TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 070


__ADS_3

“Ah, tunggu sebentar, Tuan. Aku akan masuk ke dalam, jika kau juga mengizinkan pengawalku untuk ikut bersamaku.”


“Memangnya kenapa? Apa kau takut terjadi sesuatu? Tenang saja, tak ada yang bisa mencelakaimu disini. Aku sudah bisa menjamin itu. Bahkan, presiden Rusia pun juga masuk tanpa pengawal.”


“Dan juga, hanya  ada satu pengawalku saja yang boleh masuk ke tempat ini. Kurasa, dengan semua pengawal yang kupunya itu sudah cukup. Mereka akan terus menjaga keamanan di luar ruangan.”


Can menghela nafas. Masih mencari cara agar Zaid tetap ikut bersamanya. Dia merangkul Zaid dan berkata, “Jadi begini, Pengawal Zaid bukanlah pengawal sembarangan.”


“Dia sudah menjadi ajudan pribadiku yang selalu ikut kemanapun aku pergi. Aku sudah menganggap dia sebagai pahlawan, saudara, dan bahkan kakak kandungku sendiri.”


“Aku bahkan juga memiliki hutang nyawa pada pengawal ini. Dia telah menyelamatkanku dari maut satu bulan yang lalu, dan juga, tak ada rahasia yang kami sembunyikan antara satu sama lain. Bukan begitu, Pengawal Zaid?”


Zaid tersenyum menunduk.


Victor terdiam mematung sejenak mengetuk-ngetuk kedua jari telunjuknya. Berpikir, apakah dia akan mengabulkan permintaan Can itu? Atau menolaknya?


“Hmm, baiklah. Jika sudah begini, apa boleh buat? Aku tentu tak bisa menolak permintaanmu. Baiklah. Kalau begitu, mari kita masuk saja.”

__ADS_1


Brilliant! Kesempatan yang cukup bagus untuk Zaid. Dia dapat masuk ke dalam rungan koleksi milik Victor.


Yang mana Emir juga memberikan informasi, bahwa patung budha itu mungkin terletak di dalam ruangan itu.


“Ayo kita masuk dan melihat harta karun yang ada di dalam, Pengawal Zaid.”


“Tentu.” Zaid mengangguk. Menyeringai lebar.


“Baiklah, Tuan. Mari kita masuk ke dalam,” seru Can. Dia langsung merangkul Victor.


“Astaga, sepertinya kau terlalu bersemangat.”


Zadi berjalan berjalan paling belakang, dibelakang anak buah Victor yang mengawal Can dan juga Victor yang berjalan lebih dulu.


Ruangan itu sangatlah luas. Seperti ruangan yang digunakan untuk tempat pesta diadakan. Ternyata ruangan koleksi itu tak sampai di sana.


Zaid harus berjalan lagi mengikuti Can untuk sampai ke tempat yang dituju. Pojok ruangan itulah tepatnya.

__ADS_1


Terdapat sebuah pintu yang terbuat dari besi. Dilengkapi dengan keamanan tingkat tinggi. Hanya Victor seorang lah yang dapat membuka pintu itu.


Tidak ada kunci atau gembok. Melainkan sebuah sensor. Yang memerlukan tangan Victor untuk membuka pintu secara otomatis.


Di sisi kiri dan kanan pintu tersebut juga terlihat dua orang anak buah yang menjaganya. Pakaian mereka berbeda dari anak buah Victor yang menjaga di luar ataupun di dalam ruangan pesta.


Sepertinya anak buah adalah anak buah yang terpilih dan terpercaya.


Pintu berlapis besi itu terbuka lebar setelah Victor meletakkan tangannya ke atas sensor.


Ruangan seluas 6 X 6 meter dipenuhi dengan koleksi barang antik, kuno, hingga modern yang pastinya bernilai cukup tinggi.


Semua barang-barang itu diletakkan kembali di dalam sebuah kaca berbentuk kubus untuk melindungi koleksi itu.


Can berputar-putar melihat sekelilingnya. Kagum dengan semua koleksi yang dimiliki Victor.


Di dalam ruangan seluas 6 X 6 itu ternyata ada sebuah ruangan lagi. Berukuran 2 x 2 meter berisi berbagai macam artefak dari budaya berbagai macam negara.

__ADS_1


“Lihatlah ini, Can. Yang kau lihat di depanmu ini adalah artefak berharga dari seluruh penjuru dunia. Semua barang di ruangan ini, hanya dapat dilihat oleh beberapa orang terpilih saja,” jelas Victor.


__ADS_2