TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 033


__ADS_3

“Sssttt. Sudahlah, Anna. Kau tak boleh berbicara terlalu lantang di sini.” Can memperingatkan.


“Baiklah,” Anna melangkah mendekati Zaid. Menatap, memanyunkan bibirnya. “Hei, kau! Ikut aku sekarang juga.”


“Tak perlu, Anna. Aku sudah mengomelinya tadi.” Can menengahi.


“Tidak, Kak. Tetap saja, dia harus ….”


“Sudah-sudah, sudah cukup, Anna. Kau juga harus beristirahat. Kau tadi berlari begitu kencang.”


Can menarik tangan Zaid membawanya ke stand, tempat duduk Can.. “Dan kau, ikut denganku kemari.”


Zaid menurut. Sesekali menoleh pada Anna dan menjulurkan lidahnya. Membuat Anna lebih kesal lagi.


“Ini dia. Ini adalah tempat dudukku. Kursi ini telah didesain khusus untukku. Terbuat dari kulit asli dan langsung diimport dari Italia.”


Zaid tersenyum. “Tak perlu. Aku harus berdiri untuk menjagamu.”


“Ayolah, tak apa. Kau harus duduk disini, dan aku akan duduk di bangku kecil ini.”

__ADS_1


Zaid pun akhirnya duduk di kursi Can. Apa yang dilakukan Zaid membuahkan hasil. Can adalah orang yang suka kuat pada yang lemah dan lemah pada orang yang kuat.


Zaid berhasil membuat Can menjadi terlihat lemah dihadapan semua orang yang melihatnya saat itu.


Padahal, jarang sekali Can berbuat baik pada stafnya, meskipun itu Anna sendiri.


“Hmm, bagaimana ini? Aku harus memanggilmu dengan apa? Tuan Pengawal? Astaga, itu terlalu formal. Zaid? Itu juga terlalu formal. Ajudan Zaid, Pengawal Zaid? Ah, Pengawal Zaid sepertinya lebih mudah.”


“Ya, Pengawal Zaid. Itu terdengar bagus.”  Can tersenyum.


Zaid menekuk wajah. Tak menyangka Can akan bersikap selembut itu padanya.


“Baiklah, Pengawal Zaid. Kau harus meminum jus ini.” Satu gelas jus diberikan oleh Can. “Orang atletis seperti kita harus banyak minum serat yang bergizi. Minumlah. Habiskan ini.”


Bagaimana bisa Can Yaman tiba-tiba bersikap baik seperti itu? Batin Anna.


“Astaga, sepertinya kau memang sangat haus. Kau meminum jus itu dengan baik dan terlihat elegan sekali.” Can memuji.


“Ini dia. Kau juga harus mencoba ini.” Can mengambilkan piring dipenuhi dengan potongan buah semangka.

__ADS_1


“Tidak perlu. Aku tidak lapar.”


“Kau tak boleh menolak kebaikan orang lain, Pengawal Zaid.”


Zaid menghela nafas panjang, dan akhirnya mencoba potongan semangka itu satu persatu. Dia tak tahu lagi harus menolak dengan alasan apa.


Di hari pertamanya menjadi seorang pengawal, dia mendapatkan langkah yang baik. Mereka berdua sudah terlihat sangat akrab bak teman karib.


***


Saat malam tiba, Zaid pun masih tetap berada di kediaman Can. Malam itu banyak sekali orang yang berada di rumah mewah Can.


Para kru tegah sibuk menyiapkan barang yang akan dipakai esok hari, dan membereskan semua barang yang sudah tak terpakai.


Di teras depan rumah, terlihat Zaid yang sedang menyendiri dan menikmati sebatang rokok. Dia tengah mengangkat telepon dari Emir.


Perbincangannya cukup lama di malam itu.


Emir mengatakan bahwa ada salah satu agen veteran BTI yang juga ikut mencari keberadaan ketiga patung Budha itu. Menyuruh Zaid untuk berhati-hati dalam misinya itu.

__ADS_1


Karen agen veteran yang dimaksud Emir adalah orang yang cukup berpengalaman dan mempunyai banyak anak buah yang mengikutinya meski dia sudah lama pensiun menjadi agen.


Dibalik dinding balkon, tempat Zaid berada, terlihat Anna yang sedari tadi menguping pembicaraan Zaid.


__ADS_2