
Can mengangguk. “Sekarang, kita sudah tak bersama YB, dan kita sudah memiliki perusahaan agensi milikku sendiri, dan aku adalah pemegang saham terbesarnya.”
“JIka mereka masih mengeluh karena itu, maka batalkan saja kontrak dengan mereka, dan bayar saja dendanya. Kau tak perlu memikirkan denda. Aku punya banyak uang.”
“Kak!!!” Anna merengek melihat Can yang mulai malas bekerja.
“Tunggu sebentar. Bukankah kita selesai lebih awal pagi ini? Ah, baiklah. Mari kita makan dan minum bersama malam ini untuk merayakan wal baru kita.”
Yes! Makan malam bersama! Semua orang berseru mengepalkan tangannya.
“Baiklah, kalian ingin makan apa? Daging sapi? Ayam? Babi? Bebek panggang? Pesan semua yang kalian inginkan, dan jangan lupa untuk memesan alkoholnya.”
“Kalau begitu, mari kita segera kembali ke rumah.”
Semua orang segera membereskan stand tenda dan semua barang bawaannya. Mulai dari kursi, baju, piring, gelas, dan berbagai macam peralatan lainnya.
Sesampainya gerombolan Can di mobil, mereka lagi-lagi melihat Zaid yang sudah berada di dalam mobil lebih dulu. Duduk di sebelah kursi kemudi, dengan menikmati sebatang rokoknya.
__ADS_1
“Astaga, ada apa dengannya? Apa dia sudah mulai merasa menjadi bos sekarang?” gumam Si Sopir kesal.
“Sudahlah, terkadang memang pria seperti itu. Dia mungkin memang sangat lelah,” sahut Can. “Baiklah, mari kita segera pergi.”
“Tentu, Tuan.” Si Sopir bergegas masuk ke tempat kemudi, menyalakan mobil, dan mobil pun melesat pergi dari Aya Sofya.
Sepanjang perjalanan dihiasi dengan pemandangan gerimis hujan salju yang indah.
Beberapa anak kecil nampak bermain salju dan membuat patung bola salju di depan rumahnya. Ada beberapa orang tua yang melarang anaknya, ada juga yang membiarkan anaknya bermain salju.
Para pengendara motor lebih memilih untuk berjalan kaki jika dekat, dan menggunakan transportasi umum saat musim salju tiba.
***
Malam harinya di kediaman Can. Semua orang telah berkumpul di dapur untuk minum dan makan malam bersama. Anna, dan semua kru yang masih mengikuti Can meski dia telah keluar dari YB.
Begitupun Zaid yang juga berada di sana untuk mengikuti minum dan makan bersama. Meja luas berbentuk persegi panjang dengan setiap kepala dari kru yang mendudukinya.
__ADS_1
Di atas meja luas berbentuk persegi itu telah banyak sekali berbagai macam makanan. Mulai hidangan asia hingga hidangan eropa.
Banyak juga berbagai macam varian minuman alkohol seperti, whiskey, Vodka, Jack Daniels, dan juga anggur premium yang difermentasi.
Di ujung meja, duduklah Zaid dan masih memikirkan cara dia untuk meninggalkan pekerjaannya itu. Sesekali dia melihat ponsel pintar, dan sesekali melamun dan berpikir. Tak menghiraukan Can yang sedang mengoceh bersama para krunya.
“Aku tahu jadwalku sudah sangat penuh karena aku mengambil cuti beberapa hari saat aku mengalami kecelakaan tempo hari. Hal itu akan sangat melelahkan, kuharap kalian mengerti akan hal ini.”
“Manajer Anna, apa ada yang perlu kau sampaikan? Jika ada, katakanlah, lalu kita bisa menyantap semua makanan ini.”
Anna hanya diam melamun. Pikirannya terus memikirkan Zaid sedari tadi.
“Manajer Anna! Kau tak apa?”
“Oh, ya. Aku tak apa,” sahut Anna linglung.
“Apa ada hal yang ingin kau sampaikan pada para kru kita malam ini?”
__ADS_1