
Rumah-rumah, jalan-jalan, dan taman-taman yang biasanya hidup dengan warna-warni dan kehidupan, sekarang ditutupi dengan salju putih yang lembut.
Setiap bangunan kuno dan monumen seolah-olah terbangun dari mimpi salju, memancarkan keindahan mereka yang tersembunyi.
Aya Sofya, ikon Istanbul yang megah, menjadi tempat yang paling menakjubkan saat berselimut salju.
Menara Galata, yang menjulang tinggi di langit Istanbul, terlihat anggun dengan lapisan putih yang menghiasi atapnya. Suasana magis ini menambahkan pesona baru pada keajaiban sejarah kota ini.
Taman-taman yang tersebar di seluruh Istanbul menjadi tempat yang indah untuk menikmati musim salju.
Taman Gülhane, dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan salju yang menutupi dedaunannya, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Orang-orang berkumpul di Taman Emirgan, menghirup udara segar dan menikmati pemandangan yang memikat, sambil berjalan melalui jalan setapak yang terhampar dengan salju.
Selama musim salju, suhu di Istanbul menjadi lebih dingin. Udara segar yang membelai wajah, seringkali disertai dengan angin dingin yang menyejukkan, mengingatkan kita bahwa musim dingin benar-benar tiba.
Suhu rata-rata harian berkisar antara 2 hingga 8 derajat Celsius, dan suhu malam hari dapat turun di bawah titik beku.
Sementara itu, anak-anak dan orang dewasa sama-sama berpakaian hangat dengan jaket tebal, syal yang melingkar di leher, topi yang melindungi kepala mereka, dan sarung tangan yang menjaga tangan tetap hangat.
__ADS_1
Meskipun suhu dingin, jalan-jalan di Istanbul tidak kehilangan kehidupan.
Orang-orang berkumpul di kafe yang nyaman, menikmati secangkir teh panas atau coklat hangat, sambil melihat keluar melalui jendela yang berkabut oleh embun beku.
Restoran-restoran menghidupkan api di perapian mereka, menciptakan suasana yang nyaman dan mengundang untuk menghangatkan tubuh dan hati.
Pergantian dari musim gugur ke musim salju selalu saja indah dan menakjubkan.
Hari pertama musim salju bertepatan dengan hari pertama syuting Can setelah kembalinya dari Rusia. Lokasi syuting berada di dekat Aya Sofya yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
Para kru, kameramen, sutradara dan semua tim sukses menggunakan pakaian serba tebal saat syuting berlangsung.
Di stand tempat para artis, terlihat Anna yang sedang duduk bersama sopir pribadi Can. Mereka menunggu kedatangan Can yang sedang melakukan syuting.
Anna duduk melamun dengan tatapan kosong. Dia masih memikirkan kejadian di Rusia saat Zaid memeluk dan hampir menciumnya itu. Hatinya cukup dibuat berdebar kencang saat itu terjadi.
“Pak Sopir!” Anna berdiri dari tempat duduknya. Menghampiri Si Sopir yang sedang bermain ponsel.
“Ada apa, Nona?”
__ADS_1
“Berdiri dan peluk aku sekarang juga.”
“Astaga, aku tak mau.”
“Jika kau memelukku, maka aku akan memberikan gaji bonus padamu tanpa sepengetahuan Kak Can.”
Si Sopir menghela nafas panjang. Dia pun berdiri, lalu memeluk Anna. Beberapa detik mereka berpelukan di stand lokasi syuting berada.
“Astaga, aku tak merasakan apapun. Tidak seperti saat dia memelukku,” gumam Anna.
“Astaga, jika ini dapat menyebabkan semua orang salah paham dan menyebarkan rumor, aku tak akan memaafkanmu.” Si Sopir kesal. Kenapa Anna memintanya untuk memeluk di tempat umum seperti itu.
“Astaga, lepas. Lepaskan!!” Anna segera melepaskan dirinya dari pelukan sopir saat melihat Zaid yang baru datang ke lokasi syuting.
Zaid datang menggunakan pakaian serba tebal. Celana panjang berbahan tebal, sepatu boot dari kulit asli, dan blazer tebal dari bulu domba.
Memasukkan kedua tangannya ke dalam saku blazer. Berjalan petantang petenteng mendekati stand milik Can.
“Kau datang? Kenapa kau baru datang jam segini?” Si Sopir bertanya pada Zaid.
__ADS_1