TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 083


__ADS_3

“Cinta yang tak terbalas memanglah …..” Anna menutup mulut. Terlalu vulgar mengatakan hal itu. “Pokoknya, kau tak boleh melakukan apapun apa yang sedang kau coba lakukan. Itu hanya akan membuatmu merasa sakit.”


“Tentu, aku tak akan mencoba melakukan apapun lagi.” Zaid mengangguk menyeringai lebar.


“Baiklah. Kalau begitu, mari kita mulai semuanya seperti semula sebagai teman.”


“Tidak! Aku tak ingin melakukan hal itu.” Zaid menggelang. Seolah dia tak ingin berhubungan dengan Anna hanya berstatus teman.


“Kau tak boleh seperti itu, Pengawal Zaid. Kita harus memulai ulang dari awal agar kau tetap melanjutkan hidupmu. Kau tak boleh cemburu dan mencemaskanku lagi.”


“Baiklah jika itu maumu. Aku tak akan cemburu ataupun mencemaskanmu lagi.” Zaid memalingkan wajah.


“Maafkan aku, Pengawal Zaid, tapi …..”


“Permisi, aku harus pulang!” Zaid melangkah pergi meninggalkan Anna di depan teras.

__ADS_1


“Astaga, Si Bodoh itu benar-benar menyusahkan,” gumam Zaid.


Malam semakin larut. Ditambah dengan musim salju yang menyelimuti kota Istanbul. Kadar alkohol dalam tubuh Zaid pun ada baiknya untuk menghangatkan tubuhnya di malam itu.


***


“Apa-apaan ini? Tidak, aku tidak bisa menerima ini!” tegas Can.


Pagi-pagi sekali, Zaid telah datang di kediaman Can. Kedatangannya hari itu untuk menyatakan bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai pengawal pribadi.


“Kenapa kau tiba-tiba berhenti bekerja? Apa yang membuatmu berhenti? Apa ada yang membuatmu tak senang disini? Katakan, siapa yang membuatmu merasa tak senang. Aku akan memecat orang itu bila perlu.”


Zaid menggeleng. “Tidak. Sama sekali tak ada yang membuatku kesal. Aku berhenti karena kesehatanku mulai memburuk.”


“Kalau begitu, beristirahatlah. Kau boleh beristirahat sampai kau merasa membaik, lalu, kau bisa kembali bekerja setelah itu. Kau bisa mengambil cuti satu atau dua minggu, dan bahkan satu bulan penuh jika kau ingin.”

__ADS_1


“Beristirahatlah dengan baik selama satu bulan penuh. Bila perlu, aku akan memberikanmu tiket liburan khusus ke eropa, jadi, kau bisa cek kesehatan sekaligus berlibur disana. Bagaimana? Apa itu kurang?”


Zaid kembali menggeleng. “Aku akan berencana untuk beristirahat dengan total.”


“Astaga, apa kau sungguh sakit? Ayolah, Pengawal Zaid. Katakan saja apa yang kau butuhkan. Kau perlu gaji tinggi? Aku akan menaikkan gajimu.”


“Apa kau tak suka mobil yang kuberikan padamu? Aku akan mengganti dengan mobil yang kau sukai. Aku akan mengajakmu pergi ke shorum mobil, dan kau bisa memilih sepuasmu.”


“Jika kau merasa pekerjaan ini terlalu berat, maka aku juga akan membatalkan perlindungan penuh tanpa henti itu. Kau bisa tinggal di rumahmu, dan tak perlu tinggal disini.”


Semua cara digunakan Can untuk membujuk Zaid, tapi, sepertinya Zaid sama sekali tak tertarik dengan hal itu.


“Bukan begitu maksudku,” jawab Zaid. Dia mengambil kunci mobil pemberian Can dari saku, lalu meletakkannya di atas meja. “Terimakasih atas semuanya, tapi sungguh, aku tak memerlukan semua kekayaanmu.”


Can menggeleng bingung. Dia tak tahu lagi harus membujuk Zaid dengan cara apa.

__ADS_1


“Pengawal Zaid, kau tahu bukan, jika hubungan kita sudah sejauh ini? Bahkan aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri daripada semua karyawan yang bekerja denganku lebih dulu.”


__ADS_2