TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 036


__ADS_3

“Apa? Oh, tadi pagi? Aku hanya menjalankan perintahnya. Dia berkata padaku harus melakukan apapun agar dia tak terlambat datang ke lokasi syuting.”


“Lantas, kau melakukan sesuatu yang dapat membahayakannya karena itu? Wah, metodemu sungguh berbeda dari kebanyakan pengawal yang pernah kutemui. Apa kau tak tahu, apa akibat dari perlakuanmu tadi?”


“Kita tak boleh membiarkan artis terkenal sepertinya berkeliaran di tempat umum. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padanya? Apa kau mau bertanggung jawab?”


“Seorang pengawal sepertimu diminta untuk menjaga keamanan, tapi, lihatlah, kau malah membuat dia berada dalam bahaya.”


“Kau tak perlu khawatir. Selama dia berada di dekatku dia akan aman. Lihatlah, dia berhasil datang tepat waktu di lokasi syuting, dan tak ada hal buruk yang terjadi padanya.”


“Bahkan, karena kejadian tadi pagi, dia mendapatkan banyak exposure dari para penggemar yang bertemu dengannya di dalam kereta,” ucap Zaid mengangkat alis.


“Apa kau pikir perbuatanmu itu dapat dibenarkan meskipun hasilnya baik? Astaga, kau membuatku tak bisa berkata-kata.” Anna tak mau mengalah.


“Dengarkan aku, Nona Anna.” Zaid meletakkan kedua tangannya ke atas meja. “Semua orang di kereta yang mendekati Can Yaman ada dalam radar pengawasanku.”

__ADS_1


“Kami naik kereta api bawah tanah gerbang 114 di stasiun Iyla. Di dalamnya, ada dua mahasiswi yang akan turun di stasiun dekat kampus, stasiun viry.”


“Ada juga beberapa pendaki gunung yang akan turun stasiun dekat gunung ararat.”


“Dan sisanya hanyalah beberapa wanita dan pria pekerja kantoran yang juga terburu-buru pergi ke kantornya masing-masing. Aku bisa menjamin tak ada yang membahayakan majikanku.”


Anna tercengang menelan ludah. Bagaimana bisa Zaid memperhatikan dan mengetahui dengan jelas, setiap kepala yang berada di dalam gerbong kereta itu? Sungguh mengesankan.


“Biar ku ulangi sekali lagi perkataanku. Selama perjalanan, keselamatan majikan telah sepenuhnya menjadi tanggung jawabku. Maka, tak ada lagi yang harus kau khawatirkan.”


“Tidak. Aku yakin pasti ada masalah meski itu tak besar.” Anna menggeleng. Tetap kekeh dengan pendiriannya, meski dia terlihat konyol.


Zaid mengeluarkan ponsel pintarnya. Membuka aplikasi pelacak. Dia dapat melihat dimana lokasi Can berada kemanapun dia pergi.


Saat Zaid berada di lokasi syuting, dia diam-diam memasangkan alat pelcak pada jam tangan yang selalu digunakan Can. Dan kini pun dia tahu dimana Can berada.

__ADS_1


“Apa kau yakin, dia dalam kendalimu?” Zaid mendengus, lalu tersenyum sinis, sambil melihat lokasi keberadaan Can di dalam ponselnya.


“Apa-apaan ini? Kau tersenyum? Kau menertawakanku?” Anna semakin kesal.


“Kau pikir, dimana sekarang majikanmu berada?”


“Tentu saja dia berada di dalam kamar. Kak Can sedang beristirahat total karena dia sedang menjalani program diet.”


Zaid mendengus. “Kau ternyata tidak pintar seperti yang kupikirkan.”


“Apa maksudmu?”


“Kedai ayam goreng Bibi Bun. Pergilah ke kedai itu dan kau akan bertemu dengan majikanmu disana.” Zaid tersenyum, lalu pergi meninggalkan restoran tiongkok itu.


Anna tercengang mematung. Dia tahu bahwa kedai itu adalah kedai kecil langganan Can sejak dulu.  Segera membayar ke kasir, lalu menuju ke kedai tersebut.

__ADS_1


***


Di Kedai ayam goreng Bibi Bun. Tempatnya tidak terlalu besar dan cukup sederhana. Kedai itu merupakan langganan Can sejak ia masih duduk di bangku SMA, belum menjadi artis seperti sekarang ini.


__ADS_2