangan Zaid, Anna menemukan foto yang berada dalam saku jas. Dan ternyata foto itu adalah foto Can Yaman.


“Astaga, apa ini? Kenapa ada foto Kak Can Yaman?” Anna menatap Zaid yang masih terdiam tanpa ekspresi apapun.


“Jangan-jangan …. Astaga, apa kau juga penggemar Kak Can Yaman? Kau salah satu penggemarnya? Wah ….”


“Hei, Manajer Anna!!!” Dari kejauhan, Nick berlari menghampiri keributan. “Apa yang kau lakukan disana? Lepaskan dia!”


“Lihat ini, Pak! Dia telah mencuri …..”


Belum sampai Anna mengoceh, Zaid lebih cepat membalikkan keadaan. Dia berputar dan balik memelintir lengan Anna. “Aduh, sakit!” Anna mengaduh kesakitan.


Dibelakang Nick, datanglah Can yang berjalan mendekati keramaian yang terjadi.


Plak plak “Lepaskan aku!” Anna memukul-mukul tangan Zaid. Menyuruhnya melepaskan tangan. Dia merasa malu karena Can melihatnya.


Enggan melepaskannya, Zaid pun menjahili. Dia memutar tangan Anna, yang membuatnya malah terlihat seperti seorang penari balet couple, lalu memitingnya lagi, agar Anna tak bisa lari.

__ADS_1


Semua orang pun terkesima melihat aksi yang dilakukan Zaid.


“Seperti yang anda lihat, Pak Produser. Bagian keamanan yang dimiliki Can Yaman sangatlah buruk,” ucap Zaid pada Nick.


Nick menggaruk kepala. “Aku tahu, tapi dia adalah  …”


Anna melotot pada Nick menyuruhnya untuk bertindak, tapi, Nick tak bisa melakukan apapun.


“Mulai hari ini, aku adalah pengawal pribadimu, Tuan Can Yaman.”


Semua orang terkejut mendengarnya. Termasuk Anna yang melongo, menatap Zaid. Masih tak percaya jika Zaid akan menjadi pengawal pribadinya.


Semua orang pun mulai bubar, kembali ke standnya masing-masing.


Can Yaman masih berdiri di depan Zaid memasang wajah ketus. “Apapun jabatanmu hari ini, kau tetap harus melepaskannya. Itu tetap termasuk kekerasan.


“Nah, itu benar. Lepaskan aku,” tambah Anna.


Zaid pun melepaskan Anna.

__ADS_1


“Ah, sial. Sakit sekali.” Anna berdiri di sebelah Nick. Menggerak-gerakkan tangan kirinya yang dipiting Zaid.


Can mengacungkan tangannya. Menyuruh Nick mendekat. “Ada apa ini?”


“Jadi, begini, Tuan. Kita akan bepergian lama selama di luar negeri, jadi, kupikir kau butuh pengawal pribadi untuk menjagamu. Dia adalah salah satu pengawal terbaik yang dimiliki Babel Group.”


“Dia juga sangat berpengalaman dan Babel Group membayarnya dengan sangat mahal untuk menjagamu. Aku yakin dia adalah yang terbaik,” jelas Nick.


Can tersenyum sinis. Merangkul Nick, dan meninju perutnya lirih, lalu berbisik. “Dengarkan aku, Produser Nick. Meski Babel Group berinvestasi banyak dalam filmku, tapi, aku tak bisa menerima apapun dari mereka.”


Can mendengus, lalu pergi dari tempat keributan, dengan Nick yang masih terus berusaha membujuknya.


Saat Zaid akan beranjak pergi, Anna menarik lengannya. “Mau kemana kau? Mari kita bicara sebentar. Ikut aku!”


Zaid menghela nafas, dan mengikuti kemana Anna pergi.


Di pojok lokasi syuting. Dimana tempat itu berada cukup jauh dari keramaian para kru syuting. Anna menghentikan langkahnya, lalu berbalik.


“Menurutku, kau bukanlah seorang yang suka paparazzi ataupun salah satu penggemar yang suka menguntit. Siapa kau sebenarnya?”

__ADS_1


“Izinkan aku memperkenalkan diri.”  Zaid membenarkan setelan jasnya. “Namaku Zaid. Aku ingin meminta maaf padamu karena telah berbohong tempo hari, itu kulakukan hanya untuk menguji sistem keamanan di sini.”


__ADS_2