
Dari luar rumah itu terlihat sangat gelap sekali. Seseorang yang lewat di depannya pun tak akan menganggap bahwa rumah itu berpenghuni.
Sengaja dibuat seperti itu, agar tak ada satupun yang curiga dengan semua aktivitas yang dilakukan di dalamnya.
Terdapat tiga layar monitor di ruang tengah. Beberapa berkas juga terlihat bertumpukan di atas meja.
Zaid masih sibuk duduk di depan layar laptop, sesekali membaca berkas di depan mejanya.
Dia teringat sesuatu di tengah-tengah membaca berkas. Dia harus mengembalikan semua foto yang telah dihapus oleh Anna tadi pagi.
Mudah saja itu dilakukan oleh Zaid. Dia juga mempunyai ilmu IT yang dengan mudah dapat mengembalikan semua format.
Mengambil kamera, lalu menyambungkannya di salah satu komputer.
Tangannya lincah mengetik bak mengetik novel. Memulihkan semua foto yang telah dihapus.
5 menit berlalu dan, selesai! Semua foto berhasil dipulihkan. Termasuk foto Anna yang memang sengaja di jepretnya sendiri.
__ADS_1
Klik!
Mengarahkan kursor dan melihat foto Anna sejenak. “Annabela. Sepertinya dia manajer Ca Yaman,” gumamnya lirih.
Tak berselang lama, Emir pun datang ke rumah itu, dengan banyak sekali barang belanjaan yang dibawanya.
“Astaga, apa yang kau lakukan? Kupikir kau berlibur hari ini? Bukankah ini hari minggu? Biasanya kau selalu menggunakan waktu liburmu.”
Emir berjalan meletakkan semua barang belanjaannya di meja dapur, lalu berjalan mendekati Zaid dengan sisa barang yang masih dibawanya. “Kenapa? Apa ada masalah?”
“Ya, sedikit masalah yang menggangguku, dan aku harus melihat datanya kembali.” Zaid masih menatap foto Anna di layar monitornya.
“Anna. Nama panjangnya Annabella. Dia adalah manajer sekaligus asisten pribadi Can Yaman.
“Ah, begitu rupanya. Selalu saja ada wanita cantik dalam sebuah rencana, jadi, apa yang membuatmu terganggu?” Emir mengeluarkan sesuatu dari tas ransel besar. Meletakkanya ke atas meja.
“Tak ada. Lupakan saja.” Zaid menggelang melihat Emir mengeluarkan sesuatu ke samping mejanya itu. “Apa itu?”
__ADS_1
Emir tersenyum. Itu adalah kumpulan kaset DVD, komik, dan buku novel. Semua itu merupakan kumpulan film yang telah diperankan oleh Can Yaman sebagai pemeran utamanya.
Zaid mengambil salah satu kaset DVD dan melihatnya lebih dekat lagi. “Wah, dia membintangi semua film dan series ini?”
“Ya, begitulah,” jawab Emir. “Yang sedang kau pegang itu, itu salah satu film terbaiknya dan mendapatkan rating tertinggi di bioskop selama berbulan-bulan.”
“Banyak adegan dewasa yang dia lakukan dengan aktris cantik dari korea bernama Seo Ye Ji.”
Zaid mengangguk paham. “Astaga, aku sangat lapar. Sepertinya kau membawa banyak makanan.” Zaid beranjak dari tempat duduknya. Pergi ke dapur.
Sekotak mie instan siap saji terletak di atas meja. Zaid langsung mengambilnya. Sudah lama sekali dia tak memakan makanan siap saji.
Saat berada dalam militer, makannya selalu terjaga dengan pola makan yang cukup bersih dan makanan yang sehat.
Rindu sekali dia melihat mi instan siap saji itu. 3 menit diseduhnya dengan air panas, dan mie pun siap disantap. Dia duduk di sofa sembari menikmati mie buatannya itu.
Emir pun menyusul dan duduk di samping Zaid, menatap papan tulis putih di depan yang tertempel semua orang-orang yang berkaitan tentang misinya kali itu.
__ADS_1
Satu tali dihubungkan dengan sebuah paku. Dikaitkan antara satu orang dengan orang lainnya, serta tulisan penting yang mendeskripsikan tentang orang itu.