TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 045


__ADS_3

Di depan cermin yang cukup besar, tangan para perias sangat lincah. Memperhatikan hasil dan menghindari apapun yang membuat Can terlihat tidak sempurna.


Tak lama kemudian, Anna pun datang ke ruangan itu. “Semuanya saja, tolong keluar sebentar. Tinggalkan kami untuk beberapa menit saja.”


Para kru perias pun segera keluar memenuhi perintah Anna.


Perlahan Anna berjalan mendekati Can. Melihatnya dari cermin dan menatapnya dengan ketus.


Can menoleh. “Ada apa? Apa kau melihatku makan daging sapi, tadi malam? Sungguh, aku hanya …. “


“Apa?” bentak Anna. “Ah, sudahlah. Lupakan itu. Kau memang sangat sulit untuk melakukan diet. Aku kemari untuk membahas tentang Si Pengawal itu.”


“Ah, begitu rupanya. Jika kau ingin berbicara tentang dia, lebih baik kita juga mengajaknya. Bagaimana menurutmu? Aku yakin dia sangat berguna setiap saat.” Can tersenyum.


“Sejak kedatangannya, aku selalu mengabaikan semua tingkah laku, dan perkataannya yang aneh itu.” Anne mengambil ponsel dari saku. “Akan tetapi, kali ini dia benar-benar kelewatan. Aku tak bisa membiarkannya.”


“Lihat ini!” Anna menunjukkan foto Zaid yang bersama Agnes tempo hari di sebuah bar. Entah dari mana Anna mendapatkan foto tersebut.

__ADS_1


Can masih tersenyum meringis. “Ah, itu Agnes. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Agnes, dan Pengawal Zaid lah yang membantuku untuk mengakhirinya.”


“Aku juga sudah mendengar itu. Bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah, kenapa kau mempekerjakan orang yang begitu kacau?”


Anna masih tak terima dengan kehadiran Zaid sebagai pengawal Can.


“Kacau? Menurutku dia tidak begitu. DIa cukup tampan, ahli, dan sangat berpengalaman. Pria itu cukup berbakat untuk menjadi seorang pengawal.”


“Astaga, dia berbakat karena bekerja denganmu, Kak. Kau adalah artis terkenal, jadi, daya tarik yang kau punya juga memberikan sebuah daya tarik sendiri bagi pengawal itu.”


“Hmmm, benarkah?”


“Mantan kekasih seorang aktor terkenal kini berpacaran dengan pria yang merupakan pengawal pribadinya sendiri. Apa kau mau, semua media memberitakan hal itu?”


Ruang rias lengang sejenak. Can berpikir keras tentang ucapan Anna. Tentu saja itu pilihan yang berat baginya. Karena Can adalah orang yang paling tidak bisa mendengar berita yang buruk tentangnya.


“Hmmm. Sepertinya kau memang tetap ingin mempertahankan dia. Baiklah, aku akan pergi saja.”

__ADS_1


“TIdak, tidak. Baiklah. Pecat dia. Segera pecat dia. Ya, kau benar. Pecat dia segera.” Can berdiri menghalangi Anna sebelum pergi. Sungguh pria yang plin plan.


“Baiklah, aku akan melakukannya.” Anna tersenyum, lalu pergi dari ruang rias.


Menuju lokasi syuting. Anna melihat Zaid yang sedang berdiri sigap di samping mobil, dan segera menghampirinya.


“Ehem.  Bisa kita bicara sebentar, Pengawal Zaid?”


Zaid mengangguk.


“Apa maksudnya ini?” Anna kembali menunjukkan foto tempo hari, saat Zaid dan Agnes berdua di dalam bar.


Zaid membuka sedikit kacamata hitam. Melihat foto dari layar ponsel Anna.


“Hanya sedikit pekerjaan saja, ada apa?” tanya balik Zaid. “Astaga, sepertinya kau memang penguntit.”


“Jujur saja! Apa kau berkencan dengannya? Alih-alih menjadi pengawal barunya, tapi kau malah berkencan dengannya. Bukan begitu? Sebenarnya itu tidak masalah untukmu, tapi, masalah untuk Kak Can.”

__ADS_1


Zaid sama sekali tak memperhatikan bualan Anna. Matanya fokus melihat seorang pria misterius yang berjalan sekitar lokasi syuting.


Pria misterius itu menggunakan seragam montir. Membawa tas berisi perlengkapan sperpat mobil, berjalan menuju mobil yang akan dikendarai Can.


__ADS_2