TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 090


__ADS_3

Keesokan paginya, terlihat Zaid yang sudah siap untuk kembali bekerja menjadi pengawal pribadi Can.


Tepat pukul 7 pagi, Zaid sudah berada di depan rumah Can untuk membangunkan Can yang pastinya masih terlelap.


Sebelum memasuki rumah, Zaid sengaja menelpon Ana beberapa kali dan mengirimkan pesan untuknya. Semua cara digunakannya untuk menarik hati Anna, meski terpaksa.


Butiran salju tak turun sama sekali pagi itu. Hanya menyisakan sedikit salju dari kemarin malam.


Di dalam kamar Can, terlihat sopir pribadinya yang sedang bersusah payah untuk membangunkan Can.


Segala cara dilakukannya untuk membangunkan Can yang sangat malas untuk bangkit dari tempat tidur, meski dia sudah terbangun dari tidurnya.


Menggunakan alarm, memukuli benda dengan keras, dan menyetel musik dengan volume keras. Sia-sia usahanya, Can malah menutup telinga dan matanya menggunakan alat penutup dan menghiraukan apa yang dilakukan Si Sopir.


“Astaga, Tuan. Kau harus segera bangun. Pagi ini kau akan melakukan syuting dengan adegan bertarung.”


“Diamlah! Aku sedang malas memukul siapapun hari ini, jadi, sepertinya aku akan menunda syuting kali ini.”

__ADS_1


“Bukankah kau ingin berlatih koreografinya dulu sebelum syuting mulai? Para pemain pengganti, juga aktor figuran pasti juga sudah menunggu di lokasi.”


“Astaga, kenapa mereka bersemangat sekali, padahal, upah mereka tak seberapa. Suruh saja mereka pulang dan beristirahat.” Can berbalik. Mengubah posisinya menjadi tengkurap. Menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Srek!!!!!!!


Pintu kamar Can terbuka lebar. Masuklah Zaid ke dalam kamar itu. Sedari tadi dia mengintip, betapa menyedihkannya Si Sopir yang tak berhasil membangunkan Can.


Si Sopir tercengang melihat kedatangan Zaid. Dia langsung menjauh dari kasur. Membiarkan Zaid berjalan mendekati kasur Can.


“Waktu menunjukkan pukul 7 lebih tiga puluh menit. Sisa waktu anda tinggal hanya 30 menit lagi untuk berangkat ke lokasi syuting. Sebelum pukul 8, anda harus sudah berangkat ke lokasi syuting.”


“Wah, Pengawal Zaid. Itu sungguh kau?” Can beranjak dari kasur. Berdiri di sebelah Zaid. “Ada apa ini? Kau akan kembali bekerja denganku? Sungguh?”


“Tentu. Aku tak bisa menolak, saat Manajer Anna sudah membujukku,” jawab Zaid.


“Wah, Manajer Anna memang bisa diandalkan. Dia adalah yang terbaik kita semua,” seru Can. “Lantas, bagaimana dengan penyakitmu? Apa dia juga menyembuhkan penyakitmu?”

__ADS_1


“Kami telah merevisi kontrak yang berlaku.” Zaid mengalihkan pembicaraan. “Kini aku tak lagi menjadi pengawal yang bertugas selama 24 jam, dan hanya bertugas saat kau sedang syuting saja.”


“Tentu, tak apa. Kau boleh melakukan itu, Pengawal Zaid. Kau juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatanmu sendiri. Astaga, aku sangat senang, jika kau kembali seperti ini.”


Can menyeringai lebar, merangkul Zaid.


“Baiklah, kau harus segera berangkat ke lokasi. Perjalanan kita kali ini akan lama, dan sepertinya kau akan telat di lokasi.”


“Baiklah, Pengawal Zaid! Lets Go!!!!!” Can berseru girang. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan berangkat ke lokasi syuting.


***


HAGIA IRINE


Hagia Irene, juga dikenal sebagai Ayasofya-i Kebir, adalah sebuah monumen bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki.


Pada saat-saat tertentu, Hagia Irene dapat menjadi saksi keindahan yang menakjubkan saat salju turun dari langit.

__ADS_1


Saat-saat seperti itu memberikan pengalaman yang memukau dan memanjakan mata, menciptakan suasana magis di sekitar bangunan ini.


Saat musim dingin tiba, kota Istanbul terbungkus oleh lapisan salju yang lembut.


__ADS_2