
Seperti kebanyakan ibu-ibu yang suka bergosip, Anna pun segera pergi ke kamar Can untuk membicarakan hal itu.
“Astaga, kenapa kau masuk kemari, Anna?” Can dibuat terkejut, melihat Anna yang tiba-tiba masuk dengan tergesa-gesa ke dalam kamarnya. Saat itu dia sedang bersantai setelah membersihkan dirinya.
“Apa yang kau lakukan disini? Seharusnya manajer tak memasuki kamar artisnya.”
“Kurasa ada yang aneh dengan pengawal itu, Kak. Aku punya firasat yang sangat buruk tentangnya. Dia melakukan hal-hal aneh dan mengatakan hal-hal yang menurutku juga aneh.”
“Apa maksudmu?” Can mengeringkan wajahnya dengan tisu, lalu beranjak ke tempat tidur. “Aku tahu wajahnya sedikit sombong dan sangat dingin seperti kutub utara, tapi, menurutku dia tak aneh sama sekali.”
“Agen veteran, Patung Budha, dan perkataan macam aneh lainnya. Istilah-istilah itu jarang sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, bukan?”
Anna duduk di samping ranjang Can.
“Astaga, bukankah itu seperti di kebanyakan film laga. Agen rahasia, mafia, dan semacamnya. Kenapa kau mempertimbangkan itu?”
Anna menggelang. “Ah, sudahlah. Aku juga bingung bagaimana menjelaskannya, tapi, apa kau tetap ingin mempekerjakannya?” Anna masih saja ingin Zaid keluar dari kru entertainment.
__ADS_1
“Hmmm, entahlah. Sepertinya aku harus menunggu waktu yang tepat. Sebenarnya, aku juga bisa memanfaatkan pemberian dari Grup Babel terlalu lama.”
“Ya, itu benar. Kau masih tetap pada rencanamu, kan? Kita harus segera memecat pengawal itu.”
Can tersenyum. “Tentu. Keinginanmu adalah keinginanku juga, Anna. Kau telah banyak membantuku selama ini.”
Anna balas tersenyum salah tingkah. “Baiklah.”
“Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Sekarang, biarkan aku menyantap ayam goreng yang sudah dipesan. Hitung-hitung, untuk merayakan karena aku sudah menjadi artis yang terpopuler karena kejadian tadi pagi.”
“Tidak. Kau sedang diet saat ini. Kau harus menjaga pola makanmu. Kau sedang menjalani intermittent fasting, yang mana kau tak boleh makan melebihi jam 8 malam. Kau harus menunggu sampai besok jam 12 siang.”
“Kau harus bersabar, Kak. Kau harus selalu mengurangi berat badan dan menambah berat badan sesuai adegan yang diperlukan.”
“Ayolah, kenapa ketat sekali. Kau bahkan terlihat seperti dokter daripada seorang manajer. Astaga, bagaimana bisa entertainment itu membuatku seperti hewan.”
“Mereka dengan senang hati membuatku kurus dan menggemukkan ku hanya untuk beberapa episode saja. Ini tak masuk akal.”
__ADS_1
“Wah, bukankah kau sendiri yang sudah memutuskan untuk mengambil peran itu? Kau bahkan sudah dibayar untuk 5 adegan sekaligus. Kau tak boleh seperti itu.”
Can tersenyum kecil. “Ayolah, sekali ini saja. Maksudku, aku bisa memulai diet esok hari.”
“Tidak. Tidak ada negosiasi dalam diet. Kau harus rajin berlari di atas treadmill dan tidur yang cukup.”
“Ah, sial!” Can kesal.
“Baiklah, aku akan pergi dulu. Selamat tidur, Kak.” Anna pun pergi dari kamar Can. Turun ke lantai satu, bergabung dengan para kru lain yang masih sibuk menyiapkan barang untuk esok hari.
Disana juga terlihat Zaid yang hanya berleha-leha di sofa. Membaca buku fiksi. Merasa sangat membosankan dengan pekerjaannya itu.
Bagaimana tidak, pekerjaan sebelumnya adalah seorang tentara bayaran yang selalu berperang di medan tempur dengan adrenalin yang cukup tinggi.
Sedangkan sekarang dia harus menjadi agen, menyamar dan berpura-pura menjadi pengawal pribadi. Sungguh sangat membosankan baginya.
“Perhatian semuanya!” Anna berteriak pada semua kru. “Kalian sudah membereskan dan mengosongkan semua makanan instan yang ada di kulkas, bukan?”
__ADS_1